ANALISIS PERMINTAAN DAN KETAHANAN PANGAN TINGKAT RUMAH TANGGA DI PROVINSI JAWA TENGAH

Purwaningsih, Yunastiti (2010) ANALISIS PERMINTAAN DAN KETAHANAN PANGAN TINGKAT RUMAH TANGGA DI PROVINSI JAWA TENGAH. PhD thesis, Universitas Gadjah Mada.

[img] Microsoft Word - Published Version
Download (3504Kb)

    Abstract

    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui : (i) pengaruh harga pangan, pendapatan rumah tangga dan karakteristik rumah tangga terhadap pangsa pengeluaran pangan rumah tangga pada berbagai tingkat ketahanan pangan rumah tangga, dan (ii) pengaruh harga pangan, pendapatan rumah tangga dan karakteristik rumah tangga terhadap tingkat ketahanan pangan rumah tangga. Penelitian dilatarbelakangi fenomena kecenderungan kenaikan harga pangan yang berdampak pada menurunnya permintaan rumah tangga untuk pangan. Di sisi lain, peningkatan harga pangan membawa dampak menurunnya pendapatan rumah tangga riil, dan akibatnya tingkat ketahanan pangan rumah tangga menjadi rendah. Penelitian mengambil Provinsi Jawa Tengah sebagai daerah penelitian. Data yang digunakan adalah Susenas Panel Maret 2008 Modul Konsumsi dari Badan Pusat Statistik, yang berupa data mentah. Teknik analisis yang digunakan : (i) Almost Ideal Demand System (AIDS) dalam bentuk aproksimasi linier (LA/AIDS) untuk estimasi pangsa pengeluaran pangan sebagai proksi dari permintaan pangan rumah tangga yang diselesaikan dengan SUR (Seemingly Unrelated Regression), dan (ii) regresi berganda model ordered probit untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi tingkat ketahanan pangan rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan : (i) kesemua komoditi pangan pada setiap rumah tangga menurut tingkat ketahanan pangan merupakan barang non giffen atau ordinary goods, dan bersifat inelastis, kecuali tembakau bersifat elastis dan mie untuk rumah tangga rawan pangan bersifat uniter, (ii) makanan dan minuman jadi merupakan pangan pengganti beras pada rumah tangga tahan, kurang dan rentan pangan, sedangkan pada rumah tangga rawan pangan, pangan pengganti beras adalah mie, (iii) setiap komoditi pangan pada setiap rumah tangga menurut tingkat ketahanan pangan merupakan barang normal, dan kesemuanya merupakan barang keperluan sehari-hari, kecuali pangan hewani serta makanan dan minuman jadi (untuk rumah tangga rentan dan rawan pangan), buah (untuk rumah tangga rentan pangan), mie (untuk rumah tangga rawan pangan), dan tembakau (untuk setiap rumah tangga menurut tingkat ketahanan pangan) merupakan barang mewah, (iv) semakin tinggi pendapatan rumah tangga maka semakin tahan pangan, semakin tinggi harga pangan dan semakin banyak jumlah anggota rumah tangga maka semakin tidak tahan pangan, rumah tangga dengan kepala keluarga berpendidikan SMTP ke bawah lebih tidak tahan pangan dibanding dengan berpendidikan SMTA ke atas, dan rumah tangga yang bertempat di wilayah perkotaan lebih tidak tahan pangan dibanding dengan rumah tangga di wilayah pedesaan. Kata Kunci : harga pangan, pendapatan rumah tangga, permintaan rumah tangga untuk pangan, ketahanan pangan rumah tangga

    Item Type: Thesis (PhD)
    Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
    Divisions: Fakultas Ekonomi
    Depositing User: AB Kusuma
    Date Deposited: 09 Jul 2013 09:48
    Last Modified: 09 Jul 2013 09:48
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/1522

    Actions (login required)

    View Item