PENGARUH PEMBERIAN 2,4-D DAN BAP TERHADAP PERTUMBUHAN EKSPLAN BAWANG PUTIH (Allium sativum L.).

Mufidah, Nurul (2014) PENGARUH PEMBERIAN 2,4-D DAN BAP TERHADAP PERTUMBUHAN EKSPLAN BAWANG PUTIH (Allium sativum L.). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (126Kb) | Preview

    Abstract

    PENGARUH PEMBERIAN 2,4-D DAN BAP TERHADAP PERTUMBUHAN EKSPLAN BAWANG PUTIH (Allium sativum L.). Skripsi: Nurul Mufidah (H0709085). Pembimbing: Samanhudi, Muji Rahayu, dan Amalia Tetrani Sakya. Program Studi: Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Bawang putih (Allium sativum) merupakan tanaman yang menguntungkan bagi petani karena bernilai ekonomi tinggi. Namun produksi bawang putih masih tergolong rendah karena sempitnya lahan produksi. Penggunaan teknik kultur jaringan diharapkan dapat meningkatkan produksi bawang putih melalui penyediaan bibit yang seragam dan berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara BAP dan 2,4-D terhadap pertumbuhan eksplan bawang putih, mendapatkan konsentrasi 2,4-D yang tepat untuk mendukung pertumbuhan eksplan bawang putih, dan mendapatkan konsentrasi BAP yang tepat untuk mendukung pertumbuhan eksplan bawang putih. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Januari sampai April 2013 di Laboratorium Kultur Jaringan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan rancangan acak lengkap (RAL) yang disusun secara faktorial dengan dua faktor. Perlakuan faktor pertama yaitu konsentrasi 2,4-D yang terdiri atas 4 taraf yaitu 0 ppm, 0,5 ppm, 1 ppm, 1,5 ppm dan faktor kedua adalah BAP yang terdiri atas 5 taraf yaitu 0 ppm, 0,5 ppm, 1 ppm, 1,5 ppm, 2 ppm. Masing-masing perlakuan menggunakan 4 ulangan. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan apabila terdapat beda nyata maka dilanjutkan dengan DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara pemberian beberapa konsentrasi 2,4-D dan BAP terhadap saat muncul tunas. Perlakuan BAP tanpa 2,4-D tidak menghasilkan kalus, namun menghasilkan akar. Perlakuan 2,4-D konsentrasi 0,5 ppm memberikan hasil kalus terbaik dengan warna kalus putih. Perlakuan BAP konsentrasi 1 ppm memberikan hasil tunas terbaik dengan tunas tertinggi.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - LPPM
    Depositing User: Mohammad Fatchurrohman
    Date Deposited: 26 Apr 2014 21:49
    Last Modified: 26 Apr 2014 21:49
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/13812

    Actions (login required)

    View Item