Teknologi Pembibitan Bawang Merah (Allium ascalonicum L) melalui Teknik In Vitro, Umbi Udara, Biji Botani, dan Stek Mini Umbi Untuk Memperoleh Bibit Bermutu

Purnomo, Djoko and Triharyanto, Eddy and Pujiasmanto, Bambang and Bambang, Samanhudi (2012) Teknologi Pembibitan Bawang Merah (Allium ascalonicum L) melalui Teknik In Vitro, Umbi Udara, Biji Botani, dan Stek Mini Umbi Untuk Memperoleh Bibit Bermutu. .

[img] Microsoft Word - Published Version
Download (29Kb)

    Abstract

    Bawang merah merupakan salah satu komoditas sayuran utama yang tergolong ke dalam kelompok lima besar sayuran penting di Indonesia. Pada umumnya bahan tanam bawang merah adalah umbi hasil panen yang telah disimpan 7-8 minggu. Propagasi vegetatif menggunakan umbi terus-menerus dalam waktu sangat lama berdampak terhadap penurunan produktivitas, karena terjadi akumulasi patogen terutama virus di dalam umbi yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Infeksi virus pada umbi bawang merah ini tidak dapat dihentikan jika siklus penggunaan umbi dari sumber yang sama terus berlangsung. Berdasarkan uraian tersebut maka untuk mendapatkan bahan tanam berupa umbi yang mempunyai mutu tinggi perlu dilakukan pengkajian. Informasi teknologi pembibitan baik secara in vitro, penggunaan biji botani, umbi udara, maupun stek mini umbi konsumsi masih terbatas. Oleh karena itu penelitian ini diharapkan memperoleh teknologi yang tepat dalam memproduksi umbi bibit bawang merah yang bermutu tinggi. Penelitian ini dilaksanakan bulan Maret sampai September 2012. Bahan pembibitan yang digunakan berasal dari varietas Bima Brebes dan Ilocos. Pembibitan secara in vitro dilakukan di laboratorium Kultur Jaringan Fakultas Pertanian UNS. Pembibitan dari biji botani, umbi udara, dan stek mini umbi dilakukan pada lahan di Desa Gunung Mijil, Kecamatan Jati, Kabupaten Karanganyar. Pada penelitian ini (tahun I) dihasilkan bibit tanaman bawang merah dari berbagai teknologi pembibitan yang telah dikaji. Produktivitas bahan tanaman ini akan diuji pada penelitian tahun kedua. Hasil pengamatan tahun I dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembibitan secara in vitro pada media ditambahkan BAP, pachlobutrazol, IAA, dan IBA, tidak efektif mempercepat tunas tumbuh. Pertumbuhan tunas selanjutnya (umur 2 minggu) panjang tunas paling panjang (8 cm) pada media tanpa ZPT. Sebagai perangsang tumbuh akar, penambahan pachlobutrasol 0,2 ppm, BAP 3 ppm, dan IAA 0,5 ppm mempercepat akar tumbuh masing-masing 3, 4, dan 5 hari (pada kontrol berkisar 9 hari), sedangkan pemberian IBA tidak efektif. Daya tumbuh biji botani setelah panen (kadar air 18%) hanya sebesar 8% setelah disimpan 2 bulan (kadar air 13%) meningkat menjadi 35,8%. Potensi varietas Ilocos dalam menghasilkan umbi udara lebih besar dibandingkan dengan varietas Bima Brebes. Umbi udara yang dihasilkan telah dibibitkan dan ditanam pada pot untuk diperoleh hasil umbi. Pertumbuhan stek mini umbi konsumsi tidak memberikan hasil yang berbeda dibanding stek umbi pada umumnya (umbi utuh dan umbi yang dipotong sebagian kecil ujungnya).

    Item Type: Article
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Pasca Sarjana
    Depositing User: Miftahful Purnanda
    Date Deposited: 03 May 2014 03:10
    Last Modified: 03 May 2014 03:10
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/14353

    Actions (login required)

    View Item