KONSTRUKSI MODEL PROGRAM PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DI PERGURUAN TINGGI: PENDEKATAN SEQUENTIAL EXPLORATORY MIXED RESEARCH DESIGN BERBASIS MULTI KASUS

Susilaningsih, (2012) KONSTRUKSI MODEL PROGRAM PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DI PERGURUAN TINGGI: PENDEKATAN SEQUENTIAL EXPLORATORY MIXED RESEARCH DESIGN BERBASIS MULTI KASUS. PhD thesis, Universitas Negeri Malang.

[img] Microsoft Word - Published Version
Download (14Kb)

    Abstract

    Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) menjelaskan model program pendidikan kewirausahaan yang diterapkan di tiga Perguruan Tinggi di Indonesia; (2) menjelaskan keberhasilan program pendidikan kewirausahaan dengan model program pendidikan kewirausahaan di tiga Perguruan Tinggi di Indonesia; (3) menjelaskan faktor-faktor yang mendukung keberhasilan pengembangan program pendidikan kewirausahaan di Perguruan Tinggi; (4) mengonstruksi model program pendidikan kewirausahaan sebagai sebuah alternatif model yang dapat meningkatkan daya saing lulusan Perguruan Tinggi di Indonesia. Mempertimbangkan permasalahan penelitian yang dikaji, maka pendekatan penelitian yang digunakan adalah sequential exploratory mixed research design berbasis multi kasus. Penelitian diawali dengan mengeksplor model program pendidikan kewirausahaan di tiga perguruan tinggi sebagai best practices; dilanjutkan dengan memverifikasi faktor-faktor yang melingkupi variabel-variabel pendidikan kewirausahaan di Perguruan Tinggi yang mewakili perguruan tinggi negeri dan swasta di wilayah Indonesia Timur, Tengah dan Barat yang melaksanakan program pendidikan kewirausahaan. Tahap selanjutnya adalah menyusun konsep model program pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi di Indonesia; melakukan uji pakar dan revisi; dan mengonstruksi alternatif model program pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) model program pendidikan kewirausahaan di Perguruan Tinggi yang dikaji sebagai kasus dalam penelitian ini dilihat dari dimensi organisasi dan menejemen memiliki komitmen mengembangkan budaya kewirausahaan; perguruan tinggi memiliki program kegiatan utama untuk merubah mindset mahasiswa; ditindak lanjuti dengan program kegiatan pendukung (lanjutan); didukung oleh sarana prasarana; dan perguruan tinggi menjalin kerjasama dengan institusi lain untuk meningkatkan program pendidikan kewirausahaan. Dengan model semacam itu (2) perguruan tinggi memiliki keberhasilan di tingkat nasional dan internasional, bahkan salah satu perguruan tinggi dalam kasus penelitian ini diakui oleh UNESCO sebagai perguruan tinggi swasta dunia model private entrepreneur. (3) faktor-faktor yang melingkupi keberhasilan program pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi di Indonesia adalah komitmen perguruan tinggi; iklim kewirausahaan; kegiatan utama; kegiatan pendukung (lanjutan); dan sarana prasarana. Dengan memenuhi faktor-faktor tersebut, konstruksi model program pendidikan kewirausahaan yang diusulkan adalah (4) melaksanakan program secara bertahap dimulai dengan tahap pemicu sadar kewirausahaan; tahap dasar; tahap kesadaran kebutuhan kompetensi; tahap aplikasi kreatifitas dan inovasi; tahap start-up; dan tahap pertumbuhan. [Kata kunci: konstruksi; program pendidikan kewirausahaan].

    Item Type: Thesis (PhD)
    Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Depositing User: AB Kusuma
    Date Deposited: 09 Jul 2013 07:02
    Last Modified: 09 Jul 2013 07:02
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/1494

    Actions (login required)

    View Item