EVALUASI KINERJA PADA SIMPANG TAK BERSINYAL SIMPANG SMA NEGERI 7 SURAKARTA

PRASETYO, RHOBERTUS MAHADI YUDHI (2013) EVALUASI KINERJA PADA SIMPANG TAK BERSINYAL SIMPANG SMA NEGERI 7 SURAKARTA. Other thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (211Kb) | Preview

    Abstract

    ROBERTUS MAHADI YUDHI P , 2013, “ EVALUASI KINERJA PADA TAK BERSINYAL SMA NEGERI 7 SURAKARTA Simpang adalah hal yang umum ditemui dalam sistem transportasi di kota besar, Simpang SMA Negeri 7 Surakarta merupakan simpang 4 tak bersinyal,maka dari itu perlu adanya evaluasi kinerja pada simpang tersebut salah satunya dengan mendesain sinyal tersebut menjadi simpang bersinyal, Simpang bersinyal merupakan suatu elemen yang cukup penting dalam sistem transportasi di kota besar. Simpang SMA Negeri 7 Surakarta terdiri dari 3 fase, fase pertama dari arah Selatan (Jln. Bhayangkara) fase kedua dari arah Selatan, fase ke tiga dari arah timur ( Jln.Mr.Muh. Yamin) dan barat (gang jalan lokal). Fase merupakan bagian dari siklus sinyal dengan lampu hijau disediakan bagi kombinasi tertentu dari gerakkan lalu lintas. Perhitungan kinerja menggunakan metode MKJI 1997. Analisis dalam Tugas Akhir ini berdasarkan dari data primer meliputi data geometri, arus kendaraan, jarak dari garis henti ke tititk konflik Tugas Akhir ini meliputi Simpang tak bersinyal menjadi Simpang Bersinyal. Hasil perhitungan kinerja yang dilakukan pada Simpang SMA Negeri 7 Surakarta, pada jam sibuk pagi yaitu pukul 06.00-08.00WIB terjadi sebesar 2082,1 smp/jam, kapasitas pada pendekat Selatan sebesar 980,3 smp/jam, pendekat Barat 17,75 smp/jam, pendekat Utara 827,05 smp/jam, pendekat Timur 257 smp/jam. Derajat kejenuhan sebesar 1,6, dan terjadi tundaan 17,83 det/smp, selain itu juga terjadi peluang antrian sebesar 42,83%-85%, pada jam sibuk siang pukul 12.00-14.00 WIB terjadi sebesar 2361 smp/jam, kapasitas pada pendekat Selatan sebesar 964 smp/jam, pendekat Barat 10,5 smp/jam, pendekat Utara 994,45 smp/jam, pendekat Timur 392,35 smp/jam. Derajat kejenuhan sebesar 1,96, dan terjadi tundaan 8,52 det/smp, selain itu juga terjadi peluang antrian sebesar 64,49%-100%, pada jam sibuk sore pukul 16.00-18.00 WIB terjadi sebesar 2451,6 smp/jam, kapasitas pada pendekat Selatan sebesar 1307,4 smp/jam, pendekat Barat 11,75 smp/jam, pendekat Utara 889,85 smp/jam, pendekat Timur 242,6 smp/jam. Derajat kejenuhan sebesar 1,77, selain itu juga terjadi tundaan 14,90 smp/det, selain itu juga terdapat peluang antrian sebesar 133,27%-65,62%. Sedangkan menurut MKJI 1997 derajat kejenuhan lebih dari 0,85 ( DS > 0,85 ), maka diperlu evaluasi Kinerja. Dari penelitian dapat diketahui kapasitas pemakai jalan sangat besar, dikarenakan simpang tersebut merupakan jalan menghubungkan antar kota dan pergerakan barang dan jasa.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Fakultas Teknik > D3 - Teknik Sipil
    Depositing User: Nisaa Adlia Adani
    Date Deposited: 03 May 2014 18:30
    Last Modified: 03 May 2014 18:30
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/14006

    Actions (login required)

    View Item