Kajian Pengembangan 3Sp Familia Menispermaceae bagi Ketersediaan Bahan Baku Herbal Medicine Berpotensi Hepatoprotektor dan Anti Kanker

Sulandjari, and Sugiyono, and Rossati, Sri (2012) Kajian Pengembangan 3Sp Familia Menispermaceae bagi Ketersediaan Bahan Baku Herbal Medicine Berpotensi Hepatoprotektor dan Anti Kanker. .

[img] Microsoft Word - Published Version
Download (26Kb)

    Abstract

    Kata kunci: Coscinium, Fibraurea, Arcangelisia, GA3, NAA Sulandjari; Sugiyono; Rossati, Sri LPPM UNS, Penelitian, BOPTN UNS, Hibah Guru Besar, 2012 Penyakit hepatitis dan kanker telah menjadi prioritas kesehatan dunia untuk mencegah dan mengobati karena angka privalensinya yang tinggi di hampir semua negara dunia. Beberapa peneliti telah membuktikan khasiat obat dari tanaman Arcangelicia flava, Coscinium fenestratum dan Fibraurea tinctura dari familia Menispermaceae antara lain anti malaria, menyembuhkan kanker servik, kanker prostat, hepatoprotektor, anti bakteri dan sebagainya. (Mahata, 2011; Li et al.,2011; Wongbutdee et al.,2003). Ketiga spesies ini di Indonesia dikenal dengan nama Sirawan kunyit atau peron sapi (Jawa); ki koneng (Sunda) ; Gumi modoka (Halmahera), kayu kuning (Sulawesi). Kayu kuning di banyak Negara juga Indonesia, termasuk tumbuhan obat multiguna namun dalam red list IUCN telah dinyatakan langka karena pengambilan oleh masyarakat secara terus menerus dan langsung dari habitat alamnya, sedangkan reproduksi secara alami termasuk lambat dan upaya budidayanya belum ada (Setyowati,2003), sehingga upaya pelestariannya mutlak diperlukan (Tushar et al,2008). Permasalahan yang ingin dijawab dari penelitian ini adalah faktor-faktor lingkungan habitat tempat tumbuh Arcangelicia flava, Coscinium fenestratum dan Fibraurea tinctura di Indonesia dan teknik pembibitan tanaman untuk ketersediaan bahan budidayanya. Hasil penelitia menunjukkan bahwa Coscinium fenestratum dan Fibraurea tinctoria mampu tumbuh pada tanah dengan keasaman rendah, kurang subur dan berpasir. Arcangelisia flava tumbuh pada tanah dengan keasaman netral, subur dan berpasir. Pertumbuhan Coscinium fenestratum, Fibraurea tinctoria dan Arcangelisia flava menghendaki curah hujan tinggi, kelembaban tinggi dan intensitas cahaya rendah. Hormon Gibereline (GA3) dengan konsentrasi 40-60 ppm meningkatkan perkecambahan biji Pertumbuhan Coscinium fenestratum, Fibraurea tinctoria dan Arcangelisia flava lebih cepat daripada hormon NAA meskipun GA3 dan NAA pada konsentrasi 20 ppm telah mempercepat biji berkecambah daripada tanpa perlakukan hormon.

    Item Type: Article
    Subjects: S Agriculture > SB Plant culture
    Divisions: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - LPPM
    Depositing User: Miftahful Purnanda
    Date Deposited: 29 Apr 2014 18:58
    Last Modified: 29 Apr 2014 18:58
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/13965

    Actions (login required)

    View Item