(B. Pertanian) Azolla-Based Organic Farming sebagai Rakitan Teknologi Pertanian Organik Alternatif Berdaya Hasil Tinggi

Sumarno, and Sudadi, (2012) (B. Pertanian) Azolla-Based Organic Farming sebagai Rakitan Teknologi Pertanian Organik Alternatif Berdaya Hasil Tinggi. .

[img] Microsoft Word (azolla-based hasil tinggi kacang tanah padi pertanian organik alternatif) - Published Version
Download (30Kb)

    Abstract

    Minat petani untuk menerapkan sistem pertanian organik semakin meningkat sehingga kebutuhan akan pupuk kandang yang menjadi basis dari pertanian organik umumnya, juga semakin besar. Kepemilikan ternak dari petani yang rendah dan kebutuhan pupuk kandang yang besar untuk tiap satuan luas lahan menyebabkan petani harus membeli pupuk kandang. Pasokan yang terbatas dan kebutuhan pupuk kandang yang terus meningkat akan menyebabkan harga yang tinggi. Harga pupuk kandang yang tinggi akan menambah biaya produksi pertanian organik yang dapat menurunkan daya saing produknya. Untuk itu perlu dicari solusinya dengan mencari sumber pupuk organik yang lain, salah satunya dengan memanfaatkan azolla yang memiliki potensi menghasilkan biomassa besar dalam waktu yang singkat dan memiliki kualitas yang tinggi, khususnya kandungan nitrogennya. Penelitian dilaksanakan di Lab. Percobaan Lapangan FP UNS Suarakarta, Mei – Oktober 2012 untuk mengkaji pengaruh pertanian organik berbasis azolla terhadap hasil padi dan kacang tanah pada tanah Alfisol. Tiga faktor perlakuan yang dikaji adalah dosis kompos azolla (0; 2,5 dan 5 tonha-1), dosis pupuk fosfat alam (setara 0, 50 dan 100% dosis rekomendasi 100 kgha-1SP-36) dan dosis pupuk K-alamiah (setara 0, 50 dan 100% dosis rekomendasi 75 kgha-1 KCl) untuk kacang tanah sedangkan untuk tanaman padi tiga faktor perlakuan tersebut adalah dosis inokulum azolla (0; 250 dan 500 gm-2), dosis pupuk fosfat alam (setara 0, 50 dan 100% dosis rekomendasi 150 kgha-1SP-36) dan dosis pupuk K-alamiah (setara 0, 50 dan 100% dosis rekomendasi 100 kgha-1 KCl). Sebanyak 12 kg tanah halus Ø2 mm dicampur merata pupuk sesuai perlakuan, dimasukkan polybag dan diinkubasi pada kadar lengas tanah kapasitas lapangan untuk tanaman indikator kacang tanah dan digenangi setinggi 5 cm untuk tanaman padi. Inokulum azolla disebarkan saat tanam padi. Percobaan disusun dalam rancangan acak lengkap dengan tiga ulangan. Variabel yang diamati pH, kadar bahan organik, Ntotal, P-tersedia, K-dapat dipertukarkan, kapasitas tukar kation tanah serta berat kering brangkasan dan hasil tanaman. Data dianalisis dengan Uji F pada aras kepercayaan 5% dilanjutkan uji jarak berganda Duncan bila ada pengaruh yang nyata. Hasil percobaan menunjukkan bahwa ketiga faktor perlakuan berpengaruh nyata terhadap sifat-sifat kimia tanah, pertumbuhan dan hasil tanaman. Kombinasi peerlakuan A2P2K2 (dosis kompos azolla 5 tonha-1, dosis fosfat alam setara 100 kgha-1 SP-36 dan dosis K-alamiah setara 75 kg-1 KCl) menghasilkan berat biji kacang tanah paling tinggi (8,05 g/tnm), lebih tinggi dibanding hasil perlakuan pupuk NPK (7,82 g/tnm) maupun pupuk kandang (6,75 g/tnm). Untuk tanaman padi hasil paling tinggi diperoleh dari kombinasi perlakuan A1P2K2 (dosis inokulum azolla 250 gm-2, dosis fosfat alam setara 150 kgha-1 SP-36 dan dosis K-alamiah setara 100 kg-1 KCl) yaitu 32,47 g per rumpun, lebih tinggi dibanding hasil dari perlakuan pupuk NPK penuh (31,21 g/rumpun) maupun hasil perlakuan pupuk kandang (24,00 g/rumpun). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa azolla dapat menggantikan pupuk kandang dalam sistem pertanian organik alternatif yang mampu memberikan hasil kacang tanah dan padi yang tinggi.

    Item Type: Article
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - LPPM
    Depositing User: Miranda Nur Q. A.
    Date Deposited: 03 May 2014 21:50
    Last Modified: 03 May 2014 21:50
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/14832

    Actions (login required)

    View Item