HUBUNGAN PENGETAHUAN, PENDIDIKAN, PENDAPATAN KELUARGA DAN PERSEPSI PASIEN TENTANG PETUGAS KESEHATAN DENGAN KETERATURAN PENGOBATAN PENDERITA TUBERKULOSIS DI KABUPATEN PONOROGO

Kusdarini, Rahayu (2013) HUBUNGAN PENGETAHUAN, PENDIDIKAN, PENDAPATAN KELUARGA DAN PERSEPSI PASIEN TENTANG PETUGAS KESEHATAN DENGAN KETERATURAN PENGOBATAN PENDERITA TUBERKULOSIS DI KABUPATEN PONOROGO. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (820Kb) | Preview

    Abstract

    Background. Tuberculosis (TB) is one of the main causes of mortality and morbidity in Indonesia. One way to break the chain of transmission of TB is by finding and treating patients with pulmonary TB until healed. One key factor is the regularity of treatment cure treatment. Regularity of this treatment include adherence to medication and repeated sputum examinations during the treatment period. Aim. Analyze the relationship of knowledge, education, family income, and perceptions about the quality of health care workers with tuberculosis treatment regularity. Subjects and Methods. The study design used was analytic observational retrospective case control in a cohort. Population are TB patients undergoing DOTS treatment systems since 2012 in Ponorogo. The sample in this study of 60 people using a random sampling technique, which consists of 40 samples and 20 samples of regular treatment irregular treatment. Collection of data through observation and questionnaires. Data analysis with multiple logistic regression. Results. Results of this study showed that there is a positive relationship and statistically significant between the knowledge of TB treatment with regularity. Patients who have a high knowledge of TB have the possibility to take medication more regularly (OR = 12.86; 95% CI = 2.596 to 63.676, p = 0.002). There is a positive and statistically marginally significant between perceptions about the quality of TB services officer with the regularity of treatment. TB patients who have a perception of better quality of service officers have the possibility to take medication more regularly (OR = 10.95, 95% CI = 0.684 to 175.23, p = 0.091). There was no statistically significant relationship between education (p = 0.793), and family income (p = 0.874), with the regularity of treatment. Conclusions. The conclusion of this study is the high knowledge about TB and the perception of good health care will increase the possibility of doing the treatment on a regular basis, while education and family income has nothing to do with the regularity of treatment. Keywords: knowledge, education, income, perception, regularity. Latar Belakang. Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kesakitan di Indonesia. Salah satu cara memutus rantai penularan TB adalah dengan menemukan dan mengobati penderita TB paru sampai sembuh. Salah satu faktor penentu kesembuhan pengobatan adalah keteraturan pengobatan. Keteraturan pengobatan ini meliputi keteraturan minum obat dan pemeriksaan dahak ulang selama masa pengobatan. Tujuan. Menganalisis hubungan pengetahuan, pendidikan, pendapatan keluarga dan persepsi tentang kualitas petugas kesehatan dengan keteraturan pengobatan penderita tuberkulosis. Subjek dan Metode. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan case control dalam kohor retrospektif. Populasi adalah penderita TB yang menjalani pengobatan sistem DOTS sejak tahun 2012 di Kabupaten Ponorogo. Sampel dalam penelitian ini sebesar 60 orang dengan menggunakan teknik random sampling, terdiri dari 40 sampel yang teratur pengobatannya dan 20 sampel yang tidak teratur pengobatannya. Pengumpulan data dengan observasi dan kuesioner. Analisis data dengan regresi logistik ganda. Hasil. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang positif dan secara statistik signifikan antara pengetahuan tentang TB dengan keteraturan pengobatan. Pasien yang memiliki pengetahuan tentang TB yang tinggi memiliki kemungkinan untuk melakukan pengobatan secara lebih teratur (OR = 12,86; CI 95% = 2,596 hingga 63,676; p = 0,002). Terdapat hubungan yang positif dan secara statistik mendekati signifikan antara persepsi tentang kualitas pelayanan petugas TB dengan keteraturan pengobatan. Pasien TB yang memiliki persepsi tentang kualitas pelayanan petugas baik memiliki kemungkinan untuk melakukan pengobatan secara lebih teratur (OR = 10,95, CI 95% = 0,684 hingga 175,23; p = 0,091). Tidak terdapat hubungan yang secara statistik signifikan antara pendidikan (p = 0,793) dan pendapatan keluarga (p = 0,874) dengan keteraturan pengobatan. Kesimpulan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengetahuan tentang TB yang tinggi dan persepsi tentang petugas kesehatan yang baik akan meningkatkan kemungkinan melakukan pengobatan secara teratur, sedangkan pendidikan dan pendapatan keluarga tidak ada hubungannya dengan keteraturan pengobatan. Kata kunci : pengetahuan, pendidikan, pendapatan, persepsi, keteraturan.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
    Divisions: Pasca Sarjana
    Depositing User: Prima Adi Pradana
    Date Deposited: 26 Apr 2014 20:42
    Last Modified: 26 Apr 2014 20:42
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/13745

    Actions (login required)

    View Item