(B. Pertanian) Aplikasi Teknologi Modern Produksi Pupuk Organik Padat dan Cair Berbasis Limbah Feses dan Urin Bagi Kelompok Peternak Sapi Potong “Sambi Mulyo” Boyolali

Lutojo, and Sunarto, and Riyanto, Joko (2012) (B. Pertanian) Aplikasi Teknologi Modern Produksi Pupuk Organik Padat dan Cair Berbasis Limbah Feses dan Urin Bagi Kelompok Peternak Sapi Potong “Sambi Mulyo” Boyolali. .

[img] Microsoft Word (sapi potong, kandang terpadu, pupuk organik padat, pupuk organik cair) - Published Version
Download (27Kb)

    Abstract

    Pada usaha peternakan sapi potong dapat dipastikan diperoleh limbah feses dan urin, keduanya menyimpan potensi sebagai bahan industri pupuk organik padat dan cair. Namun disisi lain, berpotensi sebagai bahan sumber pencemar lingkungan. Tujuan (1) memperbaiki tata letak kandang sapi potong menjadi kandang terpadu dengan instalasi produksi pupuk organik padat dan cair, (2) modernisasi proses pengolahan feses dan urin menjadi produk pupuk organik padat dan cair, dan (3) meningkatkan kesejahteraan peternak sapi potong. Metode yang digunakan metode (1) instruksional, (2) pelatihan, dan (3) percontohan. Pelaksanaan kegiatan berupa sosialisasi program, penyuluhan dan percontohan, pelatihan, proses produksi, pendampingan, pemasaran, monitoring dan evaluasi, pelaporan, publikasi (seminar dan jurnal nasional), dan pendaftaran paten. Kegiatan dilaksanakan pada kelompok tani-ternak sapi potong “Sambi Mulyo” di Desa Jagoan, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali. Kegiatan ini didanai oleh DP2M Dikti Kemendikbud melalui program IbM tahun 2012. Hasil kegiatan (1) bangunan instalasi pengolahan feses menjadi pupuk organik padat dan pengolahan urin menjadi pupuk organik cair terpadu dengan komplek perkandangan sapi potong, (2) produksi pupuk organik padat dari feses sapi penggemukan 30 ekor dengan hasil 45-60 kg, (3) produksi pupuk organik cair ditambah empon-empon dari urin induk sapi sebanyak 20 ekor dengan hasil sebesar 140-220 liter perhari, pemasaran pupuk organik padat dalam bentuk packing plastik 5 kg dan 10 kg harga jual Rp 500-750 perkg sedangkan pupuk organik cair dalam jirigen plastik 1,5 liter dengan harga jual Rp 13.000 – Rp 15.000 perliter, peningkatan pendapatan 55% pupuk organik padat dan 65% pupuk organik cair. Kesimpulan adalah nilai ekonomis limbah feses dan urin meningkat sekaligus sebagai sumber pendapatan baru, kesejahteraan peternak sapi potong meningkat. Dampak ikutan dari pelaksanaan IbM, usaha peternakan sapi potong berlangsung ramah lingkungan (environment friendly) dan tanpa limbah (zero waste).

    Item Type: Article
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - LPPM
    Depositing User: Miranda Nur Q. A.
    Date Deposited: 26 Apr 2014 18:37
    Last Modified: 03 May 2014 23:28
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/13584

    Actions (login required)

    View Item