PENGARUH SHIFT KERJA TERHADAP TINGKAT STRES KERJA PADA PERAWAT RAWAT INAP RUMAH SAKIT ORTOPEDI PROF. DR. R. SOEHARSO SURAKARTA

Widyasrini, Jati Uji Sekti (2013) PENGARUH SHIFT KERJA TERHADAP TINGKAT STRES KERJA PADA PERAWAT RAWAT INAP RUMAH SAKIT ORTOPEDI PROF. DR. R. SOEHARSO SURAKARTA. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF ( ShiftKerja, Tingkat Stres Kerja, Perawat) - Published Version
Download (477Kb) | Preview

    Abstract

    Jati Uji Sekti Widyasrini, R0209025, 2013. The Effect of Working Shift on Working Stress Levels of Inpatient Nurses at Orthopaedic Hospital Prof.Dr.R.Soeharso Surakarta. Medical Faculty, Sebelas Maret University Surakarta. Purpose:In performing their duties, nurses cannot be separated from the stress, because the problems of stress cannot be separated from the working condition. This study aimed to compare the working stress experienced of inpatient nurses during their working time of morning and night shift at Orthopaedic Hospital Prof.Dr.R. Soeharso Surakarta. Methods: This study applies observational research with cross sectional analytic. The research was conducted in inpatient wards of Prof.Dr.R.Soeharso Orthopedics Hospital Surakarta. This research provides treatment to the respondent namely L-MMPI questionnaire. It is done before filling out the questionnaire HRSA. The screening and working stress measurements is performed twice, in the morning shift and night shift. Results: The population of this study are 71 nurses, 32 of the nurses are taken as the samples. They are determined through a screening process, of the 32 nurses in the morning shift get, 26 nurses (81.25%) who has experienced working stress can be resolved while the 6 nurses ( 18.75%) had experienced mild stress. 28 nurses of night shift (87.5%) who experienced working stress can be resolved while 4 nurses (12.5%) had mild stress. The data were statistically tested with Comparative Marginal homogeneity test (SPSS 16.0 for Windows) which obtained result p value = 0.000, means 0:05 p value ≤0.000. Conclusions: The conclusions derived from this study are 6 of the morning shift nurses (18.75%) had experienced mild stress and in the 4th night shift nurses (12.5%) had experienced mild stress. The problems that cause the nurses working stress are due to the patients’ sickness, families and the patients’ relatives who are waiting and visiting them in the hospital. Jati Uji Sekti Widyasrini, R0209025, 2013. Pengaruh Shift Kerja terhadap Tingkat Stres Kerja pada Perawat Rawat Inap Rumah Sakit Ortopedi Prof.Dr.R.Soeharso Surakarta. Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta. Tujuan :Perawat dalam menjalankan tugas tidak dapat terlepas dari stres, karena masalah stres tidak dapat terpisahkan dari dunia pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan stres kerja yang dialami perawat rawat inap saat bekerja shift pagi dengan shift malam di Rumah Sakit Ortopedi Prof.Dr.R. Soeharso Surakarta. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di bangsal rawat inap Rumah Sakit Ortopedi Prof.Dr.R.Soeharso Surakarta. Perlakuan kepada responden yaitu pemberian kuesioner L-MMPI sebelum pengisian kuesioner HRSA. Screening dan pengukuran stres kerja dilakukan dua kali yaitupada shift pagi dan shift malam. Hasil :Dalam penelitian ini populasi yang digunakan adalah 71 perawat dengan jumlah sampel sebesar 32 perawat yang ditentukan melalui proses screening, dari 32 perawat di dapatkan perawat shift pagi yaitu sebanyak 26 perawat (81.25%) yang mengalami stres kerja yang dapat teratasi sedangkan 6 perawat (18.75%) mengalami stres ringan. Shift malam yaitu sebanyak 28 perawat (87.5%) yang mengalami stres kerja yang dapat teratasi sedangkan 4 perawat (12.5%) mengalami stres ringan. Data hasil penelitian diuji secara statistik dengan Uji Komparatif Marginal Homogeneity (SPSS 16.0 for Windows) hasil yang diperoleh adalah nilai p value = 0.000 yang berarti p value 0.000 ≤0.05. Simpulan : Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa pada shiftpagi terdapat 6 perawat (18.75%) yang mengalami stres ringan dan pada shift malam 4 perawat (12.5%) yang mengalami stres ringan. Penyebab stres kerja pada perawat karena kondisi sakit pasien, keluarga dan kerabat pasien yang menunggu dan menjenguk pasien di rumah sakit.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
    Q Science > Q Science (General)
    Q Science > QP Physiology
    Divisions: Fakultas Kedokteran > D4 - Keselamatan Kerja
    Depositing User: Vignasari Kokasih
    Date Deposited: 26 Apr 2014 18:39
    Last Modified: 26 Apr 2014 18:39
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/13587

    Actions (login required)

    View Item