ANALISIS KINERJA SEKTOR PERTANIAN DALAM PEREKONOMIAN WILAYAH DI KABUPATEN BOGOR JAWA BARAT

Rezeki, Kiky Fitriyanti (2013) ANALISIS KINERJA SEKTOR PERTANIAN DALAM PEREKONOMIAN WILAYAH DI KABUPATEN BOGOR JAWA BARAT. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (193Kb) | Preview

    Abstract

    The purpose of this research is to analyze the economic sector and sub sector of the agricultural sector/sub sector base in Bogor regency, to analyze the components of the growth of the economic sector and sub sector of agriculture in Bogor regency, and to analyse the priority development of the agricultural sector and the agricultural sector in the economy of the region in Bogor regency. The research method used is descriptive data analysis with the method of Location Quotient, and Shift Share. The Data used the data gross Regional domestic product and Bogor Regency of West Java province in 2006-2010 on the basis of Constant Prices of 2000, Bogor district In 2011, Number and medium-term Regional development plan (RPJMD) Bogor in 2009-2013. The results of this research show that during the 2006-2010 period, the agricultural sector in Bogor regency is a non-sector base, whereas the base sector is a sector and processing industry sectors of electricity, gas and water. Sub sector of Agricultural the base in Bogor regency is a sub sector, sub sector plantation crop husbandry and fishery. Every sector of the economy has Pnij positively. The agricultural sector has a slow growth and does not have a good competitiveness (PP value of Rp-54.549.632.908 and the value of Rp PPW-25.803.388.428). Each sub- sector in the agricultural sector has a positive value PNij. The Sub sectors that have a rapid growth of the sub sectors of food crops and fisheries sectors (PP value amounting to Rp 26.485.400.211 and Rp 3.918.353.827), while the sub sectors that have a good competitiveness of the sub sectors of crop plantations, animal husbandry sector, sub sub sectors of forestry and fishery (PPW value amounting to Rp 5.806.193.173, Rp 62.185.947.013, Rp 1.288.900.540 and Rp 5.666.732.640). Priority development of the agricultural sector in the economic sector in Bogor regency occupies the fifth development priority. Priority development sub sectors on agricultural sectors which sub fishery occupied the main development priorities, the sub sectors of crop plantations and sub sectors of the farm occupied the second development priority, the priority development of forestry sector occupying the third and food crops sub sector occupied the fourth development priority. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sektor perekonomian dan sub sektor pertanian yang menjadi sektor/sub sektor basis di Kabupaten Bogor, untuk menganalisis komponen pertumbuhan wilayah sektor perekonomian dan sub sektor pertanian di Kabupaten Bogor, dan untuk menganalisis prioritas pengembangan sektor pertanian dan sub sektor pertanian dalam perekonomian wilayah di Kabupaten Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan metode analisis data Location Quotient, dan Shift Share. Data yang digunakan yaitu data Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Bogor dan Provinsi Jawa Barat tahun 2006-2010 Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000, Kabupaten Bogor Dalam Angka 2011, dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bogor Tahun 2009- 2013. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa selama kurun waktu 2006-2010, sektor pertanian di Kabupaten Bogor merupakan sektor non basis, sedangkan yang menjadi sektor basis adalah sektor industri pengolahan dan sektor listrik, gas dan air. Sub sektor pertanian yang menjadi basis di Kabupaten Bogor adalah sub sektor tanaman perkebunan, sub sektor peternakan dan sub sektor perikanan. Tiap-tiap sektor perekonomian memiliki nilai Pnij positif. Sektor Pertanian memiliki pertumbuhan yang lambat dan tidak memiliki daya saing yang baik (nilai PP sebesar Rp -54.549.632.908 dan nilai PPW sebesar Rp -25.803.388.428). Tiap-tiap sub sektor pada sektor pertanian memiliki nilai PNij positif. Sub sektor yang memiliki pertumbuhan cepat yaitu sub sektor tanaman bahan makanan dan sub sektor perikanan (nilai PP sebesar Rp 26.485.400.211 dan Rp 3.918.353.827), sedangkan sub sektor yang memiliki daya saing yang baik yaitu sub sektor tanaman perkebunan, sub sektor peternakan, sub sektor kehutanan dan sub sektor perikanan (nilai PPW sebesar Rp 5.806.193.173, Rp 62.185.947.013, Rp 1.288.900.540 dan Rp 5.666.732.640). Prioritas pengembangan sektor pertanian pada sektor perekonomian di Kabupaten Bogor menduduki prioritas pengembangan kelima. Prioritas pengembangan sub sektor pada sektor pertanian yaitu sub sektor perikanan menduduki prioritas pengembangan utama, sub sektor tanaman perkebunan dan sub sektor peternakan menduduki prioritas pengembangan kedua, sub sektor kehutanan menduduki prioritas pengembangan ketiga dan sub sektor tanaman bahan makanan menduduki prioritas pengembangan keempat.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Depositing User: Prima Adi Pradana
    Date Deposited: 05 May 2014 22:21
    Last Modified: 05 May 2014 22:21
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/14976

    Actions (login required)

    View Item