PRARANCANGAN PABRIK AMONIUM KLORIDA DARI AMONIUM SULFAT DAN SODIUM KLORIDA KAPASITAS 25.000 TON/TAHUN

Mustika S, Novalia and Teguh, Ki Bagus (2013) PRARANCANGAN PABRIK AMONIUM KLORIDA DARI AMONIUM SULFAT DAN SODIUM KLORIDA KAPASITAS 25.000 TON/TAHUN. Other thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img]
Preview
PDF
Download (157Kb) | Preview

    Abstract

    Novalia Mustika S & Ki Bagus Teguh S, 2013, Prarancangan Pabrik Amonium Klorida dari Amonium Sulfat dan Sodium Klorida Kapasitas 25.000 ton/tahun, Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret, Surakarta Amonium klorida banyak digunakan pada berbagai industri seperti industri baterai, pupuk, dan farmasi. Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan adanya peluang ekspor yang masih terbuka, maka dirancang pabrik amonium klorida dengan kapasitas 25.000 ton/tahun dengan bahan baku amonium sulfat 33.073,088 ton/tahun dan sodium klorida 27.325,223 ton/tahun. Dengan memperhatikan beberapa faktor, seperti aspek penyediaan bahan baku, transportasi, tenaga kerja, pemasaran, serta utilitas, maka lokasi pabrik yang cukup strategis adalah di Kawasan Industri Gresik Jawa Timur pada tahun 2017 . Reaksi pembuatan amonium klorida dilakukan dengan mereaksikan amonium sulfat dengan sodium klorida dalam reaktor CSTR (Continous Stirer Tank Reactor) yang dilengkapi dengan koil pemanas dan pada kondisi tekanan 1 atm dan suhu 1000C. Produk yang keluar dari reaktor masuk ke rotary vacuum filter untuk memisahkan endapan sodium sulfat yang terbentuk untuk selanjutnya dikeringkan di dalam rotary dryer. Sedangkan larutan amonium klorida dilewatkan pada evaporator agar mencapai kondisi jenuh sebelum masuk ke crystalizer. Dari crystalizer produk dilewatkan pada centrifuge untuk memisahkan kristal amonium klorida dengan mother liquor-nya, dan selanjutnya dikeringkan di dalam rotary dryer. Peralatan proses yang ada antara lain tangki pencampur, hopper, belt conveyor, bucket elevator, pompa, reactor, rotary vacuum filter, rotary dryer, evaporator, crystalizer, centrifuge, dan heat exchanger. Unit pendukung proses didirikan untuk menunjang proses produksi yang terdiri dari unit penyediaan air, steam, tenaga listrik, penyediaan bahan bakar, serta unit pengolahan limbah. Agar mutu bahan baku dan kualitas produk tetap terkendali, maka keberadaan laboratorium sangat diperlukan. Dalam pabrik amonium klorida ini terdapat tiga buah laboratorium, yaitu laboratorium analitika dan fisik, laboratorium pengamatan, laboratorium penelitian dan pengembangan. Bentuk perusahaan adalah PT (Perseroan Terbatas) dengan struktur organisasi line and staff. Sistem kerja karyawan berdasarkan pembagian jam kerja yang terdiri dari karyawan shift dan non shift . Hasil analisa ekonomi terhadap prarancangan pabrik amonium klorida diperoleh bahwa total investasi (TCI) sebesar Rp 470.836.270.997,00 dan total biaya produksi (Production Cost) Rp 549.141.517.314,00. Dari analisa kelayakan diperoleh hasil ROI (Return on Investment) sebelum pajak 24,07% dan sesudah pajak 18,05%.POT (Pay Out Time) sebelum pajak 3,12 tahun dan sesudah pajak 3,8 tahun, BEP (Break Even Point) 59,01%, SDP (Shut Down Point) 36,24% dan DCF (Discounted Cash Flow) sebesar 14,64%.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > T Technology (General)
    Divisions: Fakultas Teknik > D3 - Teknik Kimia
    Depositing User: Satria Nur Fauzi
    Date Deposited: 06 May 2014 00:19
    Last Modified: 06 May 2014 00:19
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/15028

    Actions (login required)

    View Item