KAJIAN HUKUM PIDANA TERHADAP TINDAK PIDANA PENGEDARAN UANG KERTAS PALSU SEBAGAI DELIK PENYERTAAN (DEELNEMING) (STUDI PUTUSAN PENGADILAN NEGERI KEBUMEN NOMOR 245/PID.B/2012/PN.KBM)

MUKTININGRUM, DIAN AYU PURBORINI (2013) KAJIAN HUKUM PIDANA TERHADAP TINDAK PIDANA PENGEDARAN UANG KERTAS PALSU SEBAGAI DELIK PENYERTAAN (DEELNEMING) (STUDI PUTUSAN PENGADILAN NEGERI KEBUMEN NOMOR 245/PID.B/2012/PN.KBM). Other thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img]
Preview
PDF
Download (539Kb) | Preview

    Abstract

    DIAN AYU PURBORINI MUKTININGRUM. E0009102. 2013. KAJIAN HUKUM PIDANA TERHADAP TINDAK PIDANA PENGEDARAN UANG KERTAS PALSU SEBAGAI DELIK PENYERTAAN (DEELNEMING) (STUDI PUTUSAN PENGADILAN NEGERI KEBUMEN NOMOR 245/PID.B/2012/PN.KBM). Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui pengaturan hukum terhadap delik penyertaan (deelneming) dalam hukum pidana Indonesia dan untuk mengetahui pertimbangan hukum yang dilakukan oleh hakim dalam menangani tindak pidana turut serta dengan sengaja mengedarkan uang kertas seperti uang kertas asli dan tidak ditiru yang pada waktu diterima olehnya diketahui dipalsukan (Studi Putusan No. 245/Pid B/2012/PN. Kbm). Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif bersifat perskriptif, dengan cara mempelajari tujuan hukum, dan norma-norma hukum, konsep-konsep hukum, nilainilai keadilan, dan validitas aturan hukum. Sumber bahan hukum terdiri dari bahan hukum primer dan sekunder. Teknik pengumpulan bahan yang digunakan yaitu melalui studi putusan, studi kepustakaan/dokumen, teknik analisa data yang digunakan penulis adalah metode silogisme dan interpretasi dengan menggunakan pola pikir deduktif. Bahwa Penyertaan (Deelneming) dipermasalahkan dalam hukum pidana karena berdasarkan kenyataan sering suatu tindak pidana dilakukan bersama oleh beberapa orang. Bentuk-bentuk penyertaan terdapat dan diterangkan dalam Pasal 55 dan Pasal 56. Pasal 55 mengenai golongan yang disebut dengan mededader (disebut para peserta, atau para pembuat), dan Pasal 56 mengenai medeplichtige (pembuat pembantu). Bahwa seorang hakim harus mempertimbangkan faktor-faktor yang ada dalam diri terdakwa, yaitu apakah terdakwa benar-benar melakukan perbuatan yang dituduhkannya apakah terdakwa mengetahui perbuatan tersebut melanggar hukum sehingga dilakukan dengan adanya perasaan takut dan bersalah, apakah terdakwa pada waktu melakukan perbuatan dianggap dapat bertanggung jawab atau tidak. Selain itu hakim juga harus memberikan putusan sesuai dengan undang-undang dan tentunya berdasarkan nilai-nilai kehidupan yang berkembang dalam masyarakat. Kata kunci : pengedaran, penyertaan, tindak pidana, uang palsu. DIAN AYU PURBORINI MUKTININGRUM. E0009102. 2013. REVIEW OF CRIMINAL LAW TOWARDS CRIMINAL ACTION OF COUNTERFEIT BANK NOTE AS DEELNEMING (A STUDY OF KEBUMEN STATE COURT VERDICT NUMBER 245/PID.B/2012/PN.KBM). Law Faculty of Sebelas Maret University This research was aimed to know the law rule of deelneming in Indonesian criminal law and law consideration conducted by the judge in handling criminal action of involving intentionally distributed bank note as original bank note and imitated when accepted (Verdict Letter No. 245/Pid B/2012/PN. Kbm). This research was prescriptive normative law research by learning law purpose and law norms, law concepts, justice values and law rule validity. Law material source consisted of primary and secondary law material. The material collection technique used verdict study, literary/documents study, the data analysis technique utilized was syllogism method and interpretation with deductive thinking pattern. That deelneming was questioned in criminal law because based on the frequent or not the criminal action done with some people. Deelneming forms included and discussed in Article 55 and 56. Article 55 was about a group called mededader (called by the participants or makers), and Article 56 was about medeplichtige (assistant makers) That a judge might consider factors in the defendant, which was whether he/she made the criminal action as what was accused, whether the defendant knew that the action broke the law so that it was done with anxiety or guilt, whether the defendant at the time of the committing can be responsible or not. Besides, the judge might give a verdict as the Act and based on developing life values in the society. Keywords: distribution, deelneming , criminal action, counterfeit money.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: K Law > K Law (General)
    Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
    Depositing User: Satria Nur Fauzi
    Date Deposited: 05 May 2014 23:05
    Last Modified: 05 May 2014 23:05
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/14994

    Actions (login required)

    View Item