POLA HUBUNGAN KARAKTERISTIK WILAYAH, PERSEPSI INDIVIDU, DAN PERILAKU MITIGASI GEMPABUMI DI KABUPATEN BANTUL DIY

Suryanto, (2011) POLA HUBUNGAN KARAKTERISTIK WILAYAH, PERSEPSI INDIVIDU, DAN PERILAKU MITIGASI GEMPABUMI DI KABUPATEN BANTUL DIY. PhD thesis, Universitas Gadjah Mada .

[img] Microsoft Word - Published Version
Download (14Kb)

    Abstract

    Analisis Sistem Informasi Geografi dan Valuasi Ekonomi. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui pola hubungan karakteristik wilayah, persepsi individu, dan perilaku mitigasi penting untuk diketahui dalam rangka manajemen risiko bencana. Identifikasi wilayah dengan tingkat bahaya, kerentanan, dan kapasitas masyarakat tidak homogen menjadikan penelitian ini perlu untuk dilakukan. Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah pemerintah dapat menentukan kebijakan yang dapat mendukung terciptanya manajemen risiko bencana yang berbasis pada masyarakat dengan mengalokasian anggaran yang dimiliki. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan alat analisis regresi berganda dan regresi logistik. Pemetaan wilayah-wilayah berdasarkan kerawanan dilakukan dengan alat Sistem Informasi Geografis (SIG). Jenis data yang dipergunakan adalah data primer dan sekunder, data primer diperoleh melalui distribusi kepada responden sebanyak 395. Metode pengambilan sampel menggunakan multistage cluster sampling berdasarkan kategori tingkat kerawanan wilayah. Kontribusi teori adalah menginvestigasi perilaku mitigasi di Kabupaten bantul sesuai dengan teori utilitas harapan. Kontribusi empirik penelitian ini adalah penggunakan valuasi ekonomi untuk keamanan yang dihubungkan dengan karakteristik wilayah, persepsi individu, dan kesediaan untuk mitigasi. Selain teori dan empirik, secara praktis penelitian ini untuk mengidentifikasi hambatan utama dalam manajemen risiko bencana. Berdasarkan tujuan penelitian kesatu diketahui bahwa wilayah yang berada di dataran rendah aluvial lebih rentan terhadap risiko gempabumi. Di wilayah-wilayah tersebut cenderung padat penduduk dan padat pemukiman karena lahan yang subur. Dari hasil analisis regresi berganda dapat disimpulkan bahwa: variabel tingkat pendidikan, derajat penolakan risiko, kepercayaan terhadap rumah tahan gempabumi, kemampuan kontrol, tingkat pendapatan, dan variabel perbedaan tingkat kerawanan wilayah (dummy) berpengaruh positif signifikan terhadap WTP mitigasi. Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa persepsi terhadap peran pemerintah pusat berpengaruh negatif terhadap WTP mitigasi. Berdasarkan output regresi logistik dapat disimpulkan bahwa tingkat pendidikan, risk averse, kepercayaan terhadap rumah tahan gempabumi, dan persepsi terhadap peran pemerintah pusat dan daerah dapat digunakan untuk memprediksi probabilitas kerawanan suatu wilayah. [Kata kunci: bencana, valuasi ekonomi, mitigasi, persepsi, risiko].

    Item Type: Thesis (PhD)
    Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
    Divisions: Fakultas Ekonomi
    Depositing User: AB Kusuma
    Date Deposited: 09 Jul 2013 06:56
    Last Modified: 09 Jul 2013 06:56
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/1487

    Actions (login required)

    View Item