PRODUKSI GAS BAHAN BAKAR DARI SABUT KELAPA DENGAN ALAT GASIFIKASI FIXED-BED TANPA TENGGOROKAN

Sulistyowati, Juniar and Syamutia, Medina Citra (2013) PRODUKSI GAS BAHAN BAKAR DARI SABUT KELAPA DENGAN ALAT GASIFIKASI FIXED-BED TANPA TENGGOROKAN. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (459Kb) | Preview

    Abstract

    Juniar Sulistyowati dan Medina Citra Syamutia, 2013. “Fuel Gas Production From Coconut Fiber Using Throatless Fixed-Bed”. Program Studi Diploma III, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Alternative energy sources are likely to be developed utilization of biomass energy in Indonesia is such coconut husks. Production of coconuts in Indonesia reached 15 billion coconuts per year and only 3.2% were only used, to increase the economic value of the coco coir is used to produce gas producer. Producer gas is a result of gasification gas. Gasification is a process that converts solid materials into combustible gas. Gasification generally consists of four processes, namely drying, pyrolysis, oxidation, and reduction. Gas produced from the gasification process is CO, CO2, H 2, and CH 4 . As for how to determine the resulting gas is a gas producer and visual way to determine the composition of the producer gas is a way to test Gas Chromatography. Visually formed gas producer will not produce fumes when burnt with fire. Producer gas can then be utilized for the need to generate heat or electricity. Gasification can be affected by several variables. This study used two variables: the size of coconut coir (Size 1 (3 cm x 5 cm x 4 cm), Size 2 (5 cm x 5 cm x 4 cm) and size 3 (7 cm x 5 cm x 4 cm)) and air flow rate (498,086cm 3 /s; 575,140cm 3 /s; 643,026cm 3 /s; 704,400cm 3 /s; dan 760,839cm 3 /s). Stages of the process are carried out in this study is stringing equipment, start-up, Δh gauge, temperature gauge, sampling, measuring the operating time, test the impervious gas fuel, shut down, heavy gauge charcoal is formed, and the producer gas composition analysis. In a study of biomass used is coir with 400gram weight, put on the top of the gasifier as well as the flow rate of the air intake, resulting producer gas will come out through the top on the other side of the gasifier. Coco water content between 11-13%. Composition of combustible gases (CO ranged from 14.856 to 19.056% H2 mol and between 0.158 to 2.796 mol%), with 44.65 to 57.28 kg/m2.jam SGR; FCR 0.5923 to 0.7599 kg / hour; AFR 2.98-5.59; Percentage char from 4.5 to 10.71%. Kata kunci : Coco Fiber, Gasification, Parameter of Gasification, Gas Produser, Energy of Biomass Juniar Sulistyowati dan Medina Citra Syamutia, 2013. “Produksi Gas Bahan Bakar dari Sabut Kelapa dengan Alat Gasifikasi Fixed-Bed tanpa Tenggorokan”. Program Studi Diploma III, Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Sumber energi alternatif yang berpeluang besar untuk dikembangkan pemanfaatannya di Indonesia ialah energi biomassa misalnya sabut kelapa. Produksi buah kelapa di Indonesia mencapai 15 miliar butir kelapa per tahun dan hanya 3,2 % yang baru dimanfaatkan, untuk menambah nilai ekonomis dari sabut kelapa maka sabut kelapa digunakan untuk memproduksi gas produser. Gas produser merupakan gas hasil gasifikasi. Gasifikasi adalah proses yang mengubah bahan padat menjadi gas yang mudah terbakar. Gasifikasi umumnya terdiri dari empat proses, yaitu pengeringan, pirolisis, oksidasi, dan reduksi. Gas yang dihasilkan dari proses gasifikasi yaitu CO, CO2, H 2, dan CH 4 . Adapun cara untuk mengetahui gas yang dihasilkan merupakan gas produser adalah dengan cara visual dan untuk mengetahui komposisi gas produser adalah dengan cara menguji Gas Chromatography. Secara visual gas produser yang terbentuk tidak akan menghasilkan asap ketika dibakar dengan menggunakan api. Gas produser selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan panas ataupun untuk menghasilkan listrik. Gasifikasi dapat dipengaruhi oleh beberapa variabel. Dalam penelitian ini digunakan dua variabel yaitu ukuran sabut kelapa (Ukuran 1 (3 cm x 5 cm x 4 cm), Ukuran 2 (5 cm x 5 cm x 4 cm) dan Ukuran 3 (7 cm x 5 cm x 4 cm)) dan laju alir udara (498,086cm 3 /s; 575,140cm 3 /s; 643,026cm 3 /s; 704,400cm 3 /s; dan 760,839cm 3 /s). Tahapan proses yang dilakukan pada penelitian ini yaitu merangkai alat, start up, mengukur δh, mengukur temperatur, pengambilan sampel, mengukur waktu operasi, menguji gas mempan bakar, shut down, mengukur berat arang yang terbentuk, dan analisa komposisi gas produser. Dalam penelitian biomassa yang digunakan adalah sabut kelapa dengan berat 400gram, dimasukkan dari atas gasifier begitu pula dengan laju alir udara masuk, gas produser yang dihasilkan akan keluar lewat bagian atas pada sisi gasifier yang lain. Kadar air sabut kelapa antara 11-13%. Komposisi combustible gas (CO berkisar antara 14,856-19,056% mol dan H2 antara 0,158-2,796% mol), dengan SGR 44,65-57,28 kg/m 2 .jam; FCR 0,5923-0,7599 kg/jam; AFR 2,98-5,59; Prosentase char 4,5-10,71 %. Kata kunci : Sabut Kelapa, Gasifikasi, Parameter Gasifikasi, Gas Produser, Energi Biomassa commit to user

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TP Chemical technology
    Divisions: Fakultas Teknik > D3 - Teknik Kimia
    Depositing User: Nur Anisah
    Date Deposited: 03 May 2014 22:53
    Last Modified: 03 May 2014 22:53
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/14862

    Actions (login required)

    View Item