PEMBERDAYAAN KOMUNITAS INDUSTRI RUMAH TANGGA MAKANAN OLAHAN DI DESA SANGGUNG, KECAMATAN GATAK, KABUPATEN SUKOHARJO

Kusniawati, Dea Agmela (2013) PEMBERDAYAAN KOMUNITAS INDUSTRI RUMAH TANGGA MAKANAN OLAHAN DI DESA SANGGUNG, KECAMATAN GATAK, KABUPATEN SUKOHARJO. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (427Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRACT Dea Agmela Kustiawati, 2013, D0308070, COMMUNITY EMPOWERMENT OF HOUSEHOLD FOOD PROCESSING INDUSTRY IN VILLAGE Sanggung, GATAK DISTRICT, DISTRICT SUKOHARJO, Thesis Department of Sociology, Faculty of Social Sciences and Political Science, University of March Surakarta. Poverty is one of the causes of powerlessness. The tendency of the poor who have low levels of education lead to their limited access to all aspects of life. This study aims to determine how community empowerment in village cottage industries Sanggung seen from the input, process, output and outcome. The theory used in this study is that action theory put forward by Parsons Talcot and Empowerment theory advanced by Teguh Sulistiani Ambar. This study used qualitative research methods. The data collected in this study derived from primary data and secondary data. Data collection techniques used observation, interviews, and documentation. This study using purposive sampling decision, in this case divided into two parts the first part is not directly involved, namely the Department of Government, NGOs, village head, Consumers, and Community Around the samples taken each 1 (one) person. That both parties involved, namely the Chairman of BKM, Kader Activator which each take 1 (one) and 5 (five) people craftsmen. Data was analyzed by analysis of interactive models that use Tigs main components, namely data reduction, data display and conclusion drawing and verification. Validity of the data used triangulation techniques. From the research, it is known that the extension is a clear form of empowerment PROCESS, can change attitudes and patterns of behavior or thought Sanggung villagers who act as INPUT and Actors. Changes in attitudes and patterns of behavior or thought can be seen in the output and outcome indicators are grouped based empowerment proposed by Soeharto. Rural communities are Brazilians Sanggung actor, able to use existing tools and means to achieve the goal of making them more powerful. Keywords: Empowerment, Community, Actor, Input, Process Output, Outcome Kemiskinan merupakan salah satu faktor penyebab ketidakberdayaan.Kecenderungan orang miskin yang memiliki tingkat pendidikan yang rendah mengakibatkan terbatasnya akses mereka terhadap segala aspek kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemberdayaan komunitas industri rumah tangga di Desa Sanggung dilihat dari input, proses, output dan outcome. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Aksi yang di kemukakan oleh Talcot Parsons dan Teori Pemberdayaan yang dikemukakan oleh Ambar Teguh Sulistiani. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini bersumber dari data primer dan data skunder. Teknik pengumpulan data digunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan Purposive Sampling, dalam hal ini dikelompokkan menjadi dua bagian yang pertama pihak yang terlibat secara tidak langsung yaitu Dinas Pemerintah, LSM, Kepala Desa, Konsumen, dan Masyarakat Sekitar yang masing-masing diambil sampel 1 (satu) orang. Yang kedua pihak yang terlibat langsung yaitu Ketua BKM, Kader Penggerak yang masing masing diambil 1 (satu) orang dan 5 (lima) orang Pengerajin. Data dianalisi dengan analisis model interaktif yang menggunakan tigs komponen utama, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta verivikasi. Validitas data digunakan teknik triangulasi sumber. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa penyuluhan yang merupakan bentuk nyata dari PROSES pemberdayaan, mampu merubah pola perilaku atau sikap dan pemikiran masyarakat Desa Sanggung yang berperan sebagai INPUT dan AKTOR. Perubahan pola perilaku atau sikap dan pemikiran masyarakat dapat dilihat pada OUTPUT dan OUTCOME yang dikelompokkan berdasarkan indikator keberdayaan yang dikemukakan oleh Soeharto.Masyarakat Desa Sanggung yang meupakan aktor, mampu menggunakan alat dan sarana yang ada guna mencapai tujuan yaitu menjadikan mereka lebih berdaya.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
    Depositing User: Nur Anisah
    Date Deposited: 07 May 2014 23:37
    Last Modified: 07 May 2014 23:37
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/15317

    Actions (login required)

    View Item