IbM Pelatihan Metodik Inovatif Pada Guru Penjasor Sekolah Dasar (SD) Kota Surakarta Tahun 2012

Sugiyanto, and Doewes, Muchsin and Kristiyanto, Agus (2012) IbM Pelatihan Metodik Inovatif Pada Guru Penjasor Sekolah Dasar (SD) Kota Surakarta Tahun 2012. .

[img] Microsoft Word - Published Version
Download (29Kb)

    Abstract

    Para guru penjasor pada umumnya memiliki kecenderungan menggunakan cara yang sama dalam mengajar pada setiap jenjang atau satuan pendidikan. Hal tersebut menjadikan kesan bahwa mengajar penjasor sebagai aktivitas rutin yang membosankan serta menjauhkan dari praktek pembelajaran yang bersifat kreatif dan inovatif. Inovasi dan pengembangan kreativitas dalam pembelajaran penjasor merupakan sebuah tantangan besar bagi setiap guru penjasor. Inovasi dan kreativitas tersebut merupakan kata kunci untuk menjadikan praktek pembelajaran sebagai sesuatu yang menarik dan memiliki manfaat dalam pencapaian tujuan pendidikan dalam arti yang sebenarnya. Persoalan yang dihadapi oleh mitra 1 (para guru penjasor SD di Surakarta) melalui beberapa riset yang pernah dilakukan serta berbagai kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh UNS, dapat diidentifikasi bahwa, pada umumnya guru masih memerlukan semacam pelatihan secara terus menerus dalam pengembangan profesionalisme pada aspek pedagogik. Tuntutan pemenuhan kebutuhan pengembangan tersebut terkait dengan : (1) pengembangan metodik yang inovatif, (2) pengembangan media inovatif, dan (3) pengembangan asesmen/ evaluasi inovatif. Sementara itu, persoalan yang dihadapi oleh mitra 2 (Forum Konsultatif Stakeholder Olahraga / FKSO) terutama terkait dengan belum optimalnya jalinan kemitraan yang ada antara komunitas guru penjasor dengan berbagai kegiatan pengembangan IPTEK Keolahragaan dan pendampingan pengembangan kompetensi profesional. Khalayak kegiatan ini adalah sekumpulan orang (komunitas) yang terikat secara khas baik secara profesi, minat, dan antusiasme untuk mengembangkan metode inovatif Penjasorkes di Kota Surakarta pada khususnya. Materi kegiatan pelatihan berupa rancangan gaya mengajar (teaching style) model Mosston, yakni langkah inovatif yang dilakukan dengan cara pembagian peran guru dan siswa dalam suatu spectrum pembelajaran. Produk pelatihan berupa draft rencana pengembangan RPP metodik inovatif dalam pembelajaran penjasorkes yang layak dan dibuat oleh setiap peserta. Kemampuan menyusun draft RPP akan menjadi indicator apakah peserta memahami pilihan-pilhan metodik inovatif dalam pembelajaran penjasorkes atau belum. Pada sisi yang lain untuk mengetahui seberapa jauh peserta telah mampu menyusun RPP berdasarkan Permendiknas Nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses. Upaya memperbaiki produk yang disusun oleh peserta dilakukan setelah peserta menerapkan RPP dalam sebuah praktek yang disebut peer teaching. Melalui peer teaching peserta menerapkan RPP sekaligus melakukan refleksi bersama teman-temannya untuk melakukan perbaikan rencana metodik inovatif dalam pembelajaran penjasorkes. Kompetensi metodik inovatif penjasorkes merupakan sesuatu yang sangat unik. Meracik gaya mengajar (teaching style) merupakan sebuah proses pengaturan peran guru yang memiliki arah untuk mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran. Dari sisi perancangan ini, tiap guru penjasorkes harus telah memahami dan lebih mumpuni untuk menerapkan gaya mengajar yang sesuai. Gaya mengajar tersebut direncanakan dalam RPP yang sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses.

    Item Type: Article
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Pasca Sarjana
    Depositing User: Miftahful Purnanda
    Date Deposited: 30 Apr 2014 18:51
    Last Modified: 30 Apr 2014 18:51
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/14101

    Actions (login required)

    View Item