(B. MIPA/Sains) Peningkatan Efisiensi Sel Surya Organik Berbahan Alam Metallometalloporphyrin Hybrid Polimer P3HT dengan Struktur Tandem

Supriyanto, Agus and Triyana, Kuwat and Ramelan, Ari Handono and Nurosyid, Fahru (2012) (B. MIPA/Sains) Peningkatan Efisiensi Sel Surya Organik Berbahan Alam Metallometalloporphyrin Hybrid Polimer P3HT dengan Struktur Tandem. .

[img] Microsoft Word (Metallometalloporphyrin, P3HT, absorbansi, fotokonduktivitas) - Published Version
Download (29Kb)

    Abstract

    Sel-surya organik (SSO) merupakan salah satu kandidat sel-surya masa depan, karena menawarkan kemudahan dalam proses sintesis bahan, fabrikasi, ringan dan dapat diproduksi secara masal serta berbiaya murah. Metallometalloporphyrin merupakan salah satu pigmen organik yang ada di dalam molekuler klorofil. Molekul ini berperan untuk mengkonversi energi matahari menjadi energi kimia dalam proses fotosintesis di tumbuh-tumbuhan. Metallometalloporphyrin yang di isolasi dari mikroalga spirulina digunakan untuk bahan sensititizer sebagai donor elektron pada lapisan polimer. Sel surya organik (SSO) berbahan metallometalloporphyrin alam akan di hybrid dengan material polimer yaitu poly(3-hexylthiophene) (P3HT). Struktur SSO yang akan dibuat adalah struktur tandem ITO/metallometalloporphyrin/P3HT/metal. Struktur sel surya tandem (multi-junction) di desain untuk mengatasi persoalan kehilangan energi ini. Sehingga mengoptimalkan masukan energi surya menjadi energi listrik. Penumbuhan Lapisan Tipis metallometalloporphyrin dibuat menggunakan metode spin coating. Parameter penumbuhan meliputi kecepatan putaran spin, konsentrasi larutan metalloporphyrin, temperatur pemanasan, dan waktu lama temperatur pemanasan. Spektrum serapan panjang gelombang terbentuk pada daerah 410 nm dan 660 nm. Parameter penumbuhan yang terbaik diperoleh kecepatan putar 1500 rpm, waktu putar 60 detik dan suhu pemanasan di bawah 200 0C dengan lama waktu tidak lebih dari 15 menit. Konsentrasi larutan metalloporphyrin yang baik pada keadaan konsentrasi 5,67 μg/ml. Fotokonduktivitas lapisan tipis meningkat seiring diberinya perlakuan suhu baik untuk keadaan ohmik maupun SCLC. Keadaan ohmik pada suhu 373 K konduktivitas meningkat menjadi sebesar 1,13x10-13 ohm-1.cm-1 . Dan keadaan SCLC pada suhu 373 K meningkat dengan konduktivitas sebesar 1,48x10-12 ohm-1.cm-1 . Lapisan tipis Poly(3-hexylthiophene) (P3HT) juga telah dibuat menggunakan metode spin coating dengan kecepatan putar 1500 rpm. Spektrum serapan panjang gelombang terbentuk pada daerah maksimum 400 nm sampai 650 nm. Fotokonduktivitas yang diperoleh untuk keadaan kondisi gelap diperoleh berkisar 1.2×10-5 ohm-1.cm-1 sedangkan untuk keadaan kondisi terang 4.0×10-5 ohm-1.cm-1. Nampak bahwa fotokonduktibitas lapisan tipis P3HT meningkat ketika diberi intensitas cahaya. Dari sifat fotokonduktivitas dari kedua lapisan tipis metalloporphyrin dan P3HT menunjukkan sifat respon ketika diberi instensitas cahaya. Hal ini bisa digunakan untuk bahan sel surya organik (SSO).

    Item Type: Article
    Subjects: Q Science > Q Science (General)
    Divisions: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - LPPM
    Depositing User: Miranda Nur Q. A.
    Date Deposited: 06 May 2014 16:13
    Last Modified: 06 May 2014 16:13
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/15082

    Actions (login required)

    View Item