ANALISIS KEBUTUHAN RINTISAN IMPLEMENTASI SEKOLAH PENYELENGGARAPENDIDlKAN INKLUSIF (SPPI) PROPINSI JAWATENGAH TAHUN 2010

Subagya, (2012) ANALISIS KEBUTUHAN RINTISAN IMPLEMENTASI SEKOLAH PENYELENGGARAPENDIDlKAN INKLUSIF (SPPI) PROPINSI JAWATENGAH TAHUN 2010. JURNAL REHABILITASI & REMEDIASI, 21 (1). ISSN 0854-0020

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (2552Kb) | Preview

    Abstract

    The purpose of this study is to analyze the basic needs that are still needed in the implementation of inclusive education in Central Java Province.The subjects were all 155 schools as inclusive education providers Province Central Java.Data collection techniques using questionnaires and documentation. Data qualitative-descriptive analysis approach was used withgap-analysis techniquesby analyzing thegap between the indicators ofschool success ofinclusiveeducationproviders with thefact. The research concluded that the school readiness level of inclusion ingeneral education provider hasjust reached38. 82%. Whenconsultedon thedelivery table indicator of thesuccess of inclusive education schools score threshold56, then theschool inclusive educationproviders in CentralJavaprovince in2010 isstill inrank toE ornotready/notreadytoimplement inclusive education. The components that require immediate priority is the component cost centers (15.94%performance leve!), infrastructure (19.19% performance leve!), only the institutional components thathave exceededtheminimum (61.10%) Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kebutuhan dasar yang masih diperlukan di dalam implementasi penyelenggaraan pendidikan Inklusi di Provinsi Jawa Tengah. Subjek dari penelitian ini adalah seluruh sekolah inklusi diProvinsi Jawa Tengah sejumlah 155 sekolah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan kuisioner. Analisis yang digunakan adalah pendekatan diskriptifkualitatif dengan teknik gap analysis dengan cara menganalisis perbedaan antara indikator sekolah inklusif dengan fakta lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesiapan sekolah secara urnum bam diperoleh 38,82%. Jika dibandigkan dengan tabel pendidikan inklusifyang ideal dengan skor dasar 56, sehingga kesiapan skolah penyelenggara pendidikan inklusif di provinsi Jawa Tengah masih pada tataran nilai E atau dapat dikatakan bahwa sekolah belum memiliki kesiapan dalam mengimplementasikan Pendidikan Inklusi. Komponen utama yang menjadi prioritas persyaratan utama adalah komponen yang berkaitan dengan pembiayaan (sebesar 15,94%), infrastuktur (sebesar 19,91%), komponen yang telah memeuhi standar minimal adalah komponen institusional sebesar 61,10 %.

    Item Type: Article
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - LPPM
    Depositing User: Dyah Pratiwi
    Date Deposited: 03 May 2014 18:33
    Last Modified: 03 May 2014 18:33
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/14580

    Actions (login required)

    View Item