PROBLEMATIKA PERKAWINAN BERDASARKAN PERPINDAHAN AGAMA DI BOJONEGORO

Ismaya, Heru (2013) PROBLEMATIKA PERKAWINAN BERDASARKAN PERPINDAHAN AGAMA DI BOJONEGORO. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (1160Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRACT Heru Ismaya, 2013. Problematical of marriage because of flitting To Religion In Bojonegoro. Thesis: post-Graduate program of law study of Sebelas Maret University. Surakarta. This study aims to know and analyze about the occurrence and consequences of marriage due flitting to religion in Bojonegoro. This study is empirical or non doctrinal research using sociological approach to determine the application of the law in society through the symbolic meanings of social behavior as seen in the interaction between them in public life. Types of data used are primary and secondary data. Data collection techniques used including interviews, observation, and document study. Data analysis technique used is through qualitative analysis is a research method that produces descriptive analysis. Report the results of the study revealed in the form of in- depth explanation of the factual and based on facts and reality on the ground and then analyzed to clarify the results found. Results of research conducted: first, due to ease the process of implementing a marriage, so it must be converted so that it can be implemented and the marriage of valid based on religion and according to the Marriage Act. Second, the household did not feel comfortable and less harmonious as it is still visible from each side to favor mutual religion, after carrying out the marriage, their average return on the original religion, and even some are forced to move his family religion other than Islam. The implication is the result of marriage because submission to religion first, Act of Number 1 of 1974 on Marriage is in conformity with the objectives of the law because the Marriage Act is not contrary to the values of Pancasila and UUD 1945, so as to create an atmosphere that conducive to social and national life. Second, the emergence of marital problems as a result of the submission to the religion (Islam) is the need to activate the role and functions of the Office of Religious Affairs to minimize conflict from the marriage. Keywords: Marriage, flitting, Religion. Heru Ismaya, 2013. PROBLEMATIKA PERKAWINAN BERDASARKAN PERPINDAHAN AGAMA DI BOJONEGORO. Program Magister Ilmu Hukum, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis tentang terjadinya dan Akibat Perkawinan Berdasarkan Perpindahan agama di Bojonegoro. Penelitian ini adalah penelitian empiris atau non doktrinal dengan menggunakan pendekatan sosiologis untuk mengetahui penerapan hukum di masyarakat melalui makna-makna simbolik para perilaku sosial sebagai tampak dalam interaksi antara mereka dalam kehidupan bermasyarakat. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi dan studi dokumen. Teknik analisa data yang digunakan adalah melalui analisis kualitatif yaitu suatu cara penelitian yang menghasilkan deskriptif analisis. Laporan hasil penelitian diungkap dalam bentuk penjelasan secara mendalam dan faktual yaitu berdasarkan fakta dan realita di lapangan kemudian dianalisis untuk memperjelas hasil yang ditemukan. Hasil penelitian yang dilakukan yaitu pertama, karena untuk mempermudah proses pelaksanakan perkawinan, sehingga harus pindah agama supaya perkawinan itu bisa dilaksanakan dan sah menurut agama maupun menurut Undang-Undang Perkawinan. Kedua, dalam rumah tangganya tidak merasa nyaman dan kurang harmonis karena masih terlihat dari masing-masing pihak saling mengunggulkan agamanya, karena perpindahan agama lain ke agama Islam yang dilakukan baru sebatas syarat dalam perkawinan. Setelah melaksanakan perkawinan, rata-rata mereka kembali pada agama semula, bahkan ada juga yang memaksa pasangan hidupnya untuk berpindah agama selain Islam. Implikasinya adalah akibat perkawinan karena penundukan diri pada agama pertama, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan sudah sesuai dengan tujuan hukum karena Undang-Undang Perkawinan tersebut tidak bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, sehingga dapat menciptakan suasana yang kondusif dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Kedua, munculnya masalah akibat perkawinan karena perpindahan agama (Islam) yaitu perlunya mengefektifkan peran dan fungsi Kantor Urusan Agama untuk meminimalisir terjadinya konflik akibat perkawinan tersebut. Kata Kunci : Perkawinan, Perpindahan, Agama.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BJ Ethics
    H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister > Ilmu Hukum - S2
    Depositing User: Nur Anisah
    Date Deposited: 26 Apr 2014 20:00
    Last Modified: 26 Apr 2014 20:00
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/13694

    Actions (login required)

    View Item