EFEKTIFITAS REFORMA AGRARIA PERKOTAAN SEBAGAI INSTRUMEN PENGENTASAN KEMISKINAN MASYARAKAT DI KOTA SURAKARTA

PRIBADI, KURNIAWAN (2013) EFEKTIFITAS REFORMA AGRARIA PERKOTAAN SEBAGAI INSTRUMEN PENGENTASAN KEMISKINAN MASYARAKAT DI KOTA SURAKARTA. Other thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (191Kb) | Preview

    Abstract

    Kurniawan Pribadi, E0006154. 2013. EFEKTIFITAS REFORMA AGRARIA PERKOTAAN SEBAGAI INSTRUMEN PENGENTASAN KEMISKINAN MASYARAKAT DI KOTA SURAKARTA. Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pelaksanaan reforma agraria sebagai instrumen pengentasan kemiskinan masyarakat di Kota Surakarta, serta untuk mengetahui kendala kebijakan dalam pelaksanaan reforma agraria sebagai instrumen pengentasan kemiskinan masyarakat di Kota Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris bersifat deskriptif, memaparkan mengenai efektifitas reforma agraria dalam mengentaskan kemiskinan masyarakat di kota Surakarta, khususnya di Kampung Kragilan Kadipiro, Kampung Totogan Ketelan, dan Kampung Pringgading Stabelan. Data diperoleh dari data primer dan data sekunder. Data primer bersumber dari aparat Bapermas Kota Surakarta dan aparat Kantor Pertanahan Kota Surakarta. Data sekunder bersumber dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Teknik pengumpulan data primer dilakukan dengan cara wawancara dengan aparat Pemerintah Kota Surakata dalam hal ini aparat Bapermas Kota Surakarta dan aparat Kantor Pertanahan Kota Surakarta. Pengumpulan data sekunder dilakukan melalui studi kepustakaan dan cyber media. Analisis data menggunakan teknik kualitatif interaktif yakni analisis data yang meliputi 3 alur yang terjadi secara bersamaan antara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Ketiga komponen tersebut menangkap makna dan hubungan yang terjadi pada data-data yang dikumpulkan. Untuk mendeskripsikan hasil penelitian digunakan 3(tiga) karakteristik ukuran kemiskinan antara lain menurut Bank Dunia, menurut Bapermas dan menurut BPS. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dihasilkan simpulan, bahwa pelaksanaan reforma agraria secara umum di ketiga tempat tersebut secara umum masih kurang efektif. Kekurang efektifan tersebut disebabkan oleh ketidakmaksimalan dan tidak tuntasnya pelaksanaan reforma agraria secara koherensif antara satu aspek dengan aspek lainnya sehingga yang dicapai hanya sebagian saja dan tidak menyeluruh. Pelaksanaan reforma agraria ini hanya efektif meningkatkan pendapatan di Kampung Totogan Kelurahan Ketelan dan Kampung Pringading Kelurahan Stabelan, tetapi belum efektif mengentaskan kemiskinan secara keseluruhan karena masih belum melampaui batas kemiskinan yang ditetapkan Bank Dunia, belum ada penataan terhadap kawasan kumuh dan belum terpenuhinya/terlampauinya beberapa variabel kemiskinan lainnya. Meningkatnya pendapatan belum cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: K Law > K Law (General)
    Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
    Depositing User: Nisaa Adlia Adani
    Date Deposited: 09 May 2014 20:56
    Last Modified: 09 May 2014 20:56
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/15546

    Actions (login required)

    View Item