STUDI TENTANG KOMPLEKS MAKAM SYEKH JANGKUNG DI DUKUH LANDOH, DESA KAYEN, KECAMATAN KAYEN, KABUPATEN PATI

MULYANI, HAYUNTRI (2013) STUDI TENTANG KOMPLEKS MAKAM SYEKH JANGKUNG DI DUKUH LANDOH, DESA KAYEN, KECAMATAN KAYEN, KABUPATEN PATI. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (3586Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK Hayuntri Mulyani. STUDI TENTANG KOMPLEKS MAKAM SYEKH JANGKUNG DI DUKUH LANDOH, DESA KAYEN, KECAMATAN KAYEN, KABUPATEN PATI. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret, Mei 2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Latar belakang sejarah Syekh Jangkug, (2) Unsur budaya yang terkandung dalam bangunan komplek makam Syekh Jangkung, (3) Bentuk ritual peziarahan di makam Syekh Jangkung, (4) Pengaruh kegiatan peziarahan di komplek makam Syekh Jangkung terhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakat sekitar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan studi kasus terpancang tunggal. Sampel yang digunakan bersifat purposive sampling dan snowball sampling. Sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan analisis dokumen. Dalam penelitian ini, untuk mencari validitas data digunakan teknik trianggulasi yaitu trianggulasi data dan trianggulasi metode. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif yaitu pengumpulan data, reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan: (1) Saridin merupakan Sujinah/ Dewi Samaran. Saridin merupakan nama kecil Syekh Jangkung. Jangkung berarti mengabulkan doa-doa orang yang percaya dan yakin akan kebesaran Allah SWT. Sedangkan kata Syekh merupakan gelar yang diberikan oleh Kasultanan Rum kepada Saridin ketika ia berhasil menyelamatkan Kasultanan Rum dari tangan Johanspre. (2) Unsur budaya yang terkandung dalam bangunan komplek makam Syekh Jangkung antara lain: a). Gapura berbentuk paduraksa karena memiliki atap penutup yang menghubungkan kedua sisi bangunan pembatas serta candi bentar yang di kanan dan kirinya terdapat tembok pembatas; b). Pendopo mempunyai bentuk atap joglo yang mempunyai makna menunjukkan pada satu pusat vertikal menuju pada satu titik Yang Maha Esa; c). Cungkup berbentuk rumah joglo yang ditutup dengan bunga lotus; d). Musholla yang dilengkapi dengan atap berbentuk panggang pe yang bentuk dasar atapnya mirip dengan bentuk atap rumah kampung yang dibagi dua tepat pada puncaknya. (3) Bentuk ritual peziarahan di makam Syekh Jangkung diawali dengan penaburan bunga dan pembakaran kemenyan oleh petugas makam dan diakhiri dengan engaruh kegiatan peziarahan di komplek makam Syekh Jangkung terhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakat sekitar yaitu a). bidang sosial mampu mengubah cara berpakaian masyarakat sekitar, mampu meningkatkan rasa kekeluargaan dan gotong royong; b). bidang ekonomi yaitu terciptanya lapangan pekerjaan yang dapat mengurangi jumlah pengangguran. ABSTRACT Hayuntri Mulyani. STUDY ON THE TOMB OF SYEKH JANGKUNG IN HAMLET LANDOH, KAYEN VILLAGE, SUBDISTRICT KAYEN, DISTRICT PATI. Thesis, Surakarta: Teacher Training and Education Faculty, Surakarta Sebelas Maret University, May 2013. The objective of research is to find out: (1) the history of Syekh Jangkung; (2) cultural elements contained within the building complex of the tomb of Syekh Jangkung; (3) form of ritual pilgrimage at the tomb of Syekh Jangkung; (4) Effect of pilgrimage at the tomb complex activity Syekh Jangkung towards socio-economic communities. This research used a descriptive qualitative methods. The sample used is purposive sampling and snowball sampling. While the techniques of data collection through interviews, observation and document analysis. In this research, to find the validity of data used two techniques of trianggulasion, the triangulation of method and data triangulation. The data analysis technique used is interactive analysis, namely data collecting, data reduction, data presentation and conclusion. Based on the results of research can be concluded: (1) Saridin is the son of Ki Ageng Keringan named Sayid Abdullah 'Asyiq with Sujinah/ Dewi Samaran. Saridin is the first name of Syekh Jangkung. The meaning of Jangkung is to grant the prayers of those who trust and confidence of the greatness of Allah SWT. While the word Syekh ural elements contained in the tomb complex of Syekh Jangkung buildings include: a). Arch-shaped roof paduraksa because it has a cover that connects the two sides of the building as well as the temple bentar on the right and left are the parapet; b). Pendopo is have a roof form joglo on the vertical center at one point towards the Yang Maha Esa; c). Dome-shaped house joglo covered with lotus flowers; d). incorporating mosque with roasted panggang pe roof basic shape similar of the roof rumah kampung is divided into two right on the peak. (3) Form of ritual pilgrimage at the tomb of Syekh Jangkung begins with the sowing of flowers and burning incense by the officer taking the tomb and ends with "Tirto Usodo" by pilgrims. (4) Effect of activity on the complex journey to the tomb of Syekh Jangkung socio-economic communities is a). the social field can change the way people dress around, can increase the sense of kinship and mutual cooperation; b). the economy is creating jobs that can reduce unemployment.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Sejarah
    Depositing User: Noviana Daruwati Kusuma Adi
    Date Deposited: 03 May 2014 18:59
    Last Modified: 03 May 2014 18:59
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/14635

    Actions (login required)

    View Item