PERKEMBANGAN SENI NALURI REOG BRIJO LOR DAN PENGARUHNYA BAGI MASYARAKAT DESA KALIKEBO, KECAMATAN TRUCUK, KABUPATEN KLATEN, JAWA TENGAH

RUMBIYARDI, PUTRO CAHYO (2013) PERKEMBANGAN SENI NALURI REOG BRIJO LOR DAN PENGARUHNYA BAGI MASYARAKAT DESA KALIKEBO, KECAMATAN TRUCUK, KABUPATEN KLATEN, JAWA TENGAH. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (447Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK Putro Cahyo Rumbiyardi. PERKEMBANGAN SENI NALURI REOG BRIJO LOR DAN PENGARUHNYA BAGI MASYARAKAT DESA KALIKEBO, KECAMATAN TRUCUK, KABUPATEN KLATEN, JAWA TENGAH. Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret, Januari 2013. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan : (1) Sejarah munculnya Seni Naluri Reog Brijo Lor Desa Kalikebo, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, (2) Proses perkembangan Seni Naluri Reog Brijo Lor, Desa Kalikebo, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, (3) Dampak sosial Seni Naluri Reog Brijo Lor bagi Desa Kalikebo, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Bentuk penelitian ini deskriptif kualitatif, yaitu suatu cara dalam meneliti suatu peristiwa pada masa sekarang dengan menghasilkan data-data deskriptif yang berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang tertentu atau perilaku yang dapat diamati dengan menggunakan langkah-langkah tertentu. Dalam penelitian ini digunakan strategi studi kasus terpancang tunggal. Sumber data yang digunakan adalah sumber benda, tempat, peristiwa, informan, dan dokumen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Sampel yang digunakan bersifat purposive dan snowball sampling. Untuk menguji kebenaran data digunakan dua tehnik trianggulasi yaitu trianggulasi data dan trianggulasi metode. Tehnik analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif, yaitu proses analisis yang bergerak diantara tiga komponen yang meliputi reduksi data, penyajian data, verifikasi/penarikan kesimpulan, yang berlangsung secara siklus. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) keberadaan seni naluri reog brijolor amat terkait dengan aspek historis yaitu kesaktian tokoh yang dilegendakan masyarakat dalam bentuk cerita rakyat. Tokoh tersebut ialah Eyang Glego. Tokoh ini diyakini sampai sekarang masih hidup bersemayam di Gunung Merapi. (2) Seni reog dalam mempertahankan keberadaannya telah mengalami berbagai perubahan atau pergeseran. Pergeseran tersebut terletak pada fungsi/makna, maupun bentuk-bentuk penyajian, yaitu sejak tahun 1970-an. Perubahan bentuk penyajian terjadi pada beberapa unsur penyajiannya, seperti tata rias dan busana, iringan dan lagu-lagu yang digunakan serta durasi pertunjukkannya, serta alat pengeras suara yang sudah modern. (3) Kesenian dan pertunjukkan seni naluri reog brijolor sejak awal memiliki fungsi dan makna yang amat penting dalam kehidupan masyarakat. Makna dan fungsi seni naluri reog brijolor terhadap masyarakat setempat adalah sosial, ekonomi, budaya dan pariwisata, religius, dan seni atau estetik. ABSTRACT Putro Cahyo Rumbiyardi. THE DEVELOPMENT OF REOG BRIJO LOR CONSCIENCE ART AND ITS EFFECT ON THE KALIKEBO VILLAGERS, IN TRUCUK SUBDISTRICT, KLATEN REGENCY, CENTRAL JAVA. Thesis. Surakarta: Teacher Training and Education Faculty, Sebelas Maret University, January 2013. The objective of research is to describe: (1) History of Reog Brijo Lor conscience art emergence in Kalikebo village, Trucuk, Klaten Regency, Central Java, (2) the process of Reog Brijo Lor conscience art development in Kalikebo village, Trucuk, Klaten Regency, Central Java, and (3) the social effect of Reog Brijo Lor conscience art on Kalikebo village, Trucuk, Klaten Regency, Central Java. This study was a descriptive qualitative research, a way of investigating an event in the present by providing descriptive data in the form of written or spoken words from certain people or behavior observed using certain procedures. This research employed a single embedded case study strategy. The data source used was object, place, event, informant, and document. Techniques of collecting data used were observation, interview, and document analysis. The sample used was purposive and snowball sampling. To validate the data, two triangulation techniques were used: data and method triangulations. Technique of analyzing data used was an interactive analysis, the one moving between three components of data reduction, data display, and verification/conclusion drawing, occurring in cyclically. Considering the result of research, it could be concluded that: (1) the existence Eyang Glego. The former is believed as still living in Merapi Mount. (2) Reog art in maintaining its existence had experienced some changes or shifts. The shift lies in function/meaning, and presentation form, since 1970s. The change of presentation form occurring in several elements of presentation such as make up and costume, accompaniment and songs used as well as performance duration, had very important function and meaning in the society life. The function and ltural and tourism, religious, and art or aesthetics.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > LA History of education
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Sejarah
    Depositing User: Noviana Daruwati Kusuma Adi
    Date Deposited: 06 May 2014 18:46
    Last Modified: 06 May 2014 18:46
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/15157

    Actions (login required)

    View Item