PEMBUATAN SISTEM SIRKULASI AIR PENDINGIN KONDENSOR PERALATAN PIROLISIS SAMPAH PLASTIK

DANA, SEFI YUDA YURI YUAN and PRASETYO, SENO and NEGARA, TANGGUH PERWIRA (2013) PEMBUATAN SISTEM SIRKULASI AIR PENDINGIN KONDENSOR PERALATAN PIROLISIS SAMPAH PLASTIK. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (548Kb) | Preview

    Abstract

    Salah satu proses penting dalam proses pengembunan adalah pendinginan. Pendinginan merupakan suatu proses perpindahan panas dari fluida yang bersuhu tinggi ke fluida yang bersuhu rendah. Pada proses pendinginan terjadi dua macam proses perpindahan panas yaitu perpindahan panas secara konduksi dan perpindahan panas secara konveksi. Penelitian ini bertujuan untuk mendinginkan dan mensirkulasi air pendingin kondensor pada proses pembuatan bahan bakar cair dari sampah plastik. Proses pembuatan bahan bakar cair ini, air yang ada didalam kondensor mengalami kenaikan suhu. Hal tersebut dikarenakan proses perpindahan panas yang terjadi antara fluida dingin (air) dan fluida panas (uap) yang dihasilkan dari proses pirolisis. Air pendingin kondensor tersebut perlu dilakukan sirkulasi dan pendinginan. Pada sistem sirkulasi air pendingin ini terdiri dari radiator dan pompa. Luasan plate radiator yang dibutuhkan berdasarkan perhitungan sebesar 6,4 m2, sedangkan luasan plate radiator yang digunakan sebesar 6 m2. Radiator yang digunakan berupa radiator bekas yang masih layak pakai. Pompa air yang dibutuhkan berdasarkan perhitungan sebesar 2,8 L/menit, sedangkan laju alir pompa yang digunakan sebesar 10,9 L/menit. Air pendingin kondensor yang mengalami kenaikan suhu dipaksa masuk kedalam radiator dengan menggunakan pompa. Air tersebut akan mengisi kisi-kisi radiator. Udara pendingin yang dihasilkan dari blower akan kontak secara tidak langsung dengan air yang terdapat pada radiator. Kontak antara udara pendingin dan air yang mengalami kenaikan suhu akan terjadi transfer panas. Hal tersebut mengakibatkan suhu air akan mengalami penurunan. Dari hasil pengujian didapatkan suhu air pendingin kondensor setelah masuk radiator mengalami penurunan suhu. Udara pendingin setelah masuk radiator mengalami kenaikan suhu. Pada pirolisis plastik hitam, suhu air mengalami penurunan setelah keluar radiator sebesar 0,9 oC, sedangkan suhu udara mengalami kenaikan suhu sebesar 1,1 oC. Pada pirolisis Plastik Polypropilen, suhu air mengalami penurunan setelah keluar radiator sebesar 0,6 oC – 0,9 oC, sedangkan suhu udara mengalami kenaikan sebesar 0,7 oC – 1,1 oC. Selama pengujian alat perlu memperhatikan keselamatan kerja. Selama pengujian juga harus sering dilakukan perawatan–perawatan alat. Pada pompa perlu dilakukan pengecekan sambungan antar pipa untuk mencegah terjadinya kebocoran pada saat proses. Selain itu, tutup radiator perlu di periksa setiap saat. Tutup radiator harus terpasang secara baik.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
    Divisions: Fakultas Teknik > D3 - Teknik Kimia
    Depositing User: Lynda Rahmawati
    Date Deposited: 06 May 2014 17:00
    Last Modified: 06 May 2014 17:00
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/15100

    Actions (login required)

    View Item