Strategi Komunikasi Untuk Pengembangan Kawasan Desa Wisata (Studi Kasus Implementasi Strategi Komunikasi Pemerintah Kabupaten Sragen Untuk Membangun Partisipasi Masyarakat Dalam Program Pengembangan Kawasan Desa Wisata Pertanian Organik Betisrejo Sragen)

ARYAWAN, JOHNY ADHI (2013) Strategi Komunikasi Untuk Pengembangan Kawasan Desa Wisata (Studi Kasus Implementasi Strategi Komunikasi Pemerintah Kabupaten Sragen Untuk Membangun Partisipasi Masyarakat Dalam Program Pengembangan Kawasan Desa Wisata Pertanian Organik Betisrejo Sragen). Masters thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img]
Preview
PDF
Download (449Kb) | Preview

    Abstract

    JOHNY ADHI ARYAWAN. S 220905003. 2013. Strategi Komunikasi Untuk Pengembangan Kawasan Desa Wisata (Studi Kasus Implementasi Strategi Komunikasi Pemerintah Kabupaten Sragen Untuk Membangun Partisipasi Masyarakat Dalam Program Pengembangan Kawasan Desa Wisata Pertanian Organik Betisrejo Sragen). Pembimbing I: Prof. Drs. Totok Sarsito, S.U., M.A., Ph.D., Pembimbing II: Sri Hastjarjo, S.Sos., Ph.D. Tesis: Program Studi Ilmu Komunikasi, Minat Utama Riset dan Pengembangan Teori Komunikasi, Program Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Latar belakang dari dilakukannya penelitian ini adalah mulai diminatinya pariwisata pedesaan sebagai strategi alternatif untuk membangun kawasan pedesaan. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) pun telah mencanangkan target terwujudnya 2000 desa wisata di seluruh Indonesia pada tahun 2014 nanti (www.budpar.go.id, 7 Nopember 2011). Ketertarikan tersebut dikarenakan pariwisata pedesaan diimplementasikan dengan mendorong kegiatan di luar sektor pertanian, sehingga diyakni mampu menciptakan diversifikasi kegiatan perekonomian di desa. Adapun bentuk implementasi pariwisata pedesaan tersebut, terbanyak adalah dalam format desa wisata. Atas dasar asumsi tersebut dan juga kisah sukses sejumlah desa wisata di tanah air membuat banyak pemerintah daerah di Indonesia tertarik untuk menerapkan program pariwisata pedesaan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen pada awal tahun 2012 mencanangkan Program Pengembangan Desa Wisata Pertanian Organik Betisrejo. Program tersebut mencakup Desa Jambeyan, Jetis, dan Sukorejo di Kecamatan Sambirejo. Kegiatan pengembangan desa wisata itu tentu melibatkan aktivitas komunikasi antara pemerintah dan warga desa. Pemerintah yang berada di sisi komunikator berkepentingan agar warga memiliki persepsi, dukungan, dan partisipasi positif terhadap program pengembangan desa wisata. Namun, respon komunikasi dari warga desa terhadap program yang dicanangkan turut dipengaruhi oleh bagaimana pemerintah mengkomunikasikan program tersebut dengan cara-cara yang tepat. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menggambarkan strategi komunikasi Pemkab Sragen serta persepsi dan partisipasi warga desa Jambeyan, Jetis, dan Sukorejo terhadap pengembangan Desa Wisata Pertanian Organik Betisrejo. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi partisipatif (langsung) berperan penuh. Penulis terlibat aktif di dalam penelitian, baik sebagai peneliti maupun sebagai pegawai Pemerintah Kabupaten Sragen yang ditugaskan menjadi fasilitator program pengembangan desa wisata. Informan sebagai sumber data penelitian dipilih dengan menggunakan teknik cuplikan Purposive Sampling. Peneliti memilih informan tertentu yang dianggap mengetahui informasi dan permasalahan secara mendalam sehingga dapat dipercaya, serta memilih aktivitas tertentu yang diyakini peneliti dapatmenjadi sumber data yang mantap. Pemilihan sumber data dalam penelitian kualitatif, dilakukan bukan atas dasar keterwakilan populasi tapi lebih pada pertimbangan keterwakilan informasi (Sutopo, 2002). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas komunikasi oleh komunikator terkait program pengembangan desa wisata berada dalam konteks komunikasi kelompok. Komunikasi dalam kelompok berjalan interaktif, dimana aktivitas komunikasi dilakukan dengan teknik tertentu. Teknik komunikasi yang dilakukan antara lain teknik berkomunikasi informatif, persuasif, dan instruksi. Namun, pada kondisi tertentu semua pesan dapat disampaikan dengan gabungan ketiga teknik itu sekaligus. Dapat digambarkan pula bahwa persepsi tentang program desa wisata berbeda-beda di antara warga, namun mereka memilih sikap menerima program. Sedangkan partisipasi dalam kegiatan pengembangan desa wisata masih terbatas pada kelompok masyarakat tertentu. Selain itu, sikap dukungan dan partisipasi kelompok terhadap program pengembangan desa wisata bukan semata-mata karena kegiatan komunikasi pemerintah. Pemerintah Kabupaten Sragen tidak secara khusus menyusun suatu strategi komunikasi untuk mendukung pencapaian tujuan program secara global. Strategi komunikasi yang dijalankan lebih bersifat intuitif menyesuaikan pada kebutuhan dan situasi di lapangan, bukan bertolak pada suatu perencanaan komunikasi yang terintegrasi ke dalam Program Pengembangan Desa Wisata Pertanian Organik. Kata Kunci: strategi komunikasi, desa wisata, pertanian organik. JOHNY ADHI ARYAWAN. S 220905003. 2013. Communication Strategy for Developing Tour Village Area. (A Case Study of Sragen Government’s Communication Strategy Implementation to Build Public Participation in Program of Organic Farming-Based Tour Village Area Developtment in Betisrejo Sragen). Advisor I Prof. Drs. Totok Sarsito, S.U., M.A., Ph.D. Advisor II: Sri Hastjarjo, S.Sos., Ph.D. Thesis: The Communication Study Program, Main Interest in Research and Development Communication Theory, Postgraduate Program of Sebelas Maret University Surakarta. The research is conducted by the reason that rural tourism is begun to be demand for alternative strategy to develop the village in Indonesia. The Ministry of Tourism and Creative Economy has set a target to realize 2000 tour villages in 2014 (www.budpar.go.id, 7 November 2011). The Interest is due to the implementation of rural tourism which encourages activities of agricultural sector outside, so it is believed to be able to diversify activities in the rural non-farm economy. Tour village is th most populair as a implementation of rural tourism. On the basic of these assumptions with a number of success stories of rural tourism in the country makes a lot of local governments in Indonesia is keen to implement rural tourism program. Sragen Regency Government has been doing it. In early 2012, launched the organic farming-based tour village development programme in Betisrejo. The programme includes the Village Jambeyan, Jetis, and Sukorejo in District Sambirejo. That’s sure, the rural tourism programme involves communication activities among the government and villagers. Perception and participation of villagers is also influenced on the message appropriate processing. This study aimed to describe the communication strategy of Sragen Government as well as the perception and participation of Jambeyan, Jetis, and Sukorejo villagers about rural tourism development programme. Government as a communicator have a concern to make their citizen have postive perception, support, and participation for tour village developtment program. However, their postive communication respons to the program is also influenced by effective communicating way which do by government This study aimed to describe the communication strategy of Sragen Government as well as the perception and participation of Jambeyan, Jetis, and Sukorejo villagers about rural tourism development programme.The research is a descriptive qualitative. Data was collected through interviews and participant observation with a full role. Authors actively involved in research, both as a researcher and government official (in tour village facilitator duty). Informants as a source of research data are selected using purposive sampling techniques footage. Researchers chose certain informants who know the information and issues are considered in depth so that it can be trusted, as well as selecting certain activities that investigators believed could be a steady source of data. The selection of data sources in qualitative research did not conduct on the basis of population representation, but base on consideration of the information representative (Sutopo, 2002).The results showed that communication activity in rural tourism development programme is in a group communication context. Group communication walk in Interactive type. Furthermore, the communication activities performed by a particular technique. Communication techniques are communication informative, persuasive, and instruction. However, in specially circumstances, all messages can be delivered by a combination of three techniques at once. It can be described tha it is a various perceptions of residents in the village to the tour village programme, whatever, they receive it enthusiastically. Participation to rural tourism activities are followed in limited by local community or group. Participation and act to support into rural tourism development programme is not solely due by government communication activities. Sragen government did not specifically develop a communication strategy to support the achievement of programme objectives globally. Executed of communication strategy is based on intuitive, adjust to the needs and situation. It is not contrary to a communication plan that is integrated into the organic farming-based tour village development programme. Keywords: communication strategy, rural tourism, organic farming.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister
    Depositing User: Satria Nur Fauzi
    Date Deposited: 09 May 2014 07:00
    Last Modified: 09 May 2014 07:00
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/15503

    Actions (login required)

    View Item