(B. Teknologi) Pengembangan Bioteknologi Pencerna Anaerob dan Cendawan Mikoriza Arbuskula dalam Sistem Pengelolaan Biomassa Limbah Peternakan Ayam untuk Pembangunan Pertanian Terpadu Ramah Lingkungan

Mahajoeno, Edwi and Sugiyarto, and Suranto, (2012) (B. Teknologi) Pengembangan Bioteknologi Pencerna Anaerob dan Cendawan Mikoriza Arbuskula dalam Sistem Pengelolaan Biomassa Limbah Peternakan Ayam untuk Pembangunan Pertanian Terpadu Ramah Lingkungan. .

[img] Microsoft Word (digestor skala semi-pilot, biogas, produksi CMA invitro, bibit tanaman rambutan, enkapsulasi alginate-daging daun lidah buaya) - Published Version
Download (28Kb)

    Abstract

    Salah satu permasalahan nasional yang dihadapi dan harus dicari upaya solusinya adalah masalah ketergantungan pasokan energi (bahan bakar minyak) dan kelangkaan penyediaan pupuk, baik secara kualitas maupun kuantitas. Pemanfaatan bioteknologi pencernaan anaerob maupun CMA (cendawan mikoriza arbuskula) untuk peningkatan nilai tambah pengelolaan biomassa limbah pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan sebagai alternatif solusi penting. Tujuan penelitian tahun ketiga hibah tim pascasarjana ini adalah 1) merancang dan membangun biodigester anaerob kapasitas semipilot-lapang (industri) dan optimasi produksi energi terbarukan (biogas) dan listrik serta purifikasi biogas guna pemenuhan listrik industri 2), mengetahui produksi optimum CMA baik secara invitro dan exvitro serta pengemasannya 3) mengetahui kualitas media enkapsulasi spora CMA optimum dan viabilitasnya terhadap tanaman inang. Bak fiberplastik bervolume kerja 1700 L dilengkapi motor pengaduk dipasang sebagai biodigester anaerob syistem kontinyu. Beban organik terdiri dari campuran eceng gondok dan limbah peternakan ayam berbanding (1:1) dalam laju pembebanan organik (OLR) berturut-turut 50, 70, 90, 110 dan 130 kg/hari selama 5 x ulangan (hari) dengan waktu tinggal hidrolitik (HRT): 45, 40, 35,30 dan 25 hari, Pengukuran ubahan meliputi produksi biogas, pH dan suhu setiap hari, sementara COD, TS, dan VS, rerata 2 x setiap ulangan (5 hari/ulangan). Perbanyakan CMA dilakukan menggunakan media tanah dan bahan organik, yaitu: tanah, tanah+serasah, tanah+sebuk gergaji, dan campuran tanah+serasah+serbuk gegaji yang terdiri dari 1 faktor dan 5 ulangan. Analisis data menggunakan anova taraf 5%. Bahan percobaan digunakan jamur/cendawan (mikoriza), yang diperbanyak melalui tanaman inang Pueraria javanica, dan dikultur dalam media tumbuh zeolit. Metode sieving bertingkat digunakan dalam eksperimen ini dan uji performance serta kekenyalan. Produksi biogas optimal pada laju pembebanan organic 130kg/hari dengan HRT 25 hari, suhu rerata 28,4 0C dan pH 7,54, yaitu sebesar 493 liter/hari. Perbanyakan CMA tertinggi diperoleh pada media kontrol (86 spora/25g), dan terendah tanah+serasah+serbuk gergaji (18 spora/25g). Jenis-jenis spora ditemukan antara lain: Acaulospora, sp., Glomus, sp 1., dan Glomus, sp2. dan genus Glomus mendominasi pada setiap media. Kadar Na-alginat tanpa campuran, 1,75% dan jumlah spora optimal 150 /2ml, sedangkan campuran Na-alginat-lidah buaya (1,75% + 10ml) (carrier modifikasi) terbaik, dan jumlah spora optimal 200 /2ml.

    Item Type: Article
    Subjects: T Technology > T Technology (General)
    Divisions: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - LPPM
    Depositing User: Miranda Nur Q. A.
    Date Deposited: 01 May 2014 16:14
    Last Modified: 01 May 2014 16:14
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/14171

    Actions (login required)

    View Item