TELEVISI REPUBLIK INDONESIA (TVRI) SEBAGAI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (Studi Kasus Program Siaran Televisi Republik Indonesia (TVRI) di Indonesia)

Kurniati, Pythag (2013) TELEVISI REPUBLIK INDONESIA (TVRI) SEBAGAI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (Studi Kasus Program Siaran Televisi Republik Indonesia (TVRI) di Indonesia). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (805Kb) | Preview

    Abstract

    Public broadcasting institutions as referred in Article 13, Part 32 of Broadcasting Act 2002 is that broadcasters in the shape of legal entity established by the state, is an independent, neutral, not commercial, and as a public service. In this case, they are Radio Republik Indonesia (RRI) and Televisi Republik Indonesia (TVRI). TVRI experience with the many changes in the dynamics. Established on August 24th, 1962 by TVRI foundation status in the Ministry of Information is responsible for the content of the program. TVRI also had become Bureau Company, a Limited Liability Company and eventually became the Public Broadcasting of Televisi Republik Indonesia. As public broadcaster, TVRI must be able to present the impressions that are beneficial to society and not just a profit-oriented. This research aims to provide insight, especially about the TVRI program management, TVRI program of education, information and entertainment, the import and local events program, a cooperation program as well as live and taping programs. Type of this research is a case study that is supported by the qualitative data. Based on the results of research that TVRI is the only one public television in Indonesia has a role to provide mass education to the society through their programs, provide information that is accurate and independent without any influence by the other group, as a cultural showcase of Indonesia and provides programmes for the minorities. Researcher also found a variety of issues which related to Human Resources, funding and program priorities. Lembaga Penyiaran Publik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 Undang – Undang Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002 adalah lembaga penyiaran yang berbentuk badan hukum yang didirikan oleh negara, bersifat independen, netral, tidak komersial, dan berfungsi memberikan layanan untuk kepentingan masyarakat. Lembaga Penyiaran Publik dalam hal ini adalah Radio Republik Indonesia (RRI) dan juga Televisi Republik Indonesia (TVRI). TVRI mengalami dinamika dengan berbagai perubahan bentuk. Berdiri pada tanggal 24 Agustus 1962 dengan status yayasan TVRI bertanggung jawab pada Departemen Penerangan untuk isi program. TVRI juga pernah menjadi Perjan (Perusahaan Jawatan), Perseroan Terbatas (PT) dan pada akhirnya menjadi Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia. Sebagai televisi publik, TVRI harus mampu menyajikan tayangan – tayangan yang bermanfaat bagi masyarakat dan bukan hanya berorientasi pada keuntungan semata. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terutama mengenai manajemen program TVRI, program acara TVRI yang bermuatan edukasi, informasi serta entertainment, program acara impor dan lokal, program acara kerjasama serta program live dan taping. Jenis penelitian ini adalah studi kasus yang didukung oleh data-data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian bahwa TVRI sebagai satu – satunya televisi publik di Indonesia memiliki peran untuk memberikan mass education kepada masyarakat melalui program – programnya, memberikan informasi yang akurat dan independen tanpa pengaruh oleh golongan manapun, sebagai etalase budaya Indonesia dan menyediakan program untuk kalangan minoritas. Beragam permasalahan juga peneliti temukan terkait dengan Sumber Daya Manusia, pendanaan dan prioritas program.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Depositing User: Prima Adi Pradana
    Date Deposited: 26 Apr 2014 20:39
    Last Modified: 26 Apr 2014 20:39
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/13743

    Actions (login required)

    View Item