IMPLEMENTASI PROGRAM PELAYANAN DAN REHABILITASI KESEJAHTERAAN SOSIAL DALAM MENANGANI GELANDANGAN DAN PENGEMIS OLEH DINAS SOSIAL, TENAGA KERJA, DAN TRANSMIGRASI KOTA SURAKARTA

RAMADHANI, NURSASIH (2013) IMPLEMENTASI PROGRAM PELAYANAN DAN REHABILITASI KESEJAHTERAAN SOSIAL DALAM MENANGANI GELANDANGAN DAN PENGEMIS OLEH DINAS SOSIAL, TENAGA KERJA, DAN TRANSMIGRASI KOTA SURAKARTA. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (1272Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK NURSASIH RAMADHANI D1111028, “IMPLEMENTASI PROGRAM PELAYANAN DAN REHABILITASI KESEJAHTERAAN SOSIAL DALAM MENANGANI GELANDANGAN DAN PENGEMIS OLEH DINAS SOSIAL, TENAGA KERJA, DAN TRANSMIGRASI KOTA SURAKARTA”, Skripsi, Program Studi Administrasi Negara Non Reguler, Program S1, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta, 2013, 117 Halaman Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi program pelayanan dan rehabilitasi kesejahteraan dalam menangani gelandangan dan pengemis di kota Surakarta Penelitian ini di lakukan pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Surakarta menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah pegawai di Disosnakertrans. Teknik Penarikan Sampel yang digunakan adalah teknik “Purposive Sampling”. Teknik Pengumpulan Data yang digunakan melalui wawancara, observasi dan analisis dokumen serta mencatat dan merekam. Teknik Analisa Data yang digunakan penelitian ini adalah analisis metode interaktif (Interactive Model of Analysis) dengan tiga komponen analisis,yaitu reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Validitas data dengan triangulasi sumber. Implementasi Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial Dalam Menangani Gelandangan dan Pengemis dilakukan melalui 2 tahapan. Yang pertama adalah tahap sosialisasi yang dilakukan dalam bentuk rapat koordinasi antar tim gabungan dan yang kedua tahap pelaksanaan, dimana dengan menerapkan tiga bentuk usaha yang telah ada sebelumnya di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 1980 Tentang Penanggulangan Gelandangan dan Pengemis, tiga usaha tersebut yaitu usaha represif, usaha preventif dan usaha rehabilitatisi. Dalam pelaksanaan suatu kebijakan pasti tidak luput dari suatu faktor kendala atau masalah. Dalam kebijakan ini yang menjadi faktor kendala atau masalah adalah kurangnya jangka waktu pelatihan yang diberikan disosnakertrans kepada gelandangan, kurangnya panti penampungan untuk gelandangan, dan masih banyak gelandangan dan pengemis yang tidak mau bersekolah. Saran yang dapat disampaikan untuk Disosnakertrans kota Surakarta, yang pertama ialah adanya penambahan jangka waktu pelatihan. Yang kedua adalah perlu adanya ketegasan yang lebih dari Disosnakertrans untuk mengajak dan menanamkan nilai pentingnya pendidikan bagi gelandangan dan pengemis yang tidak mau bersekolah. Dan yang ketiga untuk mengurangi jumlah gelandangan dan pengemis perlu adanya dukungan dari masyarakat untuk tidak memberi uang kepada gelandangan dan pengemis usia produktif. ABSTRACT NURSASIH RAMADHANI D1111028. “THE IMPLEMENTATION OF SOCIAL WELFARE SERVICE AND REHABILITATION PROGRAM IN DEALING WITH VAGRANTS AND BEGGARS BY SOCIAL, LABOR, AND TRANSMIGRATION OFFICE OF SURAKARTA CITY”, Thesis, Non-Regular State Administration Study Program, Graduate Program, Social and Political Sciences Faculty of Surakarta Sebelas Maret University, 2013, 117 Pages. This research aimed to find out how the implementation of social welfare service and rehabilitation program is in dealing with vagrants and beggars by Social, Labor, and transmigration Office of Surakarta City. This study was taken place in Social, Labor, and transmigration Office of Surakarta City. The data source used in this research was Disosnakertrans employees. The sampling technique used was purposive sampling one. Techniques of collecting data employed were interview, observation, document analysis as well as notes taking and recording. Technique of analyzing data used was an interactive model of analysis with three components of analysis encompassing data reduction, data display and conclusion drawing. The data validation was carried out using source triangulation. The implementation of social welfare service and rehabilitation program in dealing with vagrants and beggars, it was carried out in two stages. The first was socialization and the second was implementation; this implementation stage applied three forms of measure preexisting in Government Regulation Number 31 of 1980 about the Management of Vagrant and Beggar, they are: repressive, preventive and rehabilitative measures. In a policy’s implementation, inhibiting factors surely emerge. In this policy, what became inhibiting factors or problems were limited time of training given by disosnakertrans, limited number of houses accommodating vagrants and beggars and many vagrants and beggars not willing to study at school. The recommendation given to Disosnakertrans of Surakarta City was firstly, the increase of training time duration. Secondly, there should be more firmness within Disosnakertrans to invite and to embed the importance of education to vagrants and beggars who were not willing to study at school. Thirdly, to reduce the number of vagrants and beggars, there should be support from the public in the form of not giving money to the productive-aged vagrants and beggars.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Administrasi Negara
    Depositing User: Noviana Daruwati Kusuma Adi
    Date Deposited: 03 May 2014 21:02
    Last Modified: 03 May 2014 21:02
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/14815

    Actions (login required)

    View Item