PERANAN BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA SURAKARTA DALAM MEWUJUDKAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) BENGAWAN SOLO

Indrayanto, Harry (2013) PERANAN BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA SURAKARTA DALAM MEWUJUDKAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) BENGAWAN SOLO. Other thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img]
Preview
PDF
Download (824Kb) | Preview

    Abstract

    Harry Indrayanto, E0009156. 2013. PERANAN BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA SURAKARTA DALAM MEWUJUDKAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) BENGAWAN SOLO. Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret. .... Penulisan hukum ini bertujuan untuk mengetahui peranan Badan Lingkungan Hidup Kota Surakarta dalam mewujudkan pengelolaan yang terdapat di daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo serta mengetahui apakah pengelolaan DAS tersebut sudah berdasarkan peraturan yang berlaku. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian empiris . sumber data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan sumber data primer, sumber data sekunder, dan sumber data tersier. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan teknik wawancara serta studi kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dihasilkan simpulan sebagai berikut : Kesatu, peranan BLH Kota Surakarta dalam melakukan pengelolaan DAS Bengawan Solo sudah berlangsung cukup efektif dengan tujuan utama berusaha untuk mengembalikan daerah yang berada di sekitar DAS Bengawan Solo yaitu daerah bantaran sungai beserta daerah anak sungai Bengawan Solo menjadi daerah konservasi serta daerah tangkapan air. Pola pengelolaan DAS tersebut jika disinkronkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2012 tentang Pengelolaan DAS pola ini sudah sesuai dengan Pasal 1 ayat (1) mengenai pengertian DAS yang didalamnya juga termasuk yaitu sungai beserta anak sungai, serta melalui Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2012 Pasal 2 ayat (4) mengenai pola pengelolaan DAS yang melibatkan beberapa instansi serta lintas wilayah administrasi sehingga dalam hal ini DAS Bengawan Solo juga merupakan salah satu dari wilayah kerja dari BLH Kota Surakarta untuk turut serta berperan dalam pengelolaannya karena secara garis wilayah DAS Bengawan Solo melewati yuridiksi dari Kota Surakarta. Pengelolaan tersebut dijalankan dengan pembangunan taman/ hutan kota, program kali bersih, pemantauan kualitas air, dan IPAL. Kedua, hambatan dalam pengelolaan DAS Bengawan Solo oleh BLH Kota Surakarta yaitu apabila program yang diterapkan kurang produktif maka terkadang dana yang direncakan susah untuk dicairkan, kurang memadainya alat yang digunakan, belum terdapatnya laboratoorium yang memadai, kurangnya sumber daya manusia yang dimiliki oleh BLH Kota Surakarta, dan kurangnya kesadaran masayarakat dalam menjaga lingkungan di kawasan bantaran sungai. Kata kunci : BLH Kota Surakarta, Pengelolaan, DAS Bengawan Solo. Harry Indrayanto, E0009156. 2013. THE ROLE OF ENVIRONMENT AGENCY IN SURAKARTA TO MAKING ENVIRONMENTAL MANAGEMENT OF THE WATERSHED IN BENGAWAN SOLO. Faculty of Law, Sebelas Maret University. This legal writing is aimed to determine the role of the Environment Agency in Surakarta contained in realizing management of the watersheds (DAS) and determine whether the management of the Bengawan Solo watershed river based on state laws. This research included in the empirical research. The data sources used in this study using primary data sources, secondary sources, and tertiary data sources. The techniques of data collection that writer used is by interview and literature study. Based on the results of the research and discussion is produced this following conclusions: One, the role of Environment Agency Surakarta in doing Bengawan Solo river management has been going quite effectively with the primary objective seeks to restore areas that are around the area of the watershed Bengawan Solo riparian areas along creeks Bengawan Solo become a conservation area and water catchment area. The watershed management scheme if synchronized with Government Regulation No. 37 of 2012 about watershed management is appropiate with Article 1 of that Regulation paragraph about the notion of watershed which also includes the river and its tributaries, as well as through the Government Regulation No. 37 of 2012 Article 2 paragraph 4 of the watershed management scheme involving multiple agencies and across administrative areas so that in this case the watershed of Bengawan Solo river is also one of the working area of Environment Agency in Surakarta to participate in its management because the watershed line of Bengawan Solo river passing through the jurisdiction of the city of Surakarta. Management is being implemented with the construction of the park / forest city, clean program, monitoring water quality, and wastewater treatment. Secondly, bottlenecks of the watershed in Bengawan Solo river management by Enviroment Agency in Surakarta is if the program not effective the planned funds will be hard to disbursed. The another bottleneck is lack of adequate tools used, yet the presence of adequate laboratoorium, and lack of human resources owned by Enviroment Agency in Surakarta , and lack of awareness of communities in protecting the environment in the area along the river. Keywords: Environment Agency of Surakarta, Management,watershed of Bengawan Solo river.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: K Law > K Law (General)
    Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
    Depositing User: Satria Nur Fauzi
    Date Deposited: 05 May 2014 22:52
    Last Modified: 05 May 2014 22:52
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/14988

    Actions (login required)

    View Item