TELAAH YURIDIS EKSISTENSI SAKSI A DE CHARGE SEBAGAI BENTUK PERLAWANAN TERDAKWA TERHADAP ALAT BUKTI PENUNTUT UMUM DAN ARGUMENTASI HAKIM DALAM PENILAIANNYA SEBAGAI ALAT BUKTI DALAM PEMERIKSAAN PERKARA PENGANIAYAAN DI PENGADILAN NEGERI DEMAK (STUDI KASUS DALAM PUTUSAN NOMOR : 193/Pid. B/2011/PN. Dmk)

ARDIANTI, MITA (2013) TELAAH YURIDIS EKSISTENSI SAKSI A DE CHARGE SEBAGAI BENTUK PERLAWANAN TERDAKWA TERHADAP ALAT BUKTI PENUNTUT UMUM DAN ARGUMENTASI HAKIM DALAM PENILAIANNYA SEBAGAI ALAT BUKTI DALAM PEMERIKSAAN PERKARA PENGANIAYAAN DI PENGADILAN NEGERI DEMAK (STUDI KASUS DALAM PUTUSAN NOMOR : 193/Pid. B/2011/PN. Dmk). Other thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img]
Preview
PDF
Download (635Kb) | Preview

    Abstract

    MITA ARDIANTI, E 0009220, TELAAH YURIDIS EKSISTENSI SAKSI A DE CHARGE SEBAGAI BENTUK PERLAWANAN TERDAKWA TERHADAP ALAT BUKTI PENUNTUT UMUM DAN ARGUMENTASI HAKIM DALAM PENILAIANNYA SEBAGAI ALAT BUKTI DALAM PEMERIKSAAN PERKARA PENGANIAYAAN DI PENGADILAN NEGERI DEMAK (STUDI KASUS DALAM PUTUSAN NOMOR : 193/Pid. B/2011/PN. Dmk), Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret. Penelitian hukum ini bertujuan untuk mengetahui eksistensi saksi a de charge sebagai bentuk perlawanan terdakwa terhadap alat bukti penuntut umum dan untuk mengetahui bagaimana argumentasi hakim dalam penilaiannya sebagai alat bukti dalam pemeriksaan perkara penganiayaan di Pengadilan Negeri Demak. Penelitian ini merupakan penelitian hukum doktrinal yang bersifat preskriptif dan terapan untuk menemukan jawaban akan eksistensi saksi a de charge. Jenis data yang digunakan yaitu data sekunder yang mencakup bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Metode yang digunakan ialah kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu studi dokumen. Kemudian data tersebut dianalisis untuk mendapatkan landasan teori yang berhubungan dengan masalah hukum yang konkrit kemudian dapat diambil kesimpulan. Analisis data yang dilaksanakan dengan bersifat deduksi dan menggunakan metode silogisme (dalam permasalahan penelitian nomor 1 dan 2) untuk dijadikan peristiwa hukum (jawaban permasalahan nomor 1 dan 2) untuk memperoleh jawaban mengenai keberadaan saksi a de charge yang merupakan hak Terdakwa untuk mengahadirkannya di muka sidang. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diambil kesimpulan, Kesatu, saksi a de charge dihadirkan untuk terpenuhinya hak-hak Terdakwa. Pemeriksaan saksi a de charge demi memperoleh petunjuk akan peristiwa dan pelaku sebenarnya. Terdakwa wajib dianggap tidak bersalah sebelum adanya Putusan Hakim yang tetap Kedua, dalam Surat Dakwaan pembuktian tindak pidana penganiayaan oleh Penuntut Umum dengan dakwaan tunggal Pasal 351 ayat (1) KUHP. Ketiga, unsur-unsur penganiayaan dalam Pasal 351 ayat (1) KUHP atas argumentasi Hakim tidak terpenuhi dengan mempertimbangkan alat bukti saksi a de charge. Kata Kunci : saksi a de charge, hak-hak Terdakwa, argumentasi hakim. This legal research aims to determine the existence of a de charge witnesses as a form of resistance against the defendant and the prosecutor the evidence to find out how the argument of the judge in his judgment as evidence in the case investigation persecution in Demak District Court. This research is prescriptive doctrinal law and applied to find answers to the existence of a de charge witnesses. The type of data used are secondary data include primary legal materials, legal materials and secondary legal materials tertiary. The method used is qualitative. Data collection techniques used are the study documents. The data is then analyzed to obtain the basic theory related to legal issues that concrete can then be concluded. Data analysis is carried out using the method of deduction and syllogism (in a number of research issues 1 and 2) to be used as legal events (answer problems number 1 and 2) for answers about the existence of a de charge witnesses were entitled defendant to face trial in. The based on the results of research and discussion can be concluded, One, a de charge witnesses presented to the rights of the defendant. Examination of a witness de charge in order to obtain clues to the events and the actual perpetrator. The accused shall be presumed innocent until a judge ruling that remain Secondly, the criminal indictment proving persecution by prosecution with single indictment of Article 351 paragraph (1) of the Criminal Code. Third, the elements of torture in Article 351 paragraph (1) of the Criminal Code on the argument Judge not satisfied with the evidence into account a de charge witnesses. Keywords: witness a de charge, the rights of the defendant, the judge argued.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: K Law > K Law (General)
    Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
    Depositing User: Satria Nur Fauzi
    Date Deposited: 06 May 2014 20:26
    Last Modified: 06 May 2014 20:26
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/15191

    Actions (login required)

    View Item