PEMAKNAAN PERKAWINAN ( Studi Kasus Pada Perempuan Lajang Yang Bekerja Di Kecamatan Bulukerto Kabupaten Wonogiri )

OKTARINA, LINDHA PRADHIPTI (2013) PEMAKNAAN PERKAWINAN ( Studi Kasus Pada Perempuan Lajang Yang Bekerja Di Kecamatan Bulukerto Kabupaten Wonogiri ). Masters thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img]
Preview
PDF
Download (1572Kb) | Preview

    Abstract

    Perkawinan merupakan salah satu budaya dan bagian dari siklus hidup manusia. Pada zaman dulu perkawinan dimaknai secara konvensional, artinya perempuan melakukan perkawinan karena dorongan budaya dan pandangan masyarakat. Seiring dengan perkembangan zaman, mulai terjadi perubahan pola pikir dalam kehidupan manusia, khususnya perempuan. Perkawinan tidak lagi dipandang sebagai kewajiban secara kultural, tetapi perkawinan menjadi suatu pilihan yang bersifat personal dan rasional oleh perempuan. Perkawinan merupakan sesuatu yang sifatnya sakral dimana ada penyatuan dua sifat menjadi satu demi menciptakan keluarga damai, tenang,tenteram; penghalalan hubungan seks; penyatuan dua hati,siap menerima kekurangan dan kelebihan pasangan untuk menjalani susah dan senangnya kehidupan hingga ajal memisahkan. Perempuan lajang mulai mengekspresikan dirinya di dalam berbagai ruang publik, menuntaskan pendidikannya hingga ke jenjang yang lebih tinggi untuk meraih apa yang diinginkannya. Perkawinan menjadi perkara yang penting namun sekarang ini perempuan lajang lebih terkonsentrasi untuk bekerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna perkawinan bagi perempuan lajang yang bekerja, kondisi sosial perempuan lajang terhadap pekerjaannya, dan persiapan yang dilakukan perempuan lajang dalam perkawinan. Teori yang digunakan untuk menganalisa masalah ini adalah Interpretative Understanding dari Weber. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan strategi penelitian studi kasus yang mengambil lokasi di Kecamatan Bulukerto. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara. Validitas data dengan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif. Hasil penelitian dan analisa pembahasan menunjukkan bahwa perempuan sudah mulai bergerak menuju kemajuan dan peningkatan kesejahteraan dalam berbagai bidang, serta peningkatan kualitas pendidikan. Masuknya perempuan dalam ruang publik membuka wacana baru dalam pemikiran mereka. Hal ini membawa dampak pula pada pergeseran persepsi tentang makna perkawinan. Persepsi perempuan lajang terhadap pasangan hidup dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Perkawinan dimaknai sebagai hak kebebasan individu. Kondisi sosial perempuan lajang terhadap pekerjaannya terlihat dari kondisi mereka yang optimal bekerja, mampu meraih cita-cita, fokus terhadap pekerjaan, kesadaran yang tinggi terhadap pekerjaan dan peluang karir, peningkatan hasil kerja, adanya penghargaan terhadap prestasi kerja, dan disiplin dalam menjalankan pekerjaan. Sedangkan persiapan yang dilakukan perempuan lajang dalam perkawinan yaitu menetapkan kriteria pasangan hidup, waktu perkawinan yang ideal, kemapanan pekerjaan, kesiapan mental, kematangan emosi, kematangan psikologis, serta membuat perjanjian pra nikah Kata Kunci: Perkawinan, Perempuan Lajang, Bekerja Marriage is one of human cultures and being apart of the life cycle. It’s a base of forming a family. In ancient era, marriage was considered as conventionally, means women did the marriage because of the culture and society’s persepective. Along with the times growing, changes in the way of human thinking began. Marriage was not only considered as a must in cultural, but it became a personal and rational choice of women. Marriage is a sacred thing where two characters are united into a union, in order to create a peaceful and harmonic family; a legalization of sex; unites two soul with two different character, and accept what becomes the strengths and weaknesses of their mate till the death make them apart. A single woman started to express herself to be involved in many public media, to make her being educated and reach the higher level to catch her desire. Marriage now becomes an important thing, but the single woman concentrate in working. The purpose of this research is to find the meaning of marriage for a single women workers, social condition of single woman with their job, and marriage preparation of single women. Theory to analize this problem is interpretative understanding of Weber. This is a qualitative research by using case study research strategy, located in Bulukerto district. Sampling technique was purposive sampling. Data collection technique was interview. Data validity using source triangulation and method triangulation. Data analizing technique using interactive analysis model. Research result and discussion analysis showed that women have started to move on the increasing and progress of prosperity in many fields. Including on the education quality. The involvement of women on the public sphere have opened a new discourse on their way of thinking. This influence on meaning on a perception friction about the meaning of marriage. Single women perception about their life partner is influenced by internal and exsternal factor. Marriage is considered as an individual freedom right. Social condition of single woman toward her job can be seen from their condition of hard working, achievement of goals, focus on profession, high awarenesss of profession and carrier chances, improvement of work, appreciation of work, and discipline of work. While marriage preparation of single women is to set their life partner criteria, ideal time of marriage, settled and psikologycal readiness, and to make a pre-marital agreement. Key Words: Marriage, Single, Women’s Work

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister > Sosiologi - S2
    Depositing User: Satria Nur Fauzi
    Date Deposited: 09 May 2014 06:33
    Last Modified: 09 May 2014 06:33
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/15492

    Actions (login required)

    View Item