ANALISIS EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PROGRAM KEBUN BIBIT RAKYAT (KBR) DI KABUPATEN NGAWI

Aprilasetia, Dodi (2013) ANALISIS EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PROGRAM KEBUN BIBIT RAKYAT (KBR) DI KABUPATEN NGAWI. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (788Kb) | Preview

    Abstract

    The aims of this study is to empirically examine the effect of the number of members, frequency of arrival of a companion, the distance between the Forestry and Plantation offices with locations of farmer groups implementing KBR programs and the type of seed to the number of seeds produced. This research background about the making of the People Nursery (KBR) which is a Ministry program oriented community empowerment, especially forest communities. According to the Minister of Forestry of Republic of Indonesia Number: P.23/Menhut-II/2011 on Technical Guidelines People Nursery (KBR) the effectiveness of the program is to reach the number of seeds produced as many as 50,000 stems ready for planting. Conditions late program implementation found some farmer groups have not been able to achieve the set targets. This study uses a survey to 28 farmer groups KBR managers. While the techniques of data analysis using multiple linear regression. The research concludes that 1) the number of members, frequency of arrival of a companion, distance and type of seeds together have a positive and significant effect on the number of seeds produced at KBR program Ngawi district, 2) The number of members in partial have a positive and significant impact on the number of seeds generated at KBR program Ngawi district, and 3) Frequency arrival companion in partial positive and significant impact on the number of seeds produced at KBR programs Ngawi district; 4) The distance between the Forestry and Plantation offices with locations of farmer groups implementing KBR programs partially have a negative and significant effect on the number of seeds produced at KBR programs Ngawi district, 5) seed type in partial have a positive and significant impact on the number of seeds produced at KBR programs Ngawi district. Suggestions that can be delivered in this study were 1) farmer group should increase the active role of its members in carrying out this KBR programs, 2) escort officer should further increase the frequency of arrival on site farmer groups implementing KBR programs, 3) are far enough mileage should not excuse the officers accompanying the group of farmers struggling to help implement the KBR programs, 4) in determining the type of seed should be created coupled with increased knowledge and understanding of manufacturing procedures for these types of seeds. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh jumlah anggota, frekuensi kedatangan pendamping, jarak antara kantor Dinas Kehutanan dan Perkebunan dengan lokasi kelompok tani pelaksana program KBR dan jenis bibit terhadap jumlah bibit yang dihasilkan. Penelitian ini dilatar belakangi tentang pembuatan Kebun Bibit Rakyat (KBR) yang merupakan Program Kementerian Kehutanan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, terutama masyarakat di sekitar hutan. Menurut Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia nomor : P.23/Menhut-II/2011 tentang Pedoman Teknis Kebun Bibit Rakyat (KBR) efektivitas pelaksanaan program ini harus mencapai jumlah bibit yang dihasilkan sebanyak 50.000 batang siap tanam. Kondisi akhir pelaksanaan program ditemukan beberapa kelompok tani belum dapat mencapai target yang ditetapkan. Penelitian ini menggunakan metode survei kepada 28 kelompok tani pengelola KBR. Sedangkan teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa 1) Jumlah anggota, frekuensi kedatangan pendamping, jarak dan jenis bibit secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah bibit yang dihasilkan pada program KBR Kabupaten Ngawi; 2) Jumlah anggota secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah bibit yang dihasilkan pada program KBR Kabupaten Ngawi; 3) Frekuensi kedatangan pendamping secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah bibit yang dihasilkan pada program KBR Kabupaten Ngawi; 4) Jarak antara kantor Dinas Kehutanan dan Perkebunan dengan lokasi kelompok tani pelaksana program KBR secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap jumlah bibit yang dihasilkan pada program KBR Kabupaten Ngawi; 5) Jenis bibit secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah bibit yang dihasilkan pada program KBR Kabupaten Ngawi. Saran yang dapat disampaikan dalam penelitian ini adalah 1) Sebaiknya kelompok tani semakin meningkatkan peran aktif anggotanya dalam menjalankan program KBR ini; 2) Sebaiknya petugas pendamping lebih meningkatkan frekuensi kedatangannya pada lokasi kelompok tani pelaksana program KBR; 3) Jarak tempuh yang cukup jauh sebaiknya jangan dijadikan alasan para petugas pendamping dalam menjalankan tugasnya membantu kelompok tani melaksanakan program KBR; 4) Sebaiknya dalam menentukan jenis bibit yang akan dibuat dibarengi dengan peningkatan pengetahuan dan pemahaman tata cara pembuatan jenis bibit tersebut.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: H Social Sciences > HC Economic History and Conditions
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister > Ekonomi dan Studi Pembangunan
    Depositing User: Nur Anisah
    Date Deposited: 05 May 2014 03:58
    Last Modified: 05 May 2014 03:58
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/14901

    Actions (login required)

    View Item