PENGARUH FREKUENSI SUARA “GARENGPUNG” (Dundubia manifera) TERHADAP PERTUMBUHAN, PRODUKTIVITAS, DAN PATOGEN "Phytophthora infestans" TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum, L) DENGAN SISTEM GREENHOUSE

S, Riza and N, Dwi and M, Siti (2012) PENGARUH FREKUENSI SUARA “GARENGPUNG” (Dundubia manifera) TERHADAP PERTUMBUHAN, PRODUKTIVITAS, DAN PATOGEN "Phytophthora infestans" TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum, L) DENGAN SISTEM GREENHOUSE. Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi, 9 (1). pp. 598-604.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (604Kb) | Preview

    Abstract

    Kentang adalah salah satu komoditi andalan sektor pertanian di Indonesia yang digunakan untuk mencukupi kebutuhan, sebagai bahan pengganti makanan pokok (beras). Penyakit lodoh disebabkan oleh serangan jamur patogen ganas Phytophthora infestans dapat menurunkan produksi kentang hingga 90% dari total produksi kentang dalam waktu yang amat singkat (Cholil, 1991). Teknologi sonic bloom adalah terobosan untuk membuat tanaman tumbuh lebih baik perpaduan antara pemasangan unit suara penghasil suara frekuensi antara 3500-5000 Hz dan penyemprotan nutrisi melalui daun (Hantoro Tapari, 2009). Selain itu, penambahan penerapan sistem Greenhouse bertujuan untuk meningkatkan hasil budidaya tanaman baik secara kualitas maupun kuantitas dengan cara melindungi tanaman dari guyuran hujan, tiupan angin yang langsung dan intensitas sinar matahari yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh frekuensi suara garengpung dan sistem greenhouse terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman kentang serta patogen "Phytophthora Infestans".Penggunaan greenhouse Dinas Pertanian pada ketinggian tempat 700–800 dpl. Kondisi kedua greenhouse yang digunakan dibuat homogen, perbedaan perlakuan hanya pada pemutaran suara garengpung. Drive frekuensi suara rekaman garengpung diputar dengan CD player, diletakkan pada ketinggian 50 cm dari permukaan tanah. Perlakuan suara serangga “garengpung” dilakukan setiap hari selama 2 jam. Berdasarkan hasil penelitian, tinggi tanaman dan diameter batang pada tanaman perlakuan mengalami pertumbuhan yang sangat nampak jelas berbeda sejak 10 hst hingga 80 hst bahkan melebihi tinggi pada umumnya. Hal tersebut diperkuat dengan perbedaan besarnya bukaan stomata. Produktivitas pada tanaman dengan menggunakan perlakuan meningkat sebesar 40,8 %. Tanaman dengan perlakuan yang terserang Phytoptora infestans dilihat dari kenampakan fisiknya mempunyai daya tahan cukup tinggi walaupun tidak mengahambat secara keseluruhan. Kata kunci: Kentang, Garengpung, Phytoptora infestans, Sistem Greenhouse

    Item Type: Article
    Subjects: Q Science > QK Botany
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Biologi
    Depositing User: Faisal Dharma Adhinata
    Date Deposited: 28 Apr 2014 13:30
    Last Modified: 28 Apr 2014 13:30
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/13849

    Actions (login required)

    View Item