PENGARUH ASAM SULFAT TERHADAP PERUBAHAN MAKRO STRUKTUR DAN MIKRO STRUKTUR BETON HIGH VOLUME FLY ASH - SELF COMPACTING CONCRETE

ADRIANINGTIAS, KARTIKA (2013) PENGARUH ASAM SULFAT TERHADAP PERUBAHAN MAKRO STRUKTUR DAN MIKRO STRUKTUR BETON HIGH VOLUME FLY ASH - SELF COMPACTING CONCRETE. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (602Kb) | Preview

    Abstract

    Penurunan ketahanan beton salah satunya disebabkan oleh adanya serangan zat kimia. Asam sulfat merupakan zat kimia yang memiliki agresifitas yang cukup tinggi yang dapat merubah struktur pada beton. Perlindungan beton diperlukan baik dari dalam maupun dari luar. Bahan tambah fly ash akan mengurangi dampak reaksi beton dengan asam sulfat, meningkatkan kepadatan, workability, dll. Penggunaan self compacting concrete juga akan menghasilkan beton dengan workability yang baik dan mengurangi penggunaan air. Kadar penggunaan fly ash pada beton hingga lebih dari 50% disebut dengan high volume fly ash – self compacting concrete. Kadar fly ash sebagai pengganti sebagian semen dalam beton yang cukup tinggi mampu memperkecil ruang antar agregat sehingga mengurangi reaksi beton dengan asam sulfat yang akan melarutkannya. Ketahanan beyond dapat diteliti dari perubahan baik makro struktur atau mikro struktur beton yang telah mengeras setelah bereaksi dengan asam sulfat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang dilakukan di Laboratorium Bahan dan Struktur Jurusan teknik Sipil Universitas Sebelas Maret. Untuk observasi penelitian struktur makro digunakan benda uji silinder diameter 15 cm dan tinggi 30 cm sebanyak 6 buah. Untuk observasi penelitian struktur mikro yang dilakukan di Balai Konservasi Borobudur Magelang dengan menggunakan Scanning Electron Microscope, digunakan benda uji slab slab persegi dengan ukuran 25 cm x 25 cm x 5 cm sebanyak 2 buah. Variasi penambahan kadar fly ash yang digunakan adalah 35%, 55%, dan 65% dari total berat binder. Benda uji akan direndam dalam air dan asam sulfat (konsentrasi 5%). Pengambilan data benda uji penelitian struktur makro dilakukan saat beton umur 7 hari, 28 hari, 56 hari, dan 90 hari. Pengujian benda uji penelitian struktur mikro dilakukan saat beton umur 7 hari (direndam air) dan umur 90 hari (direndam air dan direndam asam sulfat) dan juga dilakukan pengujian bahan (semen portland dan fly ash) yang akan digunakan sebelum penelitian. Hasil penelitian pada beton HVFA-SCC menunjukkan penggunaan fly ash yang semakin tinggi dalam campuran beton akan mengurangi dampak buruk akibat reaksi dengan asam sulfat. Ditinjau dari perubahan struktur makro maupun struktur mikro selama umur 90 hari. Beton HVFA-SCC kadar fly ash 65% memiliki bentuk yang paling baik dengan perubahan struktur beton yang paling sedikit dibanding dua variasi lain. Dari hasil penelitian mikro struktur didapati beton umur 7 hari memiliki struktur yang baik dengan ikatan semen dan fly ash yang baik. Fly ash sebagai filler mengurangi space dalam campuran beton sehingga didapat ketahanan yang baik. Beton umur 90 hari menunjukkan antara beton yang direndam air dan beton direndam asam sulfat. Beton yang direndam air memiliki ikatan yang baik serta ukuran partikel yang sama, sedangkan beton yang direndam asam sulfat memiliki ikatan yang buruk dan ukuran partikel yang lebih kecil. Terdapat space karena reaksi asam sulfat dan semen yang menyebabkan semen terlarut dan terkikis. Kata kunci : fly ash, HVFA-SCC, Scanning Electron Microscope.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: Q Science > QD Chemistry
    T Technology > TH Building construction
    Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil
    Depositing User: Lynda Rahmawati
    Date Deposited: 06 May 2014 02:19
    Last Modified: 06 May 2014 02:19
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/15036

    Actions (login required)

    View Item