Pendampingan Program Pos Pemberdayaan Keluarga (POSDAYA) Dalam Upaya Pengentasan Kemiskinan Melalui Pembangunan Berbasis Sumberdaya Manusia di Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali

Susantiningrum , (2012) Pendampingan Program Pos Pemberdayaan Keluarga (POSDAYA) Dalam Upaya Pengentasan Kemiskinan Melalui Pembangunan Berbasis Sumberdaya Manusia di Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali. .

[img] Microsoft Word - Published Version
Download (11Kb)

    Abstract

    Kata Kunci: KKN Posdaya, Kecamatan Karanggede Karanggede merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Boyolali. Penduduknya dapat dikatakan tidak terlalu padat yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani dan home industri bersklala kecil. Secara ekonomi, masyarakat Karanggede didominasi oleh kalangan menengah kebawah, sedangkan kehidupan sosialnya tergambar dari kegiatan gotongroyong. Di samping itu, kondisi pemerintahan di kecamatan Karanggede masih sangat memprihatinkan. Birokrasi pemerintahan tidak terlalu diperhatikan bahkan dapat dikatakan sebagai formalitas saja. KKN Posdaya Kecamatan karanggede dilaksanakan pada 18 Juni – 21 Juli 2012. Kondisi sasaran posdaya di Kecamatan Karanggede difokuskan di 3 desa yaitu Klari, Tegalsari, dan Sranten. Pada masing-masing desa tersebut sudah terdapat Posdaya, namun belum dijalankan secara maksimal. Posdaya cenderung hanya sebatas nama, dikarenakan belum pahamnya mengenai posdaya itu sendiri. Mereka menganggap kegiatan dari posdaya itu sudah dijalankan, namun bukan dari wadah posdaya, seperti PKK, PNPM Mandiri dan sebagainya. Posdaya Desa Klari bernama “Mawar Berseri”, posdaya Desa Tegalsari bernama “Mandiri”, dan posdaya Desa Sranten bernama “Maju Makmur”. KKN pendampingan posdaya ini dilakukan melalui pendampingan administrasi, serta dalam kegiatan posdaya, observasi data monografi kelurahan, dan mengikuti rapat koordinasi dengan pengurus posdaya serta menylenggarakan acara lomba mewarnai tingkat PAUD. Secara umum hambatan yang dihadapi dalam posdaya adalah banyak diantara warga masyarakat yang belum mengetahui dan paham betul mengenai posdaya. Belum ada program posdaya yang jelas, karena masyarakat masih menganggap hambatan utama yaitu masalah dana. Dan selebihnya yang perlu ditingkatkan adalah kesadaran para pengurus posdaya untuk mengoptimalkan program keposdayaan.

    Item Type: Article
    Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
    Divisions: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - LPPM
    Depositing User: Miftahful Purnanda
    Date Deposited: 29 Apr 2014 18:11
    Last Modified: 29 Apr 2014 18:11
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/13938

    Actions (login required)

    View Item