PELAKSANAAN PENGAWASAN BADAN LINGKUNGAN HIDUP TERHADAP LIMBAH CAIR INDUSTRI KULIT DI LINGKUNGAN INDUSTRI KECIL KABUPATEN MAGETAN JAWA TIMUR

GUNAWAN, MIECKO WAHYU (2013) PELAKSANAAN PENGAWASAN BADAN LINGKUNGAN HIDUP TERHADAP LIMBAH CAIR INDUSTRI KULIT DI LINGKUNGAN INDUSTRI KECIL KABUPATEN MAGETAN JAWA TIMUR. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (656Kb) | Preview

    Abstract

    Pelaksanaan pengawasan terhadap limbah cair hasil industri kulit yang termasuk dalam limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di Lingkungan Industri Kecil Kabupaten Magetan Jawa Timur yang tidak sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku telah memberi dampak buruk terhadap lingkungan dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan juga menjawab permasalahan terhadap pelaksanaan pengawasan oleh Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Magetan terhadap pengelolaan limbah cair hasil industri kulit di Lingkungan Industri Kecil Kabupaten Magetan dan juga faktorfaktor yang menghambat pelaksanaan pengawasan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Magetan terhadap pengelolaan limbah cair hasil dari industri kulit. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif. Mengacu dari tujuan penulisan, maka penelitian ini termasuk penelitian empiris. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dengan pejabat Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Magetan yang berwenang menangani hal yag berkaitan dengan pengawasan dan pengelolaan limbah untuk mendapatkan data primer dan studi kepustakaan sebagai data sekunder. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu bahwa Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Magetan adalah institusi yang berwenang dalam hal yang berkaitan dengan Lingkungan Hidup, yang termasuk salah satu didalamnya adalah pengawasan. Bentuk dari pengawasan yang dilakukan adalah pemberlakuan prosedur perizinan bagi para pelaku usaha yang dilengkapi dengan Tim Verfikasi; Pembentukan Tim Pengawas untuk melaksanakan dan mengawal kebijakan Lingkungan Hidup; dilakukannya pengawasan kepada para pelaku usaha industri kulit dengan intensitas 1 kali dalam 6 bulan. Dalam rangka menjalankan pengawasan terdapat beberapa hambatan-hamabatan yang diantaranya: dari faktor internal ialah terbatasnya Sumber Daya Manusia yang ahli dan professional serta terbatasnya sarana untuk operasional lapangan guna melakukan pengawasan. Sedangkan untuk faktor eksternalnya adalah terbatasanya daya tamping dari Instalasi Pengelolaan Air Limbah, tingginya biaya operasional untuk pengelolaan limbah, dan kurangnya keasadaran dari para pelaku usaha terhadap Lingkungan Hidup dan peraturan perndang-undangan yang berlaku. Kata Kunci : lingkungan hidup, pengawasan pemerintah, pengelolaan limbah cair (B3), industri kulit The implementation of surveillance on liquid waste of leather industry product including in hazardous and poisonous material (B3) waste in Small Industry Environment of Magetan Regency, East Java inconsistent with the enacted legislation have affected adversely the environment and society. This research aimed to study and to answer the problems with the implementation of Surveillance by Living Environment Agency on the management of leather industry product liquid waste in Small Industry Environment of Magetan Regency and the factors inhibiting the implementation of Living Environment Agency‟s Surveillance on the management of leather industry liquid waste. This study was a descriptive research. Referring to the objective of writing, this research belonged to an empirical research. The research approach used in this research was qualitative approach. Technique of collecting data employed were interview with the Living Environment Agency officials authorized dealing with anything related to the surveillance and the management of waste to obtain primary data, and library study to obtain secondary data. The result of research showed that the Living Environment Agency of Magetan Regency was the institution authorized in the terms of Living Environment, including surveillance. The surveillance form conducted included the enactment of licensing procedure for the businessmen equipped with Verification Team; the establishment of Surveillance Team to implement and to escort the Living environment policy; the surveillance was carried out on the performers of leather industry business once in 6 months. In the attempt of conducting the surveillance, there were some constraints: internal factor including the limited number of skilled and professional human resource and the limited infrastructure for field operation to carry out surveillance. Meanwhile, the external factors included the limited capacity of Liquid Waste Management Installation, high operating cost for waste management, and the lack of awareness among the business performers of Living Environment and enacted legislation. Keywords: Living Environment, government surveillance, liquid waste management (B3), leather indust

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: K Law > K Law (General)
    Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
    Depositing User: Miftahful Purnanda
    Date Deposited: 08 May 2014 22:36
    Last Modified: 08 May 2014 22:36
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/15455

    Actions (login required)

    View Item