NALISIS KEMITRAAN INTI PLASMA PETANI TEBU KABUPATEN NGAWI (Studi Kasus Pada Mitra Usaha PG. Rejo Agung Baru Kota Madiun)

Kardinto, Haryo (2013) NALISIS KEMITRAAN INTI PLASMA PETANI TEBU KABUPATEN NGAWI (Studi Kasus Pada Mitra Usaha PG. Rejo Agung Baru Kota Madiun). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (122Kb) | Preview

    Abstract

    Agriculture business partnership is one of the cooperation instrument refers to the creation of atmosphere of balance, harmony, and skills based on mutual trust between partners and group companies through the realization of partnership synergy. Therefore, the joint venture partnership is expected to build quality partnerships. Partnership embodies the ideals to implement a system of mutual cooperation between the nucleus and the plasma formed strong. This research aims to identify the internal factors and external factors in the partnership between the New Sugar Factory Rejo Agung Baru with Sugarcane Farmers Ngawi Distrrict and formulate appropriate strategies developed alternatives in building quality partnerships between New Sugar Factory Rejo Agung Baru with Sugarcane Farmers Ngawi The basic method of research is descriptive method using cross section data. The study was conducted in Ngawi of East Java. The number of farmers samples used in this study was 30 men and retrieval techniques farmers using purposive sampling (intentionally). The data used are primary data and secondary data. Data collection techniques with the observation, recording and interviews. The results showed that appropriate alternative strategy was developed in partnership system toimprove the quality of sugarcane farmers brik who do not meet the standard, increasing the partnership in terms of borrowing, increase the ability, skill and professionalism of the business partner farmers in understanding the meaning of cooperation, improve the quality control of the means of production of sugarcane, increase technical assistance and capital management business, improving price competitiveness of sugarcane production so that farmers do not sell sugarcane in other companies, conduct regular evaluations of each period of time to solving existing problems, identifying precisely the possibility of problems arising in the cultivation of sugar cane breeding techniques, implement system policies milled schedule. Kemitraan usaha pertanian merupakan salah satu instrument kerja sama yang mengacu kepada terciptanya suasana keseimbangan, keselarasan, dan keterampilan yang didasari saling percaya antara perusahaan mitra dan kelompok melalui perwujudan sinergi kemitraan. Oleh karena itu, kemitraan usaha bersama ini diharapkan dapat membangun kualitas kemitraan. Pola kemitraan merupakan perwujudan cita-cita untuk melaksanakan sistem gotong royong yang dibentuk antara inti dan plasma yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan faktor eksternal dalam kemitraan antara Pabrik Gula Rejo Agung Baru dengan Petani Tebu Kabupaten Ngawi dan Merumuskan alternatif strategi yang tepat dikembangkan dalam membangun kualitas kemitraan antara Pabrik Gula Rejo Agung Baru dengan Petani Tebu Kabupaten Ngawi Metode dasar penelitian adalah metode deskriptif dengan menggunakan data cross section. Penelitian dilakukan di Kabupaten Ngawi Jawa Timur. Jumlah petani sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 30 orang dan teknik pengambilan petani sampel dengan menggunakan metode purposive (sengaja). Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dengan observasi, pencatatan dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Alternatif strategi yang tepat dikembangkan dalam sistem kemitraan meningkatkan kualitas brik tebu petani yang belum memenuhi standart, meningkatkan hubungan kemitraan dalam hal peminjaman, meningkatkan kemampuan, keterampilan dan profesionalisme petani mitra usaha dalam memahami arti tentang kerjasama, meningkatkan kontrol mutu sarana produksi tebu, meningkatkan bimbingan teknis managemen usaha dan modal, meningkatkan daya saing harga produksi tebu agar petani tidak menjual tebu di perusahaan lain, melakukan evaluasi rutin tiap periode waktu tertentu untuk pemecahan masalah yang ada, mengidentifikasian secara tepat kemungkinan masalah yang muncul dalam teknik pembibitan budidaya tebu, menerapkan sistem kebijakan jadwal giling.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Depositing User: Vignasari Kokasih
    Date Deposited: 10 May 2014 04:43
    Last Modified: 10 May 2014 04:43
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/15671

    Actions (login required)

    View Item