PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN FISIKA DI SEKOLAH AKSELERASI

Sunarno, Widha (2012) PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN FISIKA DI SEKOLAH AKSELERASI. .

[img] Rich Text (RTF) - Published Version
Download (40Kb)

    Abstract

    Kata kuci: siswa akselerasi, kelas akselerasi, model pembelajaran, modul pembelajran Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1. Mengidentifikasi karakteristik siswa, guru, dan sistem pembelajaran fisika di sekolah akselerasi. 2. Mengidentifikasi model pembelajaran dan media pembelajaran fisika di sekolah akselerasi. 3. Menganalisis implementasi model dan media pembelajaran fisika di sekolah akselerasi. Penyelidikan ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dan penelitian pengembangan. Subyek penelitiannya adalah sekolah akselerasi yang ada di Surakarta. Peneliti ke lapangan, penemuan dilakukan secara alami, mencatat, menganalisis, menafsirkan, melaporkan, dan menarik kesimpulan. Kualitatif studi ini merupakan pendekatan metodologisnya. Teknik Pengumpulan Datanya, menggunakan: observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Metode Observasi digunakan untuk menggali data dari sumber data yang berupa peristiwa, tempat atau lokasi dan benda serta rekaman gambar. Dalam observasi ini mengamati subyek yang sesuai kenyataannya. Metode angket digunakan untuk pengumpulan data melalui pengajuan pertanyaan-pertanyaan tertulis kepada subyek, dan responden. Angket diberikan kepada kepala sekolah, guru dan siswa kelas akselerasi. Wawancara dilakukan secara semi terstruktur untuk mengumpulkan beberapa data yang relevan. Instrumen pengumpulan datanya berupa: lembar observasi, lembar dokumentasi, pedoman wawancara, dan angket. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dalam 2 (dua) tahap, yaitu analisis data selama di lapangan dan analisis data setelah data terkumpul. Hasil penelitian tahun pertama adalah: 1. Siswa-siswa di sekolah akselerasi mempunyai IQ antara 125 sampai dengan 128, tetapi di sekolah vaporit di kota Solo para siswa mempunyai IQ > 130. 2. Kemampuan dan kreativitas Guru Fisika di kelas akselerasi masih bervariasi, pada umumnya sama dengan kelas biasa. 3. Kurikulum diferensiasi di kelas akselerasi berbeda dengan kelas regular. 4. Waktu studi di kelas akselerasi ditempuh selama 2 tahun, maka setiap semester diselesaikan selama 4 bulan. 5. Di kelas akselerasi menggunakan media pembelajaran yang berbasis ICT. 6. Untuk pembelajaran di kelas akselerasi tidak tersedia modul-modul khusus pembelajaran fisika. 7. Modul pembelajaran Fisika sangat perlu untuk dikembangkan di kelas akselerasi. Output dari penelitian ini adalah model pembelajaran yang berbasis ICT, dan modul pembelajaran fisika di kelas akselerasi.

    Item Type: Article
    Subjects: L Education > L Education (General)
    L Education > LB Theory and practice of education > LB2361 Curriculum
    Divisions: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - LPPM
    Depositing User: Miftahful Purnanda
    Date Deposited: 26 Apr 2014 18:03
    Last Modified: 26 Apr 2014 18:03
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/13505

    Actions (login required)

    View Item