KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN DALAM PELAKSANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KETERCAPAIAN KOMPETENSI SISWA (STUDI DI SMP NEGERI 15 SURAKARTA)

Kowidito, Danau Asa (2012) KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN DALAM PELAKSANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KETERCAPAIAN KOMPETENSI SISWA (STUDI DI SMP NEGERI 15 SURAKARTA). Other thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (721Kb) | Preview

    Abstract

    Danau Asa Kowidito. KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN DALAM PELAKSANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KETERCAPAIAN KOMPETENSI SISWA (STUDI DI SMPN 15 SURAKARTA). Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta. Oktober 2012. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1). mengetahui pemahaman dan kemampuan guru dalam melakukan serta memilih alat penilaian PPKn pada aspek kognitif dan aspek afektif, (2). mengetahui kendala apa saja yang dialami guru dalam melakukan penilaian hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran PPKn pada aspek kognitif dan aspek afektif, dan (3). mengetahui dampak yang dialami guru dalam melakukan penilaian hasil belajar dalam mata pelajaran PPKn pada aspek kognitif dan aspek afektif. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Strategi penelitian adalah strategi tunggal terpancang. Sumber data adalah informan, peristiwa atau aktivitas dan dokumen. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi dan analisis dokumen. Peneliti menggunakan trianggulasi data dan metode. Teknik analisis data menggunakan model interaktif. Prosedur penelitian: persiapan, pengumpulan data, analisis data, dan penyusunan laporan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1). Penilaian hasil belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang dilakukan oleh guru PPKn SMP Negeri 15 Surakarta sudah sesuai tetapi belum maksimal, karena belum mengembangkan soal ke dalam berbagai bentuk soal. (2). Kendala yang dihadapi guru PPKn dalam melakukan penilaian hasil belajar peserta didik pada aspek kognitif yakni dalam pelaksanaan ulangan harian tidak dapat terlaksana seluruhnya sesuai dengan waktu atau jadwal yang telah ditentukan karena waktu yang telah dipersiapkan terserap pada kegiatan pembelajaran. Kendala yang dihadapi guru PPKn dalam melakukan penilaian hasil belajar peserta didik pada aspek afektif adalah karena dalam check list tidak langsung memberikan nilai atau skor. (3). Dampak positif dari penggunaan alat penilaian tes pada aspek kognitif adalah guru tidak terlalu sulit untuk menyusun bentuk soal. Akan tetapi terdapat dampak negatifnya yang antara lain: (a) sampel tes sangat terbatas (b) sifatnya sangat subjektif (c) tes biasanya kurang reliabel. Penggunaan alat penilaian nontes pada aspek afektif berdampak positif untuk mengetahui bakat dan minat peserta didik. Adapun dampak negatif dari penggunaan tes afektif adalah check list tidak langsung memberikan skor atau nilai karena reliabilitasnya masih dipertanyakan.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
    Depositing User: Nisaa Adlia Adani
    Date Deposited: 03 May 2014 18:18
    Last Modified: 03 May 2014 18:18
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/14199

    Actions (login required)

    View Item