PENELUSURAN BANJIR DI SUNGAI TEMON SUB DAS BENGAWAN SOLO HULU III DENGAN METODE MUSKINGUM-CUNGE

Andromeda, Virdya Nurlaily (2013) PENELUSURAN BANJIR DI SUNGAI TEMON SUB DAS BENGAWAN SOLO HULU III DENGAN METODE MUSKINGUM-CUNGE. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (692Kb) | Preview

    Abstract

    Virdya Nurlaily Andromeda. 2013. A Flood Investigation in Temon River Sub DAS (River Flow Area) of Bengawan Solo Upstream Watershed 3 with Muskingum-Cunge Method. Final Assignment, Diploma Program, Urban Infrastructure Civil Engineering, Civil Engineering Program, Engineering Faculty, Sebelas Maret University Surakarta. Land use watershed area that initially Temon is open land in the form of a forest area, has been widely dubbed enable the settlement of land, moor, and rice fields. The impact of changes in land use is the reduction of the ability of soil to seep water (infiltration). In addition, in case of rain intensity is high enough, then the volume of surface flow (run off) will also increase. This can lead to the occurrence of potential flooding. This study aims to: (1) find out the storage time constants (k) and the relative weight factor rating scale/(x), so we can calculate the coefficient of Muskingum- Cunge needed for calculation of flood search, (2) Determine the input discharge (inflow) maximum along the River area by using the Muskingum Method Temon- Cunge, (3) determine the maximum flowrate at the test points on the River with a total length of Temon 10.62 miles that divided some partial River. This research uses the Muskingum-Cunge method, because the data obtained is the daily rainfall data so that it can be used only to calculate the hidrograf inflow. Based on the analysis of the data, it can be concluded that: (1) the storage time constants (k) amounted to 428,3317 seconds, relative weight factor (x) by 0,1439, Muskingum-Cunge constants and each of C1= 0,8592, C2= 0,8023, C3= -0,6615, C4= 0, (2) to the maximum inflow discharge period 1, 5, 10, and 20 years respectively are 91,231 m3/dt, 120,007 m3/dt, 146,201 m3/dt, and 173,330 m3/dt, (3) for Q2, Q5, Q10, and Q20, obtained the maximum discharge values each of 92,049 m3/s at the point of test kilometers 8,50 at the 4th, 121,116 m3/s at the point of test kilometers 8,50 at the 4th, 147,573 m3/s at the point of test kilometers 8,50 at the 4th, and 174,974 m3/s at the point of test kilometers 8,50 at the 4th. Keywords: Debit, Muskingum Cunge, Flood Investigation. Virdya Nurlaily Andromeda. 2013. Penelusuran Banjir di Sungai Temon Sub DAS Bengawan Solo Hulu 3 dengan Metode Muskingum-Cunge.Tugas Akhir, Program Diploma III Teknik Sipil Infrastruktur Perkotaan, Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Tata guna lahan wilayah DAS Temon yang semula adalah lahan terbuka yang berupa kawasan hutan, telah banyak dialih fungsikan sebagai lahan pemukiman, tegalan, dan persawahan. Dampak dari perubahan tata guna lahan adalah terjadinya penurunan kemampuan tanah untuk meresap air (infiltrasi). Selain itu jika terjadi intensitas hujan yang cukup tinggi, maka volume aliran permukaan (run off) juga akan meningkat. Hal inilah yang dapat menyebabkan terjadinya potensi banjir. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui nilai konstanta waktu penyimpanan (k) dan nilai faktor berat relatif/penimbang (x), sehingga kita dapat menghitung koefisien Muskingum-Cunge yang diperlukan untuk perhitungan penelusuran banjir, (2) Mengetahui debit masukan (inflow) maksimum di sepanjang daerah Sungai Temon dengan menggunakan Metode Muskingum-Cunge, (3) mengetahui debit maksimum di titik uji pada Sungai Temon dengan panjang total 10,62 km yang dibagi beberapa pias sungai. Penelitian ini menggunakan metode Muskingum-Cunge, karena data yang didapat adalah data hujan harian sehingga hanya dapat digunakan untuk menghitung hidrograf inflow. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa: (1) nilai konstanta waktu penyimpanan (k) sebesar 428,3317 detik, faktor berat relatif (x) sebesar 0,1439, dan konstanta Muskingum-Cunge masing-masing sebesar C1= 0,8592, C2= 0,8023, C3= -0,6615, C4= 0, (2) untuk debit inflow maksimum periode ulang 2,5,10, dan 20 tahun masing-masing adalah 91,231 m3/dt, 120,007 m3/dt, 146,201 m3/dt, dan 173,330 m3/dt, (3) untuk Q2, Q5, Q10, dan Q20, diperoleh nilai debit maksimumnya masing-masing sebesar 92,049 m3/dt pada titik uji kilometer 8,50 jam ke-4, 121,116 m3/dt pada titik uji kilometer 8,50 jam ke-4, 147,573 m3/dt pada titik uji kilometer 8,50 jam ke-4, dan 174,974 m3/dt pada titik uji kilometer 8,50 jam ke-4. Kata kunci: Debit, Muskingum-Cunge, Penelusuran Banjir.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
    Divisions: Fakultas Teknik > D3 - Teknik Sipil
    Depositing User: Nur Anisah
    Date Deposited: 30 Apr 2014 06:10
    Last Modified: 30 Apr 2014 06:10
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/14059

    Actions (login required)

    View Item