PENGARUH STATUS FINANCIAL DISTRESS, INDEPENDENSI DEWAN KOMISARIS DAN KOMITE AUDIT, KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, DAN INTENSITAS RAPAT TERHADAP LUAS PENGUNGKAPAN SUKARELA DALAM LAPORAN TAHUNAN PERUSAHAAN (Studi Kasus Pada Perusahaan Non-Financial Di Indonesia Tahun 2009-2011)

NUGRAHENI, ROSA LENNA (2013) PENGARUH STATUS FINANCIAL DISTRESS, INDEPENDENSI DEWAN KOMISARIS DAN KOMITE AUDIT, KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, DAN INTENSITAS RAPAT TERHADAP LUAS PENGUNGKAPAN SUKARELA DALAM LAPORAN TAHUNAN PERUSAHAAN (Studi Kasus Pada Perusahaan Non-Financial Di Indonesia Tahun 2009-2011). Other thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (592Kb) | Preview

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh kondisi financial distress dan struktur tata kelola perusahaan terhadap luas pengungkapan sukarela yang diberikan oleh perusahaan. Kami menggunakan enam variabel independen, meliputi status financial distress perusahaan dan lima komponen struktur corporate governance, seperti independensi dewan komisaris, independensi komite audit, kepemilikan institusional, intensitas rapat dewan komisaris, dan intensitas rapat komite audit. Luas pengungkapan sukarela diakumulasikan dari rasio total item yang diungkapkan terhadap skor maksimum item yang dapat diungkapkan perusahaan. Penelitian ini dilakukan dengan memeriksa laporan tahunan dari 54 perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2009-2011. Kami akhirnya mengumpulkan 114 firm-years sampel yang kemudian dibagi menjadi 57 firm-years perusahaan financial distress dan 57 firm-years perusahaan sehat sebagai pasangannya. Untuk menguji hipotesis, kami melakukan dua analisis yang berbeda, yaitu Independent Samples T-Test dan Multiple Linear Regression. Kami menemukan bahwa independensi komite audit dan intensitas rapat komite audit memiliki dampak positif yang signifikan terhadap luas pengungkapan sukarela. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa semua variabel independen secara bersama-sama berhubungan dengan luas pengungkapan sukarela. . Terlebih lagi, hasil penelitian ini juga mengungkapkan bahwa status financial distress berhubungan negatif dengan luas pengungkapan pada berbagai tingkat signifikansi. Ini berarti bahwa luas pengungkapan sukarela pada perusahaan dalam kondisi financially distressed lebih rendah dibandingkan perusahaan dalam kondisi sehat.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HG Finance
    Divisions: Fakultas Ekonomi > Akuntansi
    Depositing User: Nisaa Adlia Adani
    Date Deposited: 03 May 2014 18:15
    Last Modified: 03 May 2014 18:15
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/14227

    Actions (login required)

    View Item