Model Pemberdayaan Masyarakat di Bidang Kesehatan pada Program Desa Siaga di Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah

Sulaeman, Endang Sutisna and Murti, Bhisma and Waryana, and Hartanto, Rifai (2012) Model Pemberdayaan Masyarakat di Bidang Kesehatan pada Program Desa Siaga di Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah. .

[img] Microsoft Word - Published Version
Download (28Kb)

    Abstract

    Kata kunci: pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan, identifikasi masalah kesehatan, pemecahan masalah kesehatan Latar Belakang: Sejak tahun 2006 Departemen Kesehatan meluncurkan kebijakan program Desa Siaga. Tetapi tampaknya kebijakan tersebut tidak mampu memberdayakan masyarakat dalam mengidentifikasi dan memecahkan masalah kesehatan pada level komunitas (desa). Kebijakan tersebut mendorong partisipasi masyarakat untuk melaksanakan program kesehatan pemerintah, tetapi tidak menumbuhkan inisiatif dan kemandirian masyarakat dalam memecahkan masalah kesehatan berdasarkan kebutuhan masyarakat dan mobilisasi sumberdaya internal-eksternal. Penelitian ini bertujuan merumuskan model pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan pada program Desa Siaga. Subjek dan Metode: Sasaran penelitian adalah Forum Kesehatan Desa dan Pos Kesehatan Desa Siaga di 30 desa di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Desa dengan pencapaian lebih baik dalam indikator Desa Siaga dibandingkan dengan desa dengan pencapaian kurang baik. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif, meliputi survei dengan analisis jalur (path analysis) dan grounded research. Hasil: Hasil grounded research menunjukkan, faktor-faktor yang menentukan kemampuan masyarakat dalam mengidentifikasi masalah kesehatan meliputi tingkat pendidikan, pengetahuan, kesadaran, kepedulian, kebiasaan, akses informasi kesehatan, kepemimpinan, modal sosial, dan survei mawas diri. Faktor-faktor yang menentukan kemampuan masyarakat dalam memecahkan masalah kesehatan meliputi tingkat pendidikan, pengetahuan, kesadaran, kepemimpinan, status ekonomi, modal sosial, partisipasi masyarakat, sumber daya lokal, musyawarah masyarakat desa, peran petugas kesehatan, peran pemerintahan desa, peran instansi pemerintah di tingkat kecamatan dan kabupaten, serta dukungan anggaran pemerintah. Hasil analisis jalur menunjukkan, besarnya kontribusi akses informasi pada kemampuan mengidentifikasi masalah kesehatan 29,48%, kepemimpinan 41,86%, survei mawas diri 40,07%, secara simultan 53,2%. Besarnya kontribusi modal sosial pada kemampuan pemecahan masalah kesehatan 58,98%, partisipasi masyarakat 51,69%, secara simultan 64,2%. Kesimpulan: Model pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan meliputi kemampuan mengidentifikasi dan memecahkan masalah kesehatan Faktor-faktor internal dan eksternal komunitas pada level anggota masyarakat, institusi masyarakat, kepemimpinan masyarakat, dan akses informasi kesehatan memiliki peran penting dalam pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan.

    Item Type: Article
    Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
    Divisions: Pasca Sarjana
    Depositing User: Miftahful Purnanda
    Date Deposited: 03 May 2014 03:12
    Last Modified: 03 May 2014 03:12
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/14355

    Actions (login required)

    View Item