PEMBUATAN SEL SURYA BERBASIS PEWARNA DENGAN METODE SPRAY COATING

HAPSARI, SUKMA HESTI AYU and AZIZAH, TYAS UMI NUR (2013) PEMBUATAN SEL SURYA BERBASIS PEWARNA DENGAN METODE SPRAY COATING. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (530Kb) | Preview

    Abstract

    Kebutuhan energi saat ini semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan listrik, akan tetapi tidak diimbangi dengan penyediaan bahan bakar fosil yang semakin lama semakin menipis. Ketersediaan energi matahari yang melimpah dimanfaatkan untuk pembuatan sel surya sebagai energi alternative. Sel surya tersensitasi zat pewarna (dye sensitized solar cell, DSSC) adalah pengembangan baru dari sel surya yang memanfaatkan peran zat pewarna (dye). Proses pembuatan larutan TiO2 sebagai bahan untuk menspray dibuat dari serbuk TiO2 yang berasal dari larutan TiCl4. Larutan TiO2 dibuat dengan cara melarutkan 1 gram serbuk TiO2 dalam 100 ml larutan HNO3 konsentrasi 0,1 M menggunakan magnetic stirrer. Serbuk TiO2 dimasukkan sedikit demi sedikit pada suhu 80ºC. Larutan spray yang telah terbentuk kemudian di aduk 1 jam dihitung setelah seluruh serbuk dimasukkan dan dijaga suhunya 80ºC. Larutan yang sudah jadi digunakan menspray.\ Sel surya terdiri dari empat bagian yaitu kaca elektroda, kaca counter electrode, pewarna, dan elektrolit. Kaca elektroda dibuat dengan memanaskan kaca semikonduktor yang telah dibentuk pola 3x1 cm sebagai media spray dan pemanasan kaca semikonduktor dilakukan pada suhu 500ºC. Spray dilakukan dengan waktu 10 detik dan jeda 30 detik dengan volume 10 ml. kondisi ini didapat dari pecobaan variasi sebelumnya. Kaca yang telah dispray lalu disintering pada suhu 500ºC selama 1 jam. Kaca kemudian direndam ke dalam pewarna ruthenium selama 24 jam. Tahap selanjutnya adalah membuat kaca counter electrode dengan metode doctor blade. Sebelum platina dideposisi kaca terlebih dahulu dilubangi untuk memasukkan elektolit. Kaca yang sudah dilubangi kemudian dilapisi dengan platina setelah itu di sintering pada suhu 450ºC selama 1 jam. Proses selanjutnya adalah perekatan kedua kaca dengan menggunakan spacer dengan bantuan panas dari setrika sehingga spacer meleleh. Tahap terakhir adalah pengisian elektrolit dan penutupan lubang dengan kaca preparat. Pengujian dalam pembuatan sel surya dilakukan dalam 2 tahap. Tahap pertama adalah pengujian lapisan TiO2 sebelum sel surya dirangkai yaitu pengujian X-Ray Diffracometer (XRD) yang fungsinya untuk menentukan jenis kristal dari TiO2. Berdasar pengujian yang dilakukan didapat hasil kristal TiO2 rutile. Tahap kedua adalah pengujian setelah sel surya dirangkai yaitu uji efi siensi yang bertujuan untuk mengetahui efisiensi kerja dari sel surya. Hasil pengujian diketahui sampel TiCl4 variasi jeda 30 detik merupakan hasil yang paling maksimum dengan Vmaks dan Imaks sebesar 0,53745532 dan 6,90257. 10-5 sehingga diperoleh efisiensi maksimum sebesar 0,012366069%.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TP Chemical technology
    Divisions: Fakultas Teknik > D3 - Teknik Kimia
    Depositing User: Lynda Rahmawati
    Date Deposited: 06 May 2014 17:14
    Last Modified: 06 May 2014 17:14
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/15106

    Actions (login required)

    View Item