(B. Pertanian) Optimasi Produktivitas Burung Puyuh (Coturnix coturnix japonica) melalui Transfer Gugus Metil dari Betain dalam Pakan

Ratriyanto, Adi and Indreswari, Rysca and Dewanti, Ratih and Sofyan, Ahmad (2012) (B. Pertanian) Optimasi Produktivitas Burung Puyuh (Coturnix coturnix japonica) melalui Transfer Gugus Metil dari Betain dalam Pakan. .

[img] Microsoft Word (puyuh, performan, kecernaan, betain, metionin) - Published Version
Download (27Kb)

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan paket teknologi pakan pada usaha peternakan burung puyuh, berupa formula pakan yang efisien dengan suplementasi betain yang murah serta mudah diaplikasikan oleh peternak. Sebanyak 1.020 ekor puyuh digunakan dalam penelitian ini, terdiri dari 900 ekor untuk uji efisiensi penggunaan nutrien dan 120 ekor untuk kecernaan. Pakan disusun terutama dari jagung kuning, bekatul, bungkil kedelai dan tepung ikan dengan kandungan metionin 0,3%, 0,4% dan 0,5% masing-masing disuplementasi betain sebesar 0%, 0,07%; 0,14% dan 0,21%, sehingga secara keseluruhan terdapat 12 kombinasi perlakuan. Pada masing-masing perlakuan dalam penelitian ini dilakukan 5 ulangan, dan setiap ulangan menggunakan 15 ekor (efisiensi penggunaan nutrien) dan 2 ekor puyuh (kecernaan). Data yang diamati adalah kecernaan bahan kering, protein, lemak kasar, serat kasar dan abu serta efisiensi penggunaan protein dan lemak. Data yang diperoleh dianalisis statistik menggunakan analisis variansi rancangan acak lengkap pola faktorial 3×4 dan jika terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan Uji Duncan’s untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Taraf signifikansi yang digunakan adalah P<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa level metionin 4 dan 5 g/kg menghasilkan kecernaan lemak kasar, massa telur, berat telur, persentase berat kerabang dan efisiensi penggunaan lemak lebih tinggi dari pada 3 g/kg (P<0,05), serta konversi pakan yang lebih rendah daripada 3 g/kg (P<0,05). Sementara itu suplementasi betain 1,4 g/kg menghasilkan kecernaan bahan kering, lemak kasar dan abu lebih tinggi daripada B0; 0,7 dan 2,1 g/kg. Suplementasi betain 2,1 g/kg menghasilkan kecernaan protein kasar lebih tinggi daripada lainnya. Oleh karena level metionin 4 dan 5 g/kg menghasilkan kecernaan nutrien dan performan yang setara, maka level metionin 4 g/kg dianggap lebih efisien. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah bahwa pakan yang menghasilkan kecernaan nutrien, performan maupun kualitas telur terbaik adalah yang mengandung metionin 4 g/kg serta pakan yang disuplementasi betain sebesar 1,4 g/kg.

    Item Type: Article
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - LPPM
    Depositing User: Miranda Nur Q. A.
    Date Deposited: 06 May 2014 16:11
    Last Modified: 06 May 2014 16:11
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/15081

    Actions (login required)

    View Item