Pembelajaran Konsep Pendidikan Karakter untuk Meningkatkan Nilai Peduli Lingkungan dengan Metode Permainan Lingkungan (MEPELING)

Ngadino, and Widianto A, Idam Ragil and Rukayah, (2012) Pembelajaran Konsep Pendidikan Karakter untuk Meningkatkan Nilai Peduli Lingkungan dengan Metode Permainan Lingkungan (MEPELING). .

[img] Microsoft Word - Published Version
Download (27Kb)

    Abstract

    Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan nilai peduli lingkungan melalui penerapan games method of environment pada siswa kelas V SDN Dukuh 01 Mojolaban Sukoharjo tahun ajaran 2011/2012. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri Dukuh 01 Mojolaban Sukoharjo yang berjumlah 30 siswa. Sumber data berasal dari guru dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah hasil angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validitas data yang digunakan adalah triangulasi data dan triangulasi metode. Analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif dan diskriptif komparatif. Hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukkan bahwa skor rata-rata kelas nilai peduli lingkungan siswa pada pratindakan adalah 85,76 dengan persentase ketercapaian kelas sebesar 20% siswa yang memiliki nilai peduli lingkungan tinggi. Pada siklus I, skor rata-rata kelas meningkat menjadi 96,85 dengan persentase ketercapaian kelas sebesar 53,3%. Pada siklus II, skor rata-rata kelas meningkat lagi menjadi 106,7 dengan persentase ketercapaian kelas sebesar 80%. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa melalui penerapan games method of environment dapat meningkatkan nilai peduli lingkungan siswa pada siswa kelas V SD Negeri Dukuh 01 Mojolaban, Sukoharjo. Sedangkan kendalakendala yang terjadi selama penerapan games method of environment dalam meningkatkan nilai peduli lingkungan siswa meliputi : (1) Siswa kurang proaktif karena belum menganal peneliti yang berperan sebagai guru (2) Siswa tidak terbiasa dengan metode permainan dalam pembelajaran di sekolah (3) Siswa susah untuk dikondisikan pada kelompok dan siswa laki-laki dan perempuan tidak mau untuk bergandengan tangan atau masih malu-malu.

    Item Type: Article
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Depositing User: Lynda Rahmawati
    Date Deposited: 28 Apr 2014 17:41
    Last Modified: 28 Apr 2014 17:41
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/13864

    Actions (login required)

    View Item