TINGKAT BURNOUT DITINJAU DARI STRATEGI COPING DAN EFIKASI DIRI PADA PERAWAT RUMAH SAKIT JIWA SURAKARTA

Retno, Nurasih Widyo (2013) TINGKAT BURNOUT DITINJAU DARI STRATEGI COPING DAN EFIKASI DIRI PADA PERAWAT RUMAH SAKIT JIWA SURAKARTA. Other thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img]
Preview
PDF
Download (987Kb) | Preview

    Abstract

    Pekerjaan yang melibatkan tanggung jawab untuk kehidupan manusia, dapat menjadi pekerjaan yang penuh stres. Salah satunya adalah perawat. Perawat memiliki banyak tugas yang harus diemban, dan hal ini dapat menyebabkan stres. Stres yang berkepanjangan dapat menimbulkan burnout. Burnout adalah suatu kondisi psikologis yang tidak dapat mengatasi stres kerja sehingga menyebabkan stres berkepanjangan dan menyebabkan gejala-gejala seperti kelelahan emosional, fisik, mental, dan rendahnya penghargaan terhadap diri sendiri. Strategi coping diperlukan untuk mengatasi burnout yang dialami. Strategi coping adalah usaha untuk mengontrol, mengurangi, atau belajar untuk tahan terhadap ancaman. Efikasi diri yang dimiliki juga dapat mengurangi burnout. Efikasi diri adalah evaluasi seseorang terhadap kemampuan atau kompetensinya untuk melakukan sebuah tugas, mencapai tugas, atau mengatasi hambatan. (Strategi coping dan efikasi diri diprediksi dapat mengurangi burnout.) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) hubungan antara strategi coping dan efikasi diri dengan tingkat burnout, (2) hubungan antara strategi coping dan tingkat burnout, (3) hubungan antara efikasi diri dan tingkat burnout. Populasi penelitian adalah perawat Rumah Sakit Jiwa Surakarta, dengan sampel penelitian sebanyak 40 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive quota incidental sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan tiga skala, yaitu skala burnout (koefisien validitas = 0,303-0,556; reliabilitas = 0,767), skala strategi coping (koefisien validitas = 0,323-0,823; reliabilitas = 0,820), dan skala efikasi diri (koefisien validitas = 0,335-0,788; reliabilitas = 0,941). Analisis statistik menggunakan regresi linier berganda, dengan Fhitung = 7,162 > Ftabel= 3,252 dan p=0,00 < p=0,05, R=0,578. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara strategi coping dan efikasi diri dengan tingkat burnout pada perawat Rumah Sakit Jiwa Surakarta. Secara parsial, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara strategi coping dan efikasi diri dengan burnout. Sedangkan efikasi diri memiliki hubungan dengan tingkat burnout. Kesimpulannya adalah (1) terdapat hubungan antara strategi coping dan efikasi diri dengan tingkat burnout, (2) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara strategi coping dengan tingkat burnout, (3) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri dengan tingkat burnout. Variabel strategi coping memberikan sumbangan efektif sebesar 13,87% terhadap burnout. Sedangkan variabel efikasi diri memberikan sumbangan efektif sebesar 14,06% dan 78,1% dijelaskan oleh variabel lain. Kata kunci: burnout, strategi coping, efikasi diri. Jobs which have general responsibility of human kind could be stressful. The Nurse’s job that have direct interactions with many people can cause stress. Long duration of stress can cause burnout. Burnout is a psychological state when job stress can’t be coped/overcame, caused long duration of stress and symptoms like emotional, physical, and mental exhaustion also low self esteem. Coping strategy needed to overcome the burnout. Coping strategy is the effort to control, reduce, learn to endure the threat that came. Self efficacy is evaluation of ability or competence for doing job, reaching job, or overcome obstacle. (Coping strategy and self efficacy are predicted to decrease level of burnout). The purposes of this research are to find out: 1. relationship between coping strategy and self efficacy with level of burnout, 2. relationship between coping strategy with level of burnout, and 3. relationship between self efficacy with level of burnout of Mental Hospital Surakarta’s nurses. The populations of this research was the Mental Hospital Surakarta’s nurses, the research sample were 40 respondents. Purposive quota incidental sampling was used in this research. Three scales were used in this research: Burnout Scale (coefficient of validity = 0,303-0,556; reliability = 0,767 ), Coping Strategy Scale (coefficient of validity = 0,323-0,823; reliability = 0,820), and Self Efficacy Scale (coefficient of validity = 0,335-0,788; reliability = 0,941). Statistical analysis used in this research was multiple regression analysis, with Ftest = 7,162 > Ftable = and p=0,002 < p=0,005, R=0,528. This result indicated that there was a significant relationship between coping strategy and self efficacy with level of burnout of nurses of mental hospital Surakarta. Partially, there was not relationship between strategy coping and self efficacy with burnout. The conclusions were (1) coping strategy and self efficacy related with level of burnout, (2) coping strategy was not significantly related with level of burnout, and (3) self efficacy was not significantly related with level of burnout. Effective contribution of coping strategy with level of burnout was 13,9%. Self efficacy’s effective contribution toward level of burnout was 14,0 % and 72,1% was explained by another variables. Keywords: level of burnout, coping strategy, self efficacy.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: Q Science > QP Physiology
    Divisions: Fakultas Kedokteran > Psikologi
    Depositing User: Satria Nur Fauzi
    Date Deposited: 08 May 2014 04:54
    Last Modified: 08 May 2014 04:54
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/15343

    Actions (login required)

    View Item