“Keterlibatan Warga dalam Pembentukan Ruang Publik” (Analisa Pembentukan Ruang Publik dalam Revitalisasi Pasar Tradisional di Kota Surakarta)

Himawan, Adi (2013) “Keterlibatan Warga dalam Pembentukan Ruang Publik” (Analisa Pembentukan Ruang Publik dalam Revitalisasi Pasar Tradisional di Kota Surakarta). Masters thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (312Kb) | Preview

    Abstract

    Sebuah kebijakan yang diperuntukkan bagi publik harus mendasarkan pada kepentingan publik. Selayaknya, di alam demokrasi ruang yang lebar bagi pertukaran ide-ide, argumentasi tersedia dengan baik ketika kebijakan akan dijalankan oleh pemerintah. Kebijakan revitalisasi pasar tradisional menjadi salah satu kebijakan penting yang diambil oleh Walikota Surakarta dalam mengelola kota yang dipimpinnya. Komunikasi yang terbangun antara pemerintah kota, pedagang pasar dan warga kota secara umum mampu menghadirkan proses kebijakan yang partisipatif dan terhindar dari kekerasan, kerusuhan maupun konflik social yang luas. Penelitian ini dilatar belakangi oleh keinginan untuk memberikan tawaran sebuah model bagi praktik demokrasi di era keterbukaan, desentralisasi dan pemilihan kepala daerah langsung. Model yang membuka ruang-ruang komunikasi di dalam masyarakat kita pasca era orde baru yang mempertimbangkan pluralitas budaya, ekonomi maupun politik. Penelitian ini dilakukan di Kota Surakarta, mengingat kota yang terletak di tengah provinsi Jawa Tengah ini merupakan salah satu barometer perkembangan kehidupan sosial, ekonomi dan politik baik nasional maupun tingkat provinsi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Penelitian ini mempraktikkan pemikiran Jurgen Habermas tentang ruang publik. Ruang demokratis tempat para warga negara dapat menyatakan opini-opini, kepentingan-kepentingan dan kebutuhan-kebutuhan mereka secara diskursif. Penelitian ini sedikitnya menangkap hal-hal sebagai berikut: 1. Di alam demokrasi yang berkembang saat ini, setiap pengambilan keputusan bersama dalam bentuk kebijakan publik tidak mungkin terjadi tanpa menampilkan skemata ruang publik yang sudah merasuki banyak tindakan dan praktik sosial. Beragam ide dan gagasan yang secara sadar disampaikan oleh warga kota melebur menjadi sebuah konsensus yang kemudian disepakati dan dijalankan bersama. 2. Integrasi dan solidaritas social masyarakat dewasa ini harus dikembalikan pada proses komunikasi sosial untuk mencapai saling pengertian, konsensus diantara warga kota dengan berbagai orientasi nilai dan cara hidup. Untuk itu keterlibatan warga kota atau partipasi yang seluasluasnya dalam ikut serta menentukan gerak kota-nya menjadi hal yang utama. 3. Bentuk-bentuk ruang publik mewujud dalam ruang seperti pertemuan antar pedagang baik formal maupun informal, seminar, diskusi dan pertemuan antara pemerintah, warga kota dan pedagang pasar. Inilah yang kemudian disebut oleh Jurgen Habermas sebagai ruang publik politik.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister > Sosiologi - S2
    Depositing User: Nisaa Adlia Adani
    Date Deposited: 09 May 2014 22:09
    Last Modified: 09 May 2014 22:09
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/15574

    Actions (login required)

    View Item