HUBUNGAN ANTARA INSTITUSI SOSIAL, MODAL SOSIAL, DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENGENTASAN KEMISKINAN

Slamet, Yulius (2010) HUBUNGAN ANTARA INSTITUSI SOSIAL, MODAL SOSIAL, DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENGENTASAN KEMISKINAN. PhD thesis, Universiti Utara Malaysia.

[img] Microsoft Word - Published Version
Download (48Kb)

    Abstract

    Penelitian ini menggunakan tiga variabel utama. Ketiga variabel itu ialah institusi sosial, modal sosial, dan hubungan antara kedua variabel itu serta pengaruhnya terhadap pengentasan kemiskinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari factor-faktor penyebab kemiskinan, khususnya kemiskinan penduduk Kota Surakarta anggota Kelompok Swadaya Masyarakat. Lima tujuan penelitian digunakan sebagai pemandu arah. Kelima tujuan penelitian itu adalah mengetahui pola-pola kemiskinan dan pola-pola penyebab kemiskinan, menemukan institusi-institusi sosial yang menyokong terciptanya modal sosial, mengungkap alasan responden yang menjadi dasar dari pendapat mereka mengenai kemiskinan dan modal sosial, serta membuktikan apakah modal sosial berpengaruh terhadap pengentasan kemiskinan. Hipotesis yang dirumuskan adalah apakah ada hubungan dan pengaruh modal sosial bonding, bridging, dan linking terhadap pengentasan kemiskinan. Justeru dari pemahaman ini, kenyataan kemiskinan dapat dipelajari berdasarkan pengalaman masa lalu dari golongan khusus. Penelitian ini menggunakan metode triangulasi data untuk menjawab persoalan kajian. Metode survei digunakan untuk menyelidiki pola-pola modal sosial pola-pola kemiskinan, serta untuk menguji model hubungan sebab akibat yang telah dihipotesiskan. Kedua, penyelidikan lapangan dalam bentuk pengamatan dan wawancara dan diskusi kelompok terfokus dilaksanakan untuk mengungkap pola dan peranan institusi sosial serta alasan yang diketengahkan sebagai dasar dari pendapat mereka dalam hal yang berkaitan dengan kemiskinan serta pengaruh modal sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemiskinan disebabkan oleh faktor-faktor struktural yaitu perubahan di dalam dasar-dasar kebijakan pemerintah yang berhubungan dengan ekonomi dan politik. Di samping itu, pola kemiskinan mengikuti ciri-ciri individu, seperti taraf pendidikan, pendapatan, umur, anutan agama, dan pencapaian tingkat pendidikan orang tua, yang kelihatan berpengaruh terhadap keberhasilan keluar dari lingkaran kemiskinan. Hasil penyelidikan lapangan menunjukkan bahwa pendapatan dan sikap responden dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya Jawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengentasan kemiskinan tidak berhubungan dengan modal sosial bonding, tetapi berhubungan dengan bridging dan linking. Lantaran itu, pelajaran yang diperolehi dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurangan derajad kemiskinan secara langsung maupun tidak langsung harus dilakukan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa ada lima institusi sosial yang menciptakan modal sosial bonding, lima menciptakan modal sosial bridging, dan dua menciptakan modal sosial linking. Walaupun demikian, masing-masing institusi sosial berbeda antara satu dengan yang lainnya. Hasil survei mengungkapkan bahwa responden memiliki modal sosial bonding yang tinggi, modal sosial bridging yang sedang, dan rendah dalam modal sosial linking. Secara keseluruhan, hasil penelitian secara nyata menunjukkan bahwa pendidikan, penghasilan dan anutan agama tidak memberi pengaruh terhadap modal sosial bonding. Tetapi, modal sosial bridging dan linking sangat kuat dipengaruhi oleh pendapatan dan taraf pendidikan. Ternyata umur memiliki hubungan yang berarah negatif dengan modal sosial bonding, bridging, maupun linking.

    Item Type: Thesis (PhD)
    Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General)
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Depositing User: AB Kusuma
    Date Deposited: 09 Jul 2013 08:16
    Last Modified: 09 Jul 2013 08:16
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/1521

    Actions (login required)

    View Item