PENELUSURAN BANJIR DI SUNGAI WURYANTORO SUB DAS BENGAWAN SOLO HULU 3

FIDIAWAN, NUANSAH (2013) PENELUSURAN BANJIR DI SUNGAI WURYANTORO SUB DAS BENGAWAN SOLO HULU 3. Other thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (224Kb) | Preview

    Abstract

    Nuansah Fidiawan, 2013, Penelusuran Banjir di Sungai Wuryantoro Sub Das Bengawan Solo Hulu 3, Tugas Akhir, Program Studi Diploma III Teknik Sipil Infrastruktur Perkotaan, Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Sungai Wuryantoro merupakan sungai utama yang ada dalam DAS Wuryantoro. Mayoritas mata pencaharian penduduk adalah sebagai petani. Hal ini dapat dilihat dari keadaan sungai Wuryantoro yang sebagian besar wilayah sekitarnya merupakan tegal dan sawah. Maka sangat berbahaya bila terjadi kelebihan kapasitas debit sungai yang melebihi kapasitas rata-rata. Apabila hal tersebut terjadi maka akan terjadi banjir yang bisa merusak lahan pertanian milik penduduk. Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu dilakukan penelusuran banjir guna memprediksi debit banjir yang mungkin terjadi sehingga dapat dilakukan pembangunan infrastruktur yang sesuai atau penanggulangan yang mungki bisa dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai konstanta waktu penyimpanan (K) dan faktor berat relatif/penimbang (x), mengetahui debit inflow maksimum DAS serta debit maksimum di titik uji pada sungai Wuryantoro sub DAS Bengawan Solo hulu 3. Penelusuran banjir yang dilakukan di sungai Wuryantoro ini menggunakan metode Muskingum Cunge. Metode ini dilakukan berdasarkan bacaan hidrograf di hulu sehingga diperoleh hidrograf banjir di hilir. Dalam penelitian ini, hasil dari perhitungan data diperoleh nilai nilai konstanta waktu penyimpanan (K) sebesar 903,85 detik dan faktor berat relatif/penimbang (x) sebesar 0,29. Debit inflow untuk periode ulang 2 tahun sebesar 29,51 m3/det. Untuk periode ulang 5 tahun debit inflow maksimumnya sebesar 39,11 m3/det. Untuk periode ulang 10 tahun debit inflow maksimumnya sebesar 47,06 m3/det. Untuk periode ulang 20 tahun debit inflow maksimumnya sebesar 54,75 m3/det. Debit maksimum di titik uji untuk periode ulang 2 tahun diperoleh debit maksimum sebesar 29,51 m3/det pada kilometer 0 jam ke-2. Debit maksimum di titik uji untuk periode ulang 5 tahun diperoleh debit maksimum sebesar 39,11 m3/det pada kilometer 0 jam ke-2. Debit maksimum di titik uji untuk periode ulang 10 tahun diperoleh debit maksimum sebesar 47,06 m3/det pada kilometer 0 jam ke-2. Debit maksimum di titik uji untuk periode ulang 20 tahun diperoleh debit maksimum sebesar 54,75 m3/det pada kilometer 0 jam ke-2.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Fakultas Teknik > D3 - Teknik Sipil
    Depositing User: Nisaa Adlia Adani
    Date Deposited: 03 May 2014 18:53
    Last Modified: 03 May 2014 18:53
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/13636

    Actions (login required)

    View Item