TINJAUAN YURIDIS PENGGUNAAN KETERANGAN AHLI BALISTIK DALAM PEMBUKTIAN DAKWAAN PERKARA TINDAK PIDANA KEPEMILIKAN AMUNISI SENJATA API ( STUDI KASUS PUTUSAN DALAM PUTUSAN PENGADILAN NEGERI SURAKARTA NOMOR : 7/PID.SUS/2011/PN.SKA)

SARI, ASTI RETNO (2013) TINJAUAN YURIDIS PENGGUNAAN KETERANGAN AHLI BALISTIK DALAM PEMBUKTIAN DAKWAAN PERKARA TINDAK PIDANA KEPEMILIKAN AMUNISI SENJATA API ( STUDI KASUS PUTUSAN DALAM PUTUSAN PENGADILAN NEGERI SURAKARTA NOMOR : 7/PID.SUS/2011/PN.SKA). Other thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img]
Preview
PDF
Download (398Kb) | Preview

    Abstract

    ASTI RETNO SARI, NIM. E0009064 2013. TINJAUAN YURIDIS PENGGUNAAN KETERANGAN AHLI BALISTIK DALAM PEMBUKTIAN DAKWAAN PERKARA TINDAK PIDANA KEPEMILIKAN AMUNISI SENJATA API ( STUDI KASUS PUTUSAN DALAM PUTUSAN PENGADILAN NEGERI SURAKARTA NOMOR : 7/PID.SUS/2011/PN.SKA) Penulisan hukum ini bertujuan untuk mengetahui bagaimakah penggunaan alat bukti keterangan ahli balistik dalam perkara tindak pidana kepemilikan amunisi senjata api dan bagaimanakah pertimbangan hakim dalam memutus dan memeriksa Perkara Tindak Pidana Kepemilikan Amunisi Senjata Api di Pengadilan Negeri Surakarta. Penulisan Hukum ini termasuk dalam jenis penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Tehnik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui studi dokumen (Library Research), baik buku-buku, peraturan perundang-undangan, dokumen-dokumen, dan sebagainya. Analisis data mengunakan tekhnik analisis interaktif dengan pendekatan kualitatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu pertama, keterangan yang diberikan oleh saksi ahli disini yaitu saksi ahli Balistik Kanit Senjata Api pada Puslabfor Bareskrim Polri menyatakan bahwa amunisi senjata api yang disimpan oleh terdakwa Muhammad Bahrunna’im Anggih Tamtomo dinyatakan masih aktif dan belum pernah digunakan, dan bahwa amunisi senjata api yang disimpan oleh terdakwa bukan buatan PT.Pindad, yang merupakan produk dalam negeri melainkan produk yang berasal dari Jerman peluru berukuran 9 mm dan produk yang berasal dari Eropa Timur (Rusia) berukuran 7,9 mm. Kedua, bahwa pertimbangan hakim Pengadilan Negeri dalam memeriksa dan memutus perkara tindak pidana kepemilikan amunisi senjata api oleh terdakwa Muhammad Bahrunna’im Anggih Tamtomo sudah sesuai dengan ketentuan Pasal yang bersangkutan yaitu Pasal 1 ayat (1) Undang – Undang No. 12 Drt 1951 bersalah melakukan tindak pidana “menyimpan amunisi” dari tuntutan yang diberikan oleh jaksa penuntut umum yaitu menjatuhkan pidana terhardap terdakwa dengan pidana penjara selama 5 (lima) tahun dikurangkan selama masa penahanan, namun setelah memeriksa berdasarkan saksi – saksi yang dihadirkan dalam persidangandan dan yang menentukan secara nyata adalah pembuktian yang diberikan oleh saksi ahli balistik sehingga majelis hakim menimbang kembali berdasarkan hal – hal yang memberatkan dang hal – hal yang meringankan, maka Hakim memutuskan terdakwa dengan pemidaan penjara selama 2 (dua) tahun 6 (enam) bulan dikurangkan selama masa penahanan. Kata Kunci : Keterangan Ahli Balistik, Pembuktian, Tindak Pidana Kepemilikan Senjata Api. ASTI RETNO SARI, NIM. E0009064 2013. A JURIDICAL REVIEW ON THE USE OF BALLISTIC EXPERT’S INFORMATION IN AUTHENTICATING THE INDICTMENT OF FIRE GUN AMMUNITION POSSESSION CRIMINAL CASE (A CASE STUDY ON SURAKARTA FIRST INSTANCE COURT’S VERDICT NUMBER: 7/PID.SUS/2011/PN.SKA). This research aimed to find out how the use of ballistic expert information evidence is in fire gun ammunition possession criminal case and how the judge’s rationale is in sentencing and hearing the fire gun ammunition possession criminal case. This study was a normative law research that was descriptive in nature. The type of data used was secondary data. Technique of collecting data used was Library Research, constituting books, legislation, documents, and etc. The data analysis was conducted using an interactive analysis with qualitative approach. The results obtained from this research were as follows. Firstly, the information given by the expert witness, in this case the ballistic expert, the chairman of Fire Gun Unit in Puslabfor Bareskrim Polri, stated that the fire gun ammunition stored by Muhammad Bahrunna’im Anggih Tamtomo was stated as still active and had never been used, and that the fire gun ammunition stored by the defendant was not made by PT. Pindad, or not home-made but the one from Germany for the projectile 9 mm in size and the one from Eastern Europe (Russia) for the projectile 7.9 mm. Secondly, the judge of First Instance Court’s rationale in hearing and sentencing the fire gun ammunition possession criminal case by the defendant Muhammad Bahrunna’im Anggih Tamtomo had been consistent with the provision of corresponding article, namely Article 1 clause (1) Act No.12 Drt 1951, in which he was stated as guilty for committing the crime of ‘storing ammunition” from the public prosecutor’s suit by imposing the defendant with 5 years imprisonment subtracted with detention period, but having investigated based on the witness presented in the trial and the significantly determinant factor was the authentication given by the ballistic expert witness so that the Chamber of Judge reconsidered on the basis of incriminating and alleviating factors, the Judge sentenced the defendant with a 2 (two) years and 6 (six) months imprisonment subtracted with detention period. Keywords: Ballistic Expert Information, Authentication, Fire Gun Possession Crime.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: K Law > K Law (General)
    Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
    Depositing User: Satria Nur Fauzi
    Date Deposited: 07 May 2014 23:38
    Last Modified: 07 May 2014 23:38
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/15318

    Actions (login required)

    View Item